
Fiana masih memikirkan kejadian yang baru saja ia alami. Kejadian yang Benar-benar membuat hatinya kembali terluka. Tanpa sadar cairan bening kini keluar dari mata Fiana dan membanjiri pipinya.
Hati Fiana seakan tidak karuan. Ia tidak tahu apa ia bisa mempercayai perkataan Galen bahwa mereka masih menjadi suami-istri atau ini hanya akal-akalan Galen saja untuk kembali menyakiti hatinya.
"Hiks.hiks.hiks."
tangisannya begitu memilukan sampai-sampai orang yang mendengarnya akan merasakan sakit yang sama seperti yang Fiana rasakan.
Tina yang saat itu baru saja membuka pintu rumah merasa terkejut mendengar suara tangisan seseorang. Tina dengan cepat berjalan ke arah tangisan itu berasal dan ia bisa melihat jika sahabatnya tengah duduk di lantai sambil menengelamkan kepalanya di antara lututnya.
Tina berlari mendekati Fiana.
"Fiana, kau kenapa?"
Fiana yang mendengar suara sahabatnya kini mendongkakan kepalanya. Bisa ia lihat bahwa Tina tengah mencemaskannya.
Fiana malah memeluk Tina. Ia tidak bisa memendam masalah ini sendirian.
"Hiks.hiks. aku benar-benar tidak tahu kenapa aku harus bertemu dengannya?"
Fiana berkata di sela-sela isakannya. Tina kini mengelus-elus punggung Fiana untuk menenangkan sahabatnya.
Tina yakin jika sahabatnya ini sudah bertemu dengan Galen. Cukup lama Tina membuat sahabatnya itu tenang.
"Kau tunggu disini, aku akan mengambil air untukmu."
Tina kini melepaskan pelukannya dan berjalan keluar dari kamar Fiana. Fiana hanya diam di tempatnya.
Tina kembali masuk ke dalam kamar Fiana. Tina langsung menyodorkan gelas yang ia bawa pada Fiana. Fiana tidak menolak dan segera meminum air yang di berikan Tina.
"Sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu menangis seperti itu? "
Tina kini duduk di ranjang Fiana sambil menatap sahabatnya yang duduk di hadapannya. Fiana tidak langsung menjawab membuat Tina bisa mengerti jika sahabatnya belum siap menceritakan masalahnya itu.
"Jika kau memang belum siap, tidak apa. Aku tidak akan memaksamu untuk memberitahuku sekarang."
Tina sangat mengerti perasaan Fiana.
"Lebih baik kau tidur."
Tina menyuruh . Fiana kini menurut. Ia memang sangat lelah karena menangis tadi.
"Tidurlah, aku akan ke dapur."
Setelah mengatakan itu Tina kini berjalan pergi dari kamar Fiana.
...💛💛💛...
Galen sedari tadi hanya diam. Dia masih memikirkan istrinya itu. Galen bersyukur ia bisa berbicara dan memandang wajah cantik istrinya yang selama setahun 3 bulan ini tidak ia lihat. Fiana tampak lebih kurus. Wajahnya terlihat lelah dan matanya memancarkan kesedihan yang begitu mendalam. Galen yakin jika itu semua salahnya karena selalu menyakiti hati Fiana.
"Ga, kau kenapa? Kita perhatikan kau sedari tadi melamun? Apa yang tengah kau pikirkan."
Azzam bisa merasakan jika temannya ini sedang ada masalah. Delvin juga bisa memperhatikan jika selama ini Galen selalu melamun setelah kepergian istrinya.
"Kau pasti sedang memikirkan keberadaan istrimu kan. Tenanglah kami akan terus membantumu untuk mencarinya."
Delvin berkata. Kedua teman Galen memang membantu Galen untuk mencari istrinya selama ini.
"Aku sudah menemukan keberadaannya."
Galen apa adanya membuat kedua temannya terkejut.
"Kau sudah menemukannya dimana?"
Azzam benar-benar penasaran.
"Di kota ini. Tadi aku baru saja menemuinya."
Galen kini menceritakan kejadian tadi pada kedua temannya.
"Aku rasa istrimu masih sangat terkejut melihatmu lagi. Jadi lebih baik kau biarkan dia untuk menenangkan dirinya. Aku yakin setelah dia tenang dia pasti akan menemuimu."
