
keannu mengetuk pintu kamar yang di kunci dari dalam.
tidak biasanya Emily mengunci pintu kamar mereka.
keannu memang memberi kebebasan Emily melakukan apa pun di apartemen nya.tidak menindas Emily,bersikap wajar seperti suami pada umumnya.
namun keannu sedikit melihat kecanggungan bersikap Emily kepadanya.
"Emily...."panggil keannu pelan.
wanita itu membuka pintu wajahnya nampak baru bangun terlihat sangat mengemaskan .
"aku ..ingin kau buatkan kopi "ucap keannu dingin
ingin rasanya keannu Edwards menepuk mulut nya yang bersuara sedingin itu.
Emily mengangguk dan segera menuju dapur .
keannu menunggu di ruang tengah sambil menonton TV.
perasaan nya sedikit bergetar .
Emily meletakan nampan berisi secangkir kopi di meja .
dan melangkah pergi.
namun tangan keannu menahannya.
"jangan pergi...duduklah di sini temani aku !?"ucap keannu pelan.
keannu takut suaranya yang bergetar di dengar oleh Emily.
perempuan itu menurut,duduk di samping keannu.
Emily merasa sangat canggung harus berdua-dua dengan lelaki itu.
__ADS_1
ia takut dengan hatinya sendiri akan terpengaruh dengan pesona lelaki sempurna di sampingnya.
keannu menatap wajah Emily dari samping , Emily menunduk tak pernah berani menatap mata keannu.
"kenapa bila di hadapan ku,kau selalu menundukan wajahmu "tanya keannu pelan sambil menunggu reaksi wanita di depannya.
"aku...di perintahkan oleh pengurus keluarga Edwards untuk tidak menatap wajah tuan besar Edwards!?"jawab Emily tetap dengan menundukan wajahnya.
keannu tertawa kecil mendengar jawaban Emily.
"perintah itu berlaku untuk mereka ...dan bukan istri ku!!"
"masa seorang istri tak boleh memandang wajah suaminya"kata keannu dengan menggoda.
"Emily tatap aku "perintah keannu pelan
sambil berkata begitu ia menghadap ke arah Emily.
"Emily mengangguk dan menatap wajah keannu tegang"
mereka berdua berpandangan lama saling bertautan dalam satu tatapan.
entah kenapa keannu ingin sekali mengecup bibir mungil nan tipis di depannya.
keannu mulai mendekati Emily , menunduk kepalanya.semakin dekat-dekat. dan ...
trttt...trtt...trtt
Suara ponsel keannu berbunyi.
dengan tergegap keannu menjauhkan wajahnya dari Emily dan segera mengangkat telphone.
"hallo...."jawab keannu dingin
"ada apa James "tanya keannu ketika mendengar suara assisten nya.
__ADS_1
keannu bercakap-cakap di telphone beberapa menit.
Emily hanya mendengarkan percakapan itu dengan diam.
lelaki di samping nya ini bisa membuat semua saraf di tubuhnya membeku.
baru kali ini Emily merasa begitu di perhatikan .
Emily mendengus pelan ,ia masih ingat bagaimana keannu dan Alena berciuman.
rasanya ia takut berharap ,tak mungkin ia menginginkannya.
banyak wanita cantik dan menarik berada di sekeliling keannu.
lalu apa artinya seorang Emily, hanya pelayan berstatus isteri .
perhatian kecil yang harus di abaikan.ia tak ingin jatuh hati kepada keannu lalu di campakkan setelahnya.
Emily memperhatikan keannu yang masih saja bertelepon dengan assisten pribadinya.
lelaki itu memang memiliki sesuatu yang harus menjadi perhatian untuk Emily.keberadaan lelaki itu di dekatnya membuat Emily mendadak kena sakit jantung.
berdebar tidak karuan,bagaimana tidak berdebar kalau lelaki itu adalah lelaki yang paling di minati banyak wanita.di luar sana.
dan kebetulan pria itu adalah suaminya,suami yang menikahinya dengan alasan tak jelas.
Emily merasa seperti orang bodoh saja.
tak bisa menolak ,namun merasa sangat tidak pantas untuk seorang keannu Edwards yang melagenda.
keannu mematikan telponenya,sungguh sangat menganggu bagaimana tidak.baru saja ia coba sedikit memberi perhatian kecil pada istri culunnya,suara ponsel berdering membuat semua batal.
keannu mengaruk kepala kesal.
nanti aku akan coba lagi bathin keannu dalam hati
__ADS_1