FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar

FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar
Eps 6. Bertemu Fiana


__ADS_3


Kantin hotel.


"Aku jadi penasaran, sebenarnya ada hubungan apa antara Pak Presdir dan office girl itu."


Reva terlihat memulai pembicaraan mereka. Ya, setelah mereka menguping pembicaraan Fiana dan kawan-kawan, mereka kini memilih ke kantin hotel untuk makan.


"Aku yakin mereka tidak memiliki hubungan apapun. Dia pasti berencana untuk bersaing denganku, untuk memiliki Pak Presdir."


Seru Lita yang tidak lain adalah Manajer di hotel ini. Dia tidak akan semudah itu percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.


"Bagiamana jika Office girl itu benar punya hubungan khusus dengan Presdir kita."


Reva mulai menebak - nebak tanpa sadar bahwa ucapannya itu justru membuat wanita di depannya itu semakin kesal.


"Jangan bercanda, Reva. Mana mungkin Presdir memiliki hubungan khusus dengan salah satu dari mereka, kalau pun mungkin dia hanya akan berhubungan khusus dengan ku, mengerti!"


Lita menekan kata - katannya agar Reva paham bahwa Presdir mereka itu tidak akan melirik para office girl itu.


"Tidak ada yang tidak mungkin, menurut ku. Kau bahkan tahu jika mereka bertiga sangat cantik."


Reva seakan mengakui bahwa Fiana, Tina dan Hasna memang memiliki wajah yang cantik. Dan dia tidak sadar juga bahwa Lita terlihat tidak suka dengan ucapan itu.


"Apa yang kau katakan?"


Lita nampak tidak terima dengan ucapan Reva tadi. Dia benar-benar kesal mendengar ucapan pujian dari Reva untuk mereka bertiga.


"Aku tahu kau pasti sengajakan memperkerjakan mereka bertiga di bagian office girl karena kau takut tersaingi oleh mereka, bukan!"


Reva berseru sambil menatap kearah Lita di depannya. Dia sedikit merasa takut juga melihat tatapan tajam yang di layangkan Lita untuknya.


"Oh jadi sekarang kau berada di pihak mereka, apa kau sudah bosan berada di balik meja resepsionis, huh!"


Seru Lita dengan nada tidak sukanya. Membuat Reva kini tersadar jika posisinya bisa terancam kali ini.


"Lit, aku hanya...."


Ucapan Reva dengan cepat di potong oleh Lita seenaknya. Dia seakan tidak membiarkan Reva untuk berbicara.


"Jika kau memang sudah bosan dengan posisimu sekarang, aku bisa saja memberikan posisimu itu untuk orang lain dan memindahkamu ke bagian office girl."


Lita nampak mengancam Reva dengan kata-katanya. Lita memang selalu menyalah gunakan jabatannya untuk ke pentingannya sendiri.


"Lita, ku mohon jangan pindahkan aku ke bagian itu. Kau kan tahu jika aku tidak ingin berurusan dengan hal seperti itu."


Reva terlihat menatap Lita dengan tatapan memohonnya. Dia berusaha membujuk Lita agar tidak memindahkannya ke bagian paling tidak di sukainya di hotel ini.


"Baiklah, karena aku masih berbaik hati padamu. Aku tidak akan memindahkanmu kebagian itu. Tapi jika sekali lagi kau membela mereka, maka aku tidak akan segan-segan untuk memindahkanmu ke bagian itu."


Setelah mengatakan itu Lita pergi meninggalkan Reva yang masih berada di kantin. Dia bersyukur karena Lita tidak jadi memindahkannya.


Sepertinya dia memang harus berhati - hati saat berbicara dengan wanita itu. Pikir Reva dalam hati. Reva langsung berlari mengejar Lita yang sudah berjalan jauh meninggalkannya.

__ADS_1


...💘💘💘...


1 bulan kemudian.


Fiana berjalan memasuki salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Surabaya bagian selatan.


Fiana sengaja datang kesini untuk menenangkan pikirannya dari masalah yang sampai saat ini belum bisa dia selesaikan.


Masalahnya dengan Galen.


Fiana masih belum bisa menampakan dirinya di hadapan Galen, walaupun ini sudah sebulan lamanya Galen berada di dekatnya.


Tapi Fiana masih tetap saja merasa takut kalau dirinya akan kembali kecewa nantinya, jika dia bertemu dengan Galen.


Fiana tampak mematung di tempatnya saat dia melihat sosok Galen yang berada cukup jauh darinya. Tapi Fiana masih bisa melihatnya dengan jelas.


Ada perasaan rindu saat melihat sosok lelaki itu kembali!!!


Rupanya perasaan cinta itu tidak pernah hilang dari hatinya, justru semakin hari perasaan itu semakin tumbuh.


Tes...


Satu tetes air mata tiba-tiba saja jatuh dari pelupuk matanya. Fiana merasa sedih karena tidak bisa memeluk tubuh lelaki itu, dia merindukan berada di pelukan Galen.


Tapi semua keinginannya itu tidaklah mungkin terjadi padanya karena sekarang mereka bukan lagi sepasang suami-istri. Dan Fiana tampak mengusap air matanya yang terus jatuh saat kerinduannya pada lelaki tidak bisa di bendung lagi.


Sedangkan Galen seperti merasa ada yang tengah menatapnya dari jauh dan dia kini mengedarkan pandangannya kearah sekelilingnya guna mencari sosok orang yang tengah memperhatikannya.


Pandangan mata Galen kini mulai tertujuh pada sosok seorang wanita yang berdiri cukup jauh darinya. Tengah menatap kearahnya. Galen terkejut saat mengenali siapa wanita itu.


Wanita itu adalah wanita yang selalu mengisih hatinya!!!


Wanita itu adalah wanita yang pernah dia lukai hatinya.


Wanita itu adalah istrinya yang selama ini dia rindukan.


Gumam Galen masih menatap Fiana dari jauh. Dia ingin kembali memastikan penglihatannya.


Dia tidak ingin jika wanita itu hanya sosok bayangan yang selama setahun ini dia rindukan.


Fiana masih saja menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan oleh Galen sendiri.


Dia harus memastikan lebih dekat, kalau wanita itu memang sosok istrinya yang menghilang setahun ini.


Ya Galen mulai berjalan dengan cepat kearah wanita itu


"Fiana..."


Panggil Galen yang kini mulai berlari ke arah Fiana. Fiana kini tersadar dan langsung berbalik untuk menjauh dari Galen.


Bahkan Fiana kini mulai berlari untuk bisa lebih cepat menghindari Galen.


"Fiana tunggu...."

__ADS_1


Teriak Galen berharap Fiana bisa mendengar suaranya dan menghentikan langkahnya. Tapi Fiana justru semakin menjauh darinya dan Galen langsung mempercepat larinya agar bisa menghentikan istrinya itu.


Galen tidak mau lagi kehilangan Fiana!!!


Tidak!!!


Saat Fiana sudah berada diluar pusat perbelanjaan itu. Dia menoleh kebelakang untuk memastikan bahwa Galen tidak mengejarnya lagi.


Tapi Fiana sadar mungkin saja lelaki itu masih mengejarnya dari belakang dan dengan cepat dia berlari menyebrangi jalan raya saat lampu sebentar lagi akan berubah warna menjadi hijau.


Saat Fiana sudah sampai di sebrang jalan lampu itu kini sudah berubah warna menjadi warna hijau.


Membuat Fiana merasa lega karena Galen tidak bisa lagi mengejarnya.


"Arght.... "


Galen terlihat frustrasi saat dia mulai kehilangan jejak Fiana. Ya dia baru saja keluar dari pusat perbelanjaan dan tidak melihat Fiana di manapun, jika saja tadi tidak ada orang yang menabraknya dia mungkin bisa mengejar Fiana saat itu juga.


Tapi sepertinya harapannya hanya tinggal harapan!!!


Yang jelas Galen sangat yakin wanita yang tadi dia lihat adalah Fiana, istrinya.


Tapi kenapa Fiana justru lari darinya saat dia memanggil nama istrinya itu!!!


Apa Fiana tidak ingin bertemu lagi dengannya maka dari itu Fiana memilih pergi darinya?


Entahlah yang jelas hati Galen sedikit lega saat mengetahui jika Fiana berada di kota ini. Kota yang sama seperti dirinya.


Walaupun dia tidak tahu pasti dimana keberadaan Fiana sekarang.


Yang jelas masih ada peluang baginya untuk bertemu lagi dengan istrinya itu jadi dia harus lebih keras untuk mencari keberadaan istrinya.


Dan jika saat itu tiba, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu lagi.


Galen mulai berjalan kembali untuk masuk ke pusat perbelanjaan. Karena dia belum membