
Monika mengeluh ..
dengan rasa kesal di hati.
bagaimana tidak ,ia sudah berusaha mendekati tuan Edwards,namun semua bagai tak ada hasilnya.
lelaki dingin dan angkuh itu,terlihat tak terjangkau.
ia berada di gedung pencakar langit.
gedung paling bergengsi di negera ini.
di mana semua perusahaannya besar ada di dalam gedung ini.
dan keannu Edwards kadang datang ke sini,untuk sebuah urusan .
tapi tidak ada celah untuk bisa dekat dengan tuan Edwards.
keannu Edwards bagai memasang dinding tebal yang tak bisa di tembus oleh wanita seperti nya.
apa gunanya mommy dan dirinya pergi ke , madam Yossy.
kalau hasilnya nihil.
keannu Edwards sulit untuk di temui.
haruskah ia menggunakan Emily untuk melaksanakan niatnya.
sedang perempuan cupu itu, Sekarang juga sulit di temui.
Monika tak habis mengerti ..
binggung harus menggunakan cara apa lagi ,untuk bisa menarik hati keannu Edwards.
kalau ia mendekati assisten pribadinya keannu, James .
maka lelaki setia itu .
pasti curiga.
lalu seperti apa ...
langkah yang harus ia lakukan.
tiba-tiba ia teringat dengan Yin.
bukankah Yin ,sangat menyukai Emily.
__ADS_1
bahkan saat di pesta Yin datang bersama Emily.
tapi ia tidak mengenal lelaki itu.
ia hanya tahu bahwa Yin anak pengusaha perhiasan yang sukses.
untuk informasi lainnya,Monika tak punya.
Monika tak bisa berfikir , otaknya terasa buntu.
tiba-tiba saja.....
keberuntungan berpihak padanya.
lelaki yang di harapkan ke hadirannya berada.di gedung ini.
Yin..
sedang berjalan dengan langkah lebar, menuju ruangan Presdir .
dan melewati ruangan Monika.
dengan perasaan campur aduk dan bahagia.
Monika menghampiri Yin Li.
lelaki tampan dengan wajah khas Asia itu, menghentikan langkah kakinya.
menatap wanita cantik di depannya.
sambil tersenyum manis.
"saya ingin bertemu dengan Presdir ...!?"
"dia...ada di tempat!?"tanya yin dengan suara hangat.
Monika menunduk hormat..
"Presdir kami...sedang keluar tuan Yin!?"
"anda bisa .. menunggu kedatangan Presdir kami..di ruang tamu"jawab Monika sopan.
"hm...hm..."
"baik lah...saya akan menunggu !?"jawab Yin sambil mengikuti langkah kaki Monika.
mereka berdua duduk dengan saling berhadapan.
__ADS_1
"bukankah...anda ini nona Monika!?"
"saudari tirinya Emily!?"tanya yin pelan ,namun nadanya sangat dingin.
Monika menatap lelaki di depannya dengan ekspresi wajah dingin.
rupa nya lelaki itu mengenal dirinya.
apakah jati dirinya di ketahui, pria ini dari Emily.
Monika memaki dalam hati ,
ia benar -benar tak suka dengan cara Emily mengenalkan dirinya.
"saudari ..tiri !???? , tentu dia menjelekan aku ..di depan pria ini "guman Monika dalam hati
Yin memperhatikan ekspresi wajah wanita di depannya.
ia mengenal Monika dari Emily.
Emily menceritakan siapa Monika dan mommy nya .tapi tidak mendetail .
"bisakah...saya meminta no ponsel anda tuan Yin Li !?"tanya Monika dengan sedikit malu-malu.
Yin mengeryitkan dahinya sedikit binggung.
namun ia segera menyebutkan no ponselnya.
Monika segera mencatat no itu.
walau Yin terlihat sedikit enggan.
"oke ...tuan Yin,saya masih ada pekerjaan ,tuan Presdir sudah ada di ruangan nya!?"kata Monika sambil bangkit berdiri .
dan menundukkan kepalanya dengan hormat .
Yin pun mengangguk kepalanya ,tanda ia juga menghormati wanita di depannya.
dengan langkah lebar ia segera masuk ke ruangannya.
segera Monika mengatur rencana dengan menggunakan Yin sebagai alat.
❤️❤️❤️
please komment dan like nya
para reader untuk semangat kedepannya 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1