
Alena berjalan dengan tergesa masuk lift,lalu menekan tombol menuju apartemen keannu.
Setelah sampai ia mengetuk pintu ,
tak lama
kemudian pintu buka.
Seorang wanita dengan penampilan sederhana dengan kaca mata tebalnya.
Berdiri di depan pintu dengan wajah lugu.
"Siapa kau ,kenapa kau berada di apartemen keannu !?"tandas Alena dengan mimik wajah terlihat sangat marah.
"Mana keannu ,dia harus menjelaskan ini pada ku!!!"ucap Alena lagi
"Maaf ... Tuan tidak ada di rumah ,anda bisa mencari dia di kantor,atau mansion nya"kata Emily terbata-bata
Ia tidak kenal dengan perempuan cantik di depannya.
Apakah ia adalah kekasih keannu Edwards bathin Emily sambil memperhatikan gerak-gerik wanita di itu .
Alena mendorong sedikit tubuh Emily ,agar ia bisa masuk ke dalam dan duduk di sofa dengan santainya.
"Aku ... Akan menunggu keannu di sini,sampai ia pulang"
Emily hanya mengangguk pelan.
Mana mungkin ia mengusir perempuan dengan penampilan sangat menarik.
Yang sedang duduk dengan menyilangkan kakinya.
Emily tidak ingin beramah tamah dengan perempuan itu,ia lebih memilih masuk kedalam kamarnya.
"Biar saja ia menunggu keannu ..,bukan urusan ku !?"ucap Emily dalam hati.
Beberapa menit kemudian...
Keannu baru saja pulang dari perusahaan milik nya.
Dan ia agak kaget melihat kehadiran Alena di apartemen nya .
__ADS_1
Dengan suara terdengar Tajam ia berkata sinis.
"Untuk apa kau datang kemari!?"
"Aku tak suka kau datang!?"imbuh keannu Edwards dingin.
Alena melihat kedatangan keannu tersenyum manis.
"Aku datang ingin membicarakan sesuatu dengan mu.."
"Bicaralah ...setelah itu kau bisa pergi!?"kata keannu dengan nada terdengar tak suka.
Alena memperhatikan keannu yang berjalan dan duduk di depannya.
Dengan tatapan mata yang tajam ia berkata
.
"Aku ingin kau batalkan pernikahan mu dengan gadis itu"ucap Alena dengan suara memohon.
"Keannu ...dia tidak pantas untuk mu..."
"Hm...hm...hm..."
Keannu menatap Alena dengan sikap meremehkan.
"Mau itu pantas atau tidak pantas...itu adalah keputusan ku,siapa kau berani mengacaukan pikiran ku!?"tukas keannu tajam.
"Aku tidak pernah perduli dengan kecantikan dan penampilan "
"Yang aku lihat adalah hatinya"sambung keannu lagi.
Alena tidak habis akal untuk membuat keannu tertarik padanya.
"Keannu...aku adalah sahabat masa kecilmu"
"Dan dia bukan siapa-siapa untuk mu"bujuk Alena lagi
Sambil berkata begitu ,Alena melangkah maju mendekati keannu dan segera mengalungkan tangannya memeluk leher keannu ,dengan cepat Alena mengecup bibir Keannu Tampa malu.
Emily yang berada di kamar ,entah mengapa ingin mengintip apa yang sedang di lakukan oleh sepasang kekasih di ruang tamu .
__ADS_1
Emily menutup mulutnya melihat adegan terpampang di depannya.
Emily menutup matanya , pemandangan yang sangat menjijikan untuk di lihat.
Betapa rendah moral kedua orang di hadapannya.bisa-bisanya mereka berciuman dengan mesra Tampa punya rasa malu.
Emily menutup pintu dengan pelan ,takut menganggu aktivitas kedua orang itu.
Dalam hatinya ia merujuk kesal karena sudah di suguhkan pemandangan yang tak layak untuk di lihat.
.....
Di ruang tamu...
Keannu mendorong tubuh Alena dengan sangat kasar.
Di usapnya bibirnya ,bekas ciuman Alena .
Keannu benar-benar merasa sangat jijik .
"Jaga ...sikap mu Alena!?"
"Atau kau akan tahu akibatnya "rutuk keannu dengan suara dingin.
Alena menatap wajah keannu penuh kasih ia berharap lelaki itu sadar bahwa Alena lah yang pantas untuk keannu Edwards bukan wanita lain.
Bibirnya gemetar karena merasa sedih dengan penolakan keannu.
"Keannu aku mencintai mu...aku melakukan hal seperti ini karena aku mau kau tahu ...aku mencintai mu"ucap Alena dengan suara bergetar.
Mendengar nada bicara Alena ,tiba-tiba saja keannu tertawa lepas ada ketidak sukaan di tawanya .
"Kau ...hanya mencintai harta ,uang dan populeritas ku "
"Kau tidak tulus mencintai ku"ucap keannu dingin.
Alena masih menangis air matanya jatuh di pipinya.
ini Alena...menurut versi author๐๐๐
__ADS_1