Delvin berpendapat.
__ADS_1
"Benar yang di katakan Delvin. Kau harus bisa lebih bersabar menghadapi Fiana yang sekarang karena dia sudah pernah terluka karenamu. Mungkin akan sulit bagimu untuk menjelaskan semuanya pada istrimu itu."
Azzam menyetujui ucapan Delvin. Galen juga sadar jika sikap Fiana padanya sekarang itu semua karena dia masih sangat terluka dengan Galen.
"Aku akan mencoba lebih bersabar."
Galen kini harus tetap memendam kerinduannya pada Fiana. Kerinduan yang sangatlah besar terhadap istrinya itu.
"Aku rasa kau jauh lebih bisa menghargai wanita sejak kau kehilangannya."
Azzam bergumam. Ucapan azzam memang benar Galen memang lebih menghargai yang namanya wanita sejak ia di tinggal pergi oleh Fiana.
...💜💜💜...
Satu bulan kemudian para karyawan hotel Fiana tengah berkumpul di aula pasalnya manajer Lita memberitahukan bahwa presdir ingin memberitahukan hal yang sangat penting.
Tina, Fiana dan Hasna tengah berdiri di tengah barisan sambil menunggu presdirnya itu datang.
"Fi, sebenarnya hal penting apa yang ingin di katakan suamimu itu hingga dia menyuruh kita semua untuk berkumpul disini?"
Tina benar-benar penasaran untuk itu ia bertanya pada sahabatnya itu. Fiana diam-diam berdecak sebal mendengar pertanyaan yang di ajukan sahabatnya itu padanya.
"Bagaimana mungkin kau bertanya hal yang tidak aku ketahui jawabannya apa. Jika kau penasaran tunggulah sampai dia datang."
Itulah jawaban yang keluar dari mulut Fiana.
"Aku kan hanya bertanya mungkin saja kau tahu."
Tina seakan mencoba memancing emosi sahabatnya itu.
"Berhenti menanyakan hal-hal yang berkaitan tentangnya padaku."
Fiana mengatakan dengan nada tidak sukanya. Hasna yang melihat pertengakaran yang terjadi kini memutuskan membuka suaranya.
"Berhentilah berdebat. Kalian tidak lihat jika presdir sudah datang."
Hasna memberitahu membuat Fiana serta Tina kini menatap ke depan. Mereka bisa melihat jika presdir sudah datang dan tengah berdiri di atas panggung.
"Saya mengumpulkan kalian semua disini untuk mengatakan jika hari ini sahabat saya dan istrinya akan berkunjung ke hotel ini. Saya mau kalian semua memperlakukan sahabat saya dan istrinya dengan sangat baik."
Galen memberitahu maksud dirinya mengumpulkan semua karyawan disini.
Galen berkata membuat semua karyawan Galen dengan serempak menganggukan kepalanya mengerti.
"Kalian boleh kembali bekerja."
Setelah mengatakan itu Galen kini berjalan keluar dari aula di ikuti oleh Pak Han sedangkan Manajer Lita kini naik keatas panggung.
"Saya mau beberapa orang yang saya sebutkan tetap berada disini dan yang lainnya boleh kembali untuk bekerja."
Manajer Lita terlihat menjedah kalimatnya.
"Tina, Hasna, Fiana, Wawan dan Rino tetap berada disini."
Kata Manajer Lita membuat kelima orang yang itu hanya diam di tempatnya sedangkan yang lainnya kini pergi.
"Kalian semua saya suruh untuk membersihkan penthouse yang ada di lantai 15 sebelah penthouse milik Pak Presdir. Saya mau semuanya sudah harus selesai satu jam sebelum tamu Presdir datang."
Manajer Lita memberikan perintah pada kelima karyawannya. Mereka dengan serempak menganggukan kepalanya.
"Kalian boleh pergi sekarang."
Setelah mengatakan itu Manajer Lita kini berjalan pergi begitu pula kelima orang itu.
...❤❤❤...
Fiana, Tina, Hasna dan kedua teman lelakinya kini tengah membersihkan seluruh ruangan yang ada di dalam penthouse ruangan ini sangatlah luas sama luasnya dengan penthouse milik presdir mereka.
Rino dan wawan tengah membersihkan kamar mandi sedangkan Fiana dkk bertugas membersihkan ruang yang lainnya.
"Menurutmu siapa teman Galen yang akan menginap di penthouse ini?"
Tina bertanya pada Fiana yang berada di sebrang ruangannya.
"Entahlah aku tidak tahu."
__ADS_1
Fiana berkata sambil merapihkan tempat tidur.
"Apa jangan-jangan tamu spesial yang di katakan Galen itu Felly dan suaminya."
Tebak Tina asal membuat gerakan tangan Fiana terhenti. Fiana kini menatap kearah sahabatnya itu dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Benarkah tamu spesial itu adalah adiknya dan adik iparnya?
Atau mungkin orang lain?
Tapi Bukankah Galen mengatakan jika mereka adalah sahabat baiknya.
Apa mungkin Azzam atau Delvin?
Pikir Fiana dalam hati membuat Tina menatap dengan tatapan penasaran.
"Apa yang tengah kau pikirkan?"
Tina berkata tepat di samping Fiana membuat Fiana tersadar dari lamunanya.
"Aku tidak memikirkan apa-apa."
Kata Fiana dengan cepat dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Ck, lagi-lagi kau berbohong padaku. Apa kau memikirkan ucapanku barusan. Apa kau cemburu karena aku mengatakan jika Felly yang menginap di hotel ini."
Tebak Tina tebakan Tina memang benar. Di hati kecil Fiana, ia merasa rasa cemburu jika memang benar Fellylah yang datang ke hotel ini. Fiana bahkan sangat tahu jika Felly sangat berarti di hidup Galen.
"Untuk apa aku cemburu padanya? Aku bahkan sudah tidak punya lagi hak untuk bersikap seperti itu."
Fiana lagi-lagi mengelak membuat Tina berdecak.
"Kau masih punya hak itu jika kau mau berdamai dengan hatimu. Jangan terus menerus menghindar darinya. Beri dia kesempatan untuk menjelaskan semua kesalah pahaman ini jangan sampai kau menyesal nantinya."
Tina terlihat memberikan nasehat pada Fiana yang kini hanya terdiam di tempatnya.
"Apa kau tidak ingin bersama lagi dengan kedua anakmu dan juga suamimu itu?"
Tina kembali berucap tapi lagi-lagi Fiana hanya diam. Saat Fiana ingin menjawab ada yang lebih dulu berkata.
"Apa yang kalian lakukan."
Suara seseorang membuat Fiana serta Tina sama-sama terkejut dan menatap ke belakang bisa mereka lihat jika Manajer Lita sedang berdiri tidak jauh dari mereka dengan tatapan tajamnya.
"Oh jadi begini kerjaan kalian jika saya tidak mengawasi kalian. Kalian pikir saya menyuruh kalian kesini untuk mengobrol dan bersantai-santai. Hah..."
Bentak Manajer Lita membuat Fiana serta Tina hanya bisa menundukan kepalanya.
"Jika kalian berdua sudah bosan bekerja disini. Saya bisa memecat kalian sekarang."
Ucapan Manajer Lita seakan tidak main-main membuat Fiana langsung menggelengkan kepalanya.
"Bu, saya mohon jangan pecat kami. Kami masih ingin bekerja disini."
Fiana segera mengeluarkan suaranya. Fiana benar-benar masih ingin bekerja di tempat ini. Sedangkan Tina diam-diam berdecak mendengar penuturan Manajer Lita.
"Jika kalian memang masih ingin bekerja disini segera lakukan tugas yang saya perintahkan sekarang."
Menajer Lita bergantian menatap Fiana serta Tina. Keduanya hanya mampu mengangguk kepalanya dan Tina kini segera berjalan pergi sedangkan Fiana kembali mengerjakan pekerjaannya.
Manajer Lita masih saja memperhatikan Fiana.
...💖💖💖...
Bersambung.
Siapakah tamu spesial Galen?
Apakah Felly dan suaminya seperti yang di katakan Tina ?
Bisakah Galen kembali bertemu dengan Fiana dan menyelesaikan masalah mereka?
Terima kasih.
Salamku dan Patimah_WIZONE
__ADS_1
Jangan lupa like, Vote, Komentar, dan Jadikan novel ini ke dalam daftar favorit kamu.