
Emily keluar dari apartemen ,menyetop taxi dan berjalan menuju pusat perbelanjaan .
Pagi ini sebelum pergi keannu memberikan sebuah kartu untuk Emily gunakan belanja kebutuhan mereka .
Taxi yang di tumpanginya sudah sampai di pusat perbelanjaan paling besar dan mewah di kota ini.
Emily keluar dari taxi ,membayar dan masuk ke dalam mall.
Emily jarang sekali ke mall besar terkadang ia bebelanja hanya di mart kecil.
Mall besar dengan segala kemewahannya tidak terjangkau oleh kantong orang miskin seperti nya.
Di setiap stand pasti harganya selangit, terkadang hanya menelan silvanya melihat semua harga yang tertulis di label barang.
Dulu ia sering jalan-jalan ke pusat perbelanjaan ,namun hanya sekedar cuci mata,bersama kedua sahabat nya Kean dan allisa .itu pun Kean yang suka traktir.
Kini ia berada di mall ini untuk berbelanja , masuk dalam lingkungan orang kaya .
Emily mulai memilih barang yang di inginkan,ke dalam troli.
Setelah berbelanja kebutuhan rumah tangga,Emily melangkah ke stand pakaian ,yang ada diskon khusus .
Lalu melangkah ke sebuah toko tas branded.
Lalu memilih dan memegang tas -tas itu ,sambil meneliti nya.
Seorang SPG memperhatikan gaya Emily dengan tatapan curiga.
Bagaimana tidak semua yang ada di toko ini adalah tas branded yang berharga ratusan dollar.
Dengan enaknya gadis dengan penampilan kampungan,berada di toko ini
Adakah yang percaya ,dia mampu membeli barang mahal itu.
Tidak ....jadi untuk apa melihat dan bermimpi memiliki nya.membeli sebuah tas branded yang tidak akan bisa di miliki.
"Nona...maaf ini semua barang berharga ratusan bahkan jutaan dolar ,kalau hanya melihat-lihat dan menyentuhnya,kami tidak suka " tegur SPG itu dengan suara dingin.
"Masa melihat saja tidak boleh !?"rutuk Emily dengan wajah polosnya.
"Tidak boleh nona..."
Seorang wanita sangat cantik dan anggun nampak juga berada di toko itu.tersenyum sinis.
"Ini semua barang berharga mahal ,mana mungkin orang miskin seperti mu mampu membelinya!?"ketus wanita itu dengan nada mengejek .
__ADS_1
"Minggir..."ucap wanita itu sambil mendorong bahu Emily kasar.
Sambil berkata begitu ia melangkah kaki dengan sombongnya mulai mengambil tas mahal , lalu meneliti nya.
Emily nampak sangat sedih matanya berkaca-kaca.
Di tatapnya penampilan nya di cermin toko,ia memang tidak pantas berada di tempatnya orang kaya,bathin Emily sedih.
Tentu saja ia di hina karena ia memang terlihat sangat miskin.
Baju yang di kenakan ya sangat kuno modelnya.
Dengan kepang rambut pirangnya,kaca mata tebal yang selalu bertengger di hidungnya.
Perempuan itu wajar menghina nya
"Dengar semua yang berada di toko ini,semua barang yang berada di sini bisa saya beli !?"ucap seorang dengan suara dingin dan datar
Semua yang ada di toko itu,menoleh ke asal suara.
Nampak seorang lelaki dengan penampilan perlente ,di belakangnya beberapa assisten dan pengawal pribadinya.menambah kesan betapa kaya dan berkuasa lelaki itu.
Mereka nampak terkejut dan memucat.
Siapa yang tidak kenal tuan Edwards.lelaki yang memiliki saham terbesar di mall ini.dan juga pemilik gedung mall.
"Itu ....kah yang menghina mu miskin "tunjuk keannu dengan suara datar dan penuh kemarahan.
Sungguh keannu kesal ada orang yang berani menghina istri seorang Edwards.
Emily terdiam ,dan menundukkan kepalanya.
"Katakan ... kepada ku Emil !? Apakah mereka semua menghina mu!?"
Emily menunduk tak berani menatap mata keannu.
"James...panggil manager toko ini"perintah keannu keras.
James pun menelphone seseorang.
Keannu sebenarnya tidak sengaja ke mall ini, seperti kebiasaan nya .setiap sebulan sekali ia akan datang dan memeriksa gedung mall dan semua karyawan nya.yang bertugas memperhatikan kebersihan dan merawat gedung ini.
Ini adalah salah satu aset yang jatuh ke tangannya karena kematian papanya.
Perempuan yang tadi bersuara dengan angkuhnya ,nampak pucat dan berkeringat dingin.
__ADS_1
Ia tahu masalah yang akan di hadapinya sangat besar.
Ia telah menyinggung seorang miliarder dunia Edwards.
"Perempuan culun ini !? Adalah dalam pengawasan Edwards...tidak ada yang boleh menindasnya
"Kalian mengerti"ketus keannu dingin
Aura pria super tampan itu begitu dingin dan keras.
wajah keannu begitu terlihat sangat menyeramkan
semua yang ada di tempat itu sangat ketakutan...
kemudian keannu duduk dengan sikap angkuh,dan menyilangkan kakinya.
"kalian ...tahu siapa gadis culun itu..."tanya Keannu kepada semua yang hadir.
sambil menunjuk ke arah Emily.
"dia ... istri ku ....Nyonya Emily Renata Edwards!?"
"kalian tahu...kartu yang dia miliki ...berisi puluhan angka ,bahkan jutaan dollar"
"semua tas di toko ini bisa dia beli"ucap keannu menatap tajam kepada SPG dan wanita sombong tersebut.
yang di tatap hanya menunduk takut.
"itu..benarkan sayang!?"kata keannu sambil memperhatikan wajah Emily yang merona merah.
baru kali ini keannu memuji dan membela Emily di hadapan orang banyak.
"apakah dia...tidak malu mengenalkan diriku..di hadapan orang -orang itu"bathin Emily dalam hati
apalagi memanggilnya ku dengan sebutan sayang.
keannu membuat Emily merasa tersanjung.
manager toko tas itu...memecat spg tersebut.dan mengusir wanita sombong yang telah menghina Emily.
keannu menarik bahu Emily dan memeluknya lembut.
lebih-lebih ia memilihkan sebuah tas mahal limited edition.kemudian
keannu mengajak Emily ke butik yang ada di mall itu.
__ADS_1
untuk membeli beberapa baju,yang lebih moderen.dari yang dia kenakan saat ini.