
Emily di dandani dengan sangat cantik ,maklum juru rias itu ,di sewa oleh keannu dari art make up yang jasanya di bandrol dengan ratusan dollar.
Pakaian pengantin yang di kenakan oleh , Emily saja dari disainer papan atas ,yang merancang baju kaum artis dan orang -orang kaya.
Dari atas sampai bawah semua merek terkenal,keannu benar-benar ingin yang terbaik untuk Emily.
Ketika perempuan itu sadar dari pingsannya,ia sudah mengenakan pakaian pengantin dan riasan lengkap.
"Aku di mana ini"tanya Emily dengan heran.
"Kau berada di kapal pesiar mewah milik tuan besar !?"ucap salah seorang pelayan .
Emily memandang sekeliling nya,dengan kebingungan.
"Kalian siapa !?"tanya Emily lagi.
Kepalanya terasa masih pusing,dan tubuhnya terasa masih sangat lemah.
James masuk kedalam ruangan itu...
"Emily ...semua sudah menunggu ,mari kita mulai acaranya !?"kata James pelan.
"Emily mendelik horor sungguh ia merasa sangat binggung.
"Tunggu dulu ...ada apa ini ,bisa saya di beri penjelasan !?"kata Emily sambil menatap tajam ke arah James
"Saya tak bisa memberi penjelasan biar,tuan besar yang menjelaskan hal ini kepada anda!?'kata James lagi
Emily di bawa oleh dua orang pelayan berseragam menuju sebuah aula.
Nampak seorang pria bertexudo hitam yang mahal dan rapi ,sedang menunggu di altar .
Juga seorang pendeta yang sedang menunggu kehadiran sang pengantin perempuan.
Emily terpaku melihat lelaki di altar itu,dia adalah prof keannu ,salah satu dosen berpengaruh di kampus nya.
Lelaki bertampang dingin bagai gunung es,
Namun walau angkuh,acuh tak acuh dengan lain jenis nya .namun keannu adalah pria paling di minati mahluk bernama wanita sekampus.
Kini lelaki super tampan itu berada di sampingnya .
"Hari ini kita akan mengadakan pernikahan yang Kudus"
"Antara saudara tuan keannu mexcell Edwards dan saudari Emily Renata "ucap pendeta itu penuh wibawa .
Setiap kelimatnya membuat yang hadir menjadi tenang ,damai.
"Keannu mexcell Edwards..bersedia anda menjadi suami dari Emily Renata dalam susah dan senang ,dalam sakit dan sehat seumur hidup anda "tanya pendeta pelan namun penuh penekanan
Keannu menatap lembut ke arah Emily , .. menghadap Emily dan meraih tangan perempuan cantik di depannya.
Keannu mengenggam tangan itu lembut.
"Iya saya bersedia"
"Dan Anda Emily Renata bersediakah.. anda mencintai saudara keannu mexcell Edwards seumur hidup anda ,melayani dia ,mendampingi dia dalam suka dan duka ,dalam kaya dan miskin ,sampai ajal menjemput "tanya pendeta itu sambil menatap wajah Emily intens
Tangan Emily ,berkeringat dingin ia sangat gugup sekali ,bibirnya bergetar hebat.
__ADS_1
Ia menjadi seperti patung hidup karena ini di luar dugaannya.
Kenapa ia harus berada di altar ini bersama seorang pria yang sama sekali tidak ia cintai .
Lelaki yang bagi banyak wanita pujaan dan sempurna.
Namun bagi seorang Emily Renata hanya lelaki yang pernah menghancurkan hidupnya .
"Nona Emily apa anda bersedia..."tanya pendeta itu lagi dengan suara terdengar kurang sabar
Keannu menatap tajam ke arah mata Emily ada ancaman di sinar mata itu.
Dan sinar mata itu membuat Emily merasa sangat takut.
"Iya .. saya bersedia "kata Emily sambil menahan napas ,matanya terpejam ia menangis sedih ...air matanya mengalir dengan deras merusak riasan pengantin yang terpatri di wajahnya .
Keannu menghela napas lega,akhirnya gadis cupu itu menjadi miliknya seorang ,milik seorang Edwards.
Keannu memasang sebuah cincin emas bertahtakan berlian di jari manis Emily dan Emily pun memasang cincin yang sama ke jari manis keannu.
Pendeta menyuruh keannu untuk memberi rasa kasih sayang kepada pengantin nya.
Dengan pelan keannu menunduk dan mencium bibir Emily lembut .
Ia merasa bibir Emily nampak dingin dan bergetar.
Mereka berdua mendapat selamat dari para tamu.
