
Alena dan mariela menekan bell apartemen keannu.
nampak kepala Emily menyembul dari balik pintu namun ia hanya menatap kedua orang di depannya dengan mimik heran.
"apa kami bisa bertamu...!?"tanya Alena dengan senyum manis.
"iya...kami adalah sahabat suami mu ,keannu!?"ucap mariela dengan suara sok akrab.
"tapi...maaf,aku tidak boleh menerima tamu !?"
"tuan Edwards melarang ku, menerima tamu siapa pun!!"rutuk Emily dengan suara dingin.
"tapi..kami bukan orang lain,.."
"kami adalah teman keannu ,sahabat kecil keannu"kata Alena dengan suara amat menyakinkan.
"Kami bukan orang jahat...!?kami adalah sahabat karib keannu Edwards dan keluarga nya..,apakah kau tidak percaya kami berdua!?"gerutu Alena dengan mimik wajah Tampa dosa.
Namun Emily masih ragu dengan niat keduanya.
"Oke ..kalau kau masih ragu pada kami ,berdua!?"
"Kita ...berdua undang kamu ,ke apartemen Kami berdua ..!?"
"Bagaimana..!?"ucap Mariela dengan sikap tenang.
Ia ingin meyakinkan perempuan berwajah lugu di depannya .kalau ia dan Alena bersikap baik.
Dan tidak berbuat macam-macam .
Emily berfikir sebentar..
"Tapi ...aku masih mencuci pakaian,dan masih harus membersihkan kamar mandi!?"ucap Emily dengan suara sedih.
"Masa ....kau tak punya waktu bersantai ...biar sedikit saja!?"
"Bisa cepat tua kau nanti"cemooh Alena dengan menggoda.
"Biarlah ...aku berfikir dulu ya...!?"kata Emily pada akhirnya.
Ia sudah tahu apa akibatnya kalau ia coba melanggar aturan yang di buat tuan Edwards.
__ADS_1
Bisa-bisa ia kehilangan hak dan kebebasan untuk berangkat ke kampus.
Tak bisa bersantai kalau pekerjaan rumah belum selesai.
Berangkat kuliah saja ,.. Emily harus mengerjakan tugas di rumah dulu.
Mana sempat ia bersantai ,lelaki es balok itu .selalu membuat Emily sibuk.
Emily hanya menatap keduanya dengan tatapan tak berdaya.
"Maaf...aku tak bisa mengunjungi kalian!?"
"Sekali lagi saya minta maaf!?"ucap Emily dengan wajah sedih.
Ia ingin bersahabat dengan keduanya,namun apa daya ia tak bisa bergaul dengan siapa pun.
Alena dan mariela pun pergi dari apartemen keannu dengan rasa tak suka dan ke cewa bagaimana tidak mereka tak bisa menjalankan rencana mereka.
Mencari tahu hidup keannu bersama Emily.
Kedua perempuan itu pun melambaikan tangannya.dengan wajah datar.
Sungguh sulit rasanya membuat si cupu itu keluar dari rumah itu.
Tidak semudah fikiran mereka bisa masuk ke dalam kehidupan pribadi seorang Edwards.
Jangan bisa masuk rumah nya , masuk hidup sebagai temannya aja susah.
Kedua wanita licik itu, masuk ke dalam apartemen nya dengan perasaan kesal.
"Uh...gila benar ..tu es balok !?"
"Punya istri yang bodohnya minta ampun !?"keluh Alena dengan kasar,sambil menghempas pantatnya di sofa empuk di ruang tamunya.
"Suruh kita kek ..masuk ke rumahnya...malah di biarkan kita di depan pintu rumahnya!?"
"Apa..dia tidak punya sekolahan ..!?"
"Tidak punya sopan santun!?"pekik mariela marah.
Alena tersenyum dingin ,itulah... Emily lugu dan sangat bodoh.
__ADS_1
Mudah di permainkan oleh seorang keannu.
Ia tidak sadar bahwa keannu hanya memperalat Emily untuk kepentingan nya sendiri.
****
Keannu Edwards sedang berada di kantor pusat Richie corps .
Sibuk dengan tumpukan kertas dan beberapa berkas penting yang harus ia tanda tangani.
Sesekali ia tersenyum sinis dengan semua hasil dari pekerjaan para pegawai nya.
Keannu benar -benar kagum dengan kinerja maksimal para pegawai di semua bidang usaha.
Keuntungan yang diperoleh sungguh menakjubkan.
Saham-saham yang ia punyai sungguh berkembang . investasi nya di semua perusahaan multi di negara ini luar biasa.
Menghantarkan keannu Edwards menjadi pria sukses , berpengaruh dan memiliki kekayaan tak terhingga .
Namun ia adalah pria Dermawan yang memiliki ,panti asuhan,panti jompo dan juga rumah sakit jiwa.yang ia kelola dengan sembunyi -sembunyi.
Keannu tak ingin kebaikan nya terekspos .
Keannu perduli pada sesama walau ia sangat kaya,ia tetap rendah hati dan baik pada siapapun.
Walau ia terlihat angkuh ,dingin dan acuh tak acuh.
James masuk ke dalam ruangan keannu dengan sikap hormat.
Keannu ...
"Proyek besar kita ...sedang berjalan dengan baik ,namun pemegang proyek itu banyak merugikan pekerja kita !?"ucap James pelan.
"Jadi ia bertindak semena-mena kepada para pekerja demi kepentingan nya sendiri!?"tanya keannu pelan.namun tegas suaranya.
"Iya...tuan Edwards!?"kata James pelan
"Urus dia ganti dengan pegawai yang lebih baik !?"perintah keannu sambil membenarkan letak kaca matanya.
"Kalau perlu...pecat pegawai itu James !?"perintah keannu lagi.
__ADS_1
"Baik tuan Edwards ...!?'ucap James lalu menundukkan kepalanya hormat dan pergi dari ruangan itu.