
Emily mengemasi barang-barang nya,hatinya benar-benar sangat kacau.
Entah mengapa ia merasa sedih dan kesedihan itu ,menyesakan dadanya.
Tampa bisa ia tahan Emily menangis.
Setahun pernikahan Tampa cinta,hanya sebuah perjanjian di atas kertas.
Ia merasa sangat nyaman dengan posisi dan perlindungan keannu Edwards kepadanya .
Walau Tampa cinta tapi Keannu bersikap baik,terhadapnya.
Emily bisa hidup layak dan berkuliah dengan tenang Tampa memikirkan biaya hidup.
Keannu sosok dingin dan angkuh tapi di suatu waktu ,ia akan bersikap hangat dan manis .
Merasa akan kehilangan semua itu ...
Emily bersedih.
Ia binggung ketika ia membersihkan ruang Laboratorium rahasianya miliknya keannu.
Semua baik-baik saja,tidak ada barang yang ia sentuh ,atau ia rusak.
Kenapa jadi berantakan dan hancur seperti itu.
Emily binggung dan tidak mengerti.
Sekarang keannu marah besar dan mengusir nya.bahkan tidak ingin melihat wajahnya lagi.
Apa ia sanggup untuk melupakan pria tampan yang sudah mengikat hatinya dengan dalam ini.
"Oh.... Tuhan kenapa perasaanku sesakit ini "ucap Emily dengan kesedihan meronai bathin nya .
"Apa nona sudah selesai berbenah..."tanya James di luar kamar.
__ADS_1
Emily berfikir sejak kapan pria yang selalu berada di dekat keannu Edwards itu.sudah ada di apartemen ini .
Terlalu cepat keannu Edwards....ingin
Mengusir nya dari apartemen dan hidupnya.
Dengan menyeret kopernya.
Emily membuka pintu ....
Ia melihat James sedang berdiri menunggunya.
"Nona...tolong ? Anda tanda tangani surat pernyataan cerai ini terlebih dahulu"kata James dengan suara pelan . sikapnya sangat hormat..
Tampa basa-basi Emily menanda tangani surat itu.
Sambil mengambil surat itu,James berkata.
"Seharusnya anda tidak, menghancurkan apa yang sudah susah payah ia kerjakan siang dan malam "
"Hal itu....sangat membuat tuan Edwards sangat marah !?"
"Dengan segera kekuasaan dan wewenang nya !! Ia bisa saja memerintahkan anda untuk pergi dari negara ini ,dan tidak boleh kembali dengan alasan apa pun !?"jelas James dengan suara bergetar..
James merasa kasihan pada Emily apa yang akan di hadapinya kedepan akan sangat berat.
James memperhatikan dengan seksama kepergian Emily.
Emily melangkahkan kakinya dengan perasaan berat.
Ia ingin menoleh kearah kamar keannu .
Ingin mengucapkan selamat tinggal namun ,ia tidak berani.
Keannu telah membencinya.
__ADS_1
Emily menangis dengan sangat sedih...
Menyetop taxi yang di pesan nya via online.
Dan menunjuk arah ke rumah allisa sahabat karibnya.
apartemen allisa terletak di sudut kota.tidak terlalu banyak penghuni nya.kalau menurut Emily itu bukan apartment tapi rumah susun.
kamar-kamarnya kecil dan cukup untuk keluarga kecil.
yang membuat Emily merasa sedih ,allisa tidak membukakan pintu untuknya .walau ia sudah menekan bell berulang kali .
dengan gusar Emily menghubungi allisa via ponsel , namun ponselnya tidak aktif.
Emily merasa putus asa,akan kemanakah ia pergi.
kerumah ibu tirinya...tak mungkin,mama Mindy dan Monika telah menjual rumah mereka.untuk membayar hutang pada tuan Edwards.
menyewa sebuah kamar hotel murah, Emily tak punya uang .
ia merasa linglung.tak tahu harus kemana.
akhirnya lelah berputar-putar .
Emily berhenti di sebuah taman yang agak sepi .
duduk di sana dan menangis ,ia merasa sendiri.
tak punya teman tak punya siapa-siapa lagi.
💕💕💕💕
up lagi ...
ayo Emily akan kemana...
__ADS_1
dan apakah keannu menyesal ..
like ,komen,dan vote ya ..