Semua tamu yang hadir adalah kolega dari keannu .
Hanya orang penting yang ada di negara ini ,yang bisa menghadiri pernikahan sederhana seorang Edwards.
Karena keannu tak ingin publikasi untuk pernikahan nya.
"Semua tamu nampak asyik berpesta di kapal pesiar mewah itu.
"Keannu mempersiapkan semua dengan detil,para pelayan yang melayani para tamu,hidangan chef no satu .
Pokoknya semua yang terbaik untuk para tamu terhormat nya .
Keannu mengajak Emily ke kamar mereka.
Sebuah kamar president suite yang paling mewah dan berkelas dunia.
"Duduk dan baca ini"kata keannu sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Emily
Emily membacanya dengan teliti.
Terlihat beberapa perintah dan larangan yang harus di ikuti ya.
"Prof ini semua apa !?"tanya Emily binggung.
"Kau harus tahu Emily!?kau adalah istri dari Edwards jadi sikap mu harus kau jaga"kata keannu dingin.
"Maksudmu....kau adalah tuan Edwards yang melagenda itu!?"tanya Emily terperangah .
Ia tak pernah menyangka bahwa Professor keannu adalah tuan Edwards.
Dan lelaki yang tidur bersamanya di pesta itu adalah tuan Edwards.
__ADS_1
"Iya aku adalah ... Edwards "ucap keannu sambil mendekati Emily dan memegang dagu Emily dengan telunjuknya.
"Itu tidak mungkin,... bukan kah tuan Edwards sudah sangat tua"cicit Emily bergetar.
"Edwards adalah nama keluarga ku,kedua orang penting dalam keluarga Edwards sudah meninggal ,papa dan kakakku ,semua penyebabnya adalah ayahmu "kata keannu pelan dan sangat tenang.
"Cara mengendarai ayah mu yang ugal-ugal membuat kakak ku Richard meninggal setelah itu papa ku Leonardo Edwards juga meninggal" kata keannu pelan suaranya penuh penekanan ada sinar mata tajam dan menusuk bathin Emily.
"Aku menghukum mu ,untuk hidup bersama ku selamanya !?"kata Keannu sambil duduk di sofa dengan sikap tenang.
"Prof anda salah melangkah,anda tak perlu menikahi saya ,akan banyak hati yang terluka karena sifat anda ini"imbuh Emily menundukan kepalanya enggan bersiatap dengan lelaki super tampan di depannya.
Keannu melangkah mendekati Emily ,dengan tatapan tajam dan mengunci...
Di angkatnya dagu gadis itu dengan telunjuknya.
"Tidak ada yang patah hati karena aku tak pernah memberi harapan perempuan mana pun !?"
"Tapi kau..."ucap keannu sedikit sinis nada bicaranya.
Emily diam tidak bicara ia binggung dengan maksudnya dari keannu.
Lelaki di depannya ini memang sangat aneh
Keannu beranjak pergi dari kamar itu namun sebelum ia keluar ia berkata
"Aku akan menyuruh pelayan membantumu..melepaskan gaun mu itu"
"Setelah itu beristirahat lah...,aku harus menemani tamu -tamu kita"
Keannu berjalan dengan langkah lebar,kedua tangannya berada di kedua sakunya .
Emily melepas gaun pengantin nya di bantu salah seorang pelayan .
Kemudian ia pergi mandi ,tubuh yang lelah serasa sangat segar terkena air hangat .
Beberapa menit kemudian ia sudah keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju tidurnya .
Ia teringat ponselnya,...kemana ponselnya
Ia mencari-cari ponsel tersebut
Ternyata tidak ia, temukan .
Emily mendengus kesal.
Ia bercermin menatap wajahnya dengan seksama, takdir apa yang sedang terjadi ini.
Menikah dengan lelaki dingin yang angkuh dan arrogan.siapa pun tahu betapa besar pengaruh Edwards dan hidup nya ke depan akan seperti apa, fikir Emily sedih.
Dengan fikiran kacau Emily membaringkan tubuhnya di tempat tidur yang besar,luas dan empuk itu.
Beberapa menit kemudian Emily tertidur.
Keannu masuk ke dalam kamar ,ia kelelahan menemani tamu ,dan ingin beristirahat .
Di lihatnya Emily berbaring di tempat tidur,ia tersenyum manis.
Pergi ke kamar mandi dan membasuh dirinya dengan air hangat,setelah itu mengenakan baju piyamanya ,ia berbaring di samping Emily .
__ADS_1
Selamat tidur Nyonya Edwards...
Mimpi yang indah