Emily And Mr Cool Bilioners

Emily And Mr Cool Bilioners
bab.28.demi


__ADS_3

Monika mengelap wajahnya yang di basahi keringat,bagaimana tidak sejak ,ia berada di mansion ini.pekerjaan serasa tidak ada berhentinya.


setiap hari ada saja pekerjaan yang di limpahkan kepadanya,padahal pelayan di mansion ini banyak kenapa harus dia yang kerjakan.


"Monika kesal bukan main,sedang mommynya tidak bisa berbuat banyak karena ia bekerja di dapur sebagai pembantu chef kadang di suruh juga oleh kepala rumah tangga ini,untuk mencuci pakaian.


Monika yang tidak pernah berkerja sebelumnya ,harus menerima nasibnya yang sangat apes,mana sang tuan tampan tidak pernah terlihat batang hidungnya.


Monika tak habis mengerti mengapa lelaki itu,tak pernah ada di mansion ini.


bagaimana coba ...


ia mendekati orang yang tidak pernah terlihat .


sudah dua Minggu ia berada di mansion,tapi tak sekalipun tuan Edwards yang melagenda itu terlihat,atau hadir di mansion ini.



"mommy ...ini bagaimana sih!?kok tuan Edwards tidak muncul juga "keluh Monika ketika mereka beristirahat di kamar


"aku sudah bosan ini,!?"ucapnya lagi


"bisa sabar kenapa ...!?"kalau kau terus begitu mana bisa kita membuat tuan Edwards jatuh cinta"


mommy berucap sambil membuka pakaian seragam nya.

__ADS_1


"kalau tidak demi kekayaan tuan Edwards,mommy malas menjadi seorang pelayan seperti ini"jelas mommy Mindy dengan wajah penuh kesal.


"mommy... sebenarnya wajah tuan Edwards apa tampan seperti yang di beritakan itu kah!?"tanya Monika dengan rasa ingin tahu ..


"mommy juga tidak tahu, penasaran juga mommy dengan pria aneh itu!?"jawab mommy dengan mimik anehnya.


"mommy...aku sangat lelah sekali,si nona tua itu selalu memerintah ku Tampa henti!?"ucap monika sedih


"kau kira kau saja yang capek ,mommy juga .."


"mommy ingin pergi saja dari sini , mommy nggk kuat lagi !?"kata mommy sambil menarik napas panjang.


Monika merebahkan tubuhnya di kasur,sungguh tempat tidur yang keras dan membuat tubuhnya terasa sakit.


makanan yang di berikan untuk mereka saja sangat sederhana, siksaan yang berat untuk seorang Mindy dan Monika .


"Liliyan,saya minta jangan perlakukan baik ,kedua orang itu,di mansion ku!? buat mereka menderita !?"ucap keannu dengan nada suara dingin dan kejam.


"kenapa tuan bersikap seperti itu,!?"tanya Liliyan hati-hati


"mereka adalah ibu dan anak dari seorang pembunuh ,jadi pantas di perlakukan dengan kurang manusiawi!?"kata keannu lagi


"baik tuan perintah akan di lakukan !?"


"lalu Emily bagaimana ...!?"tanya Liliyan ingin tahu

__ADS_1


"suruh ia pergi dari mansion ini,terserah ia ingin kemana !?"kata keannu sambil terus menatap dokumen di depannya.


"baik tuan...!?"setelah berkata begitu Liliyan melangkah pergi dari apartemen keannu.


#di kamar emily#


Liliyan menatap dingin Emily


dengan penuh wibawa ia berkata.


"tuan Edwards sudah tidak membutuhkan diri mu lagi,sudah ada Monika dan ibunya disini!?"


"mulai detik ini,nona Emily bisa keluar dari mansion ini!?"


"aku harus kemana ...!?"tanya Emily binggung


"terserah nona ,ingin kemana !?"jawab Liliyan pelan.


"baiklah .. terimakasih atas kebaikan ibu Liliyan selama ini!?"ucap Emily dengan sedih


ia merasa bahwa Liliyan sangat baik terhadapnya selama ini


"jaga dirimu...!?'kata Liliyan sambil berlalu dari kamar itu


"tinggal Emily dengan wajah binggung nya .

__ADS_1


entah kemana arah langkahnya,tentunya rumah dan semua asetnya sudah di ambil oleh tuan Edwards.


Emily menahan air matanya,hidupnya bagai tidak punya arti lagi.gadis culun dengan kacamata tebalnya itu diam dan merenung dari balik jendela.


__ADS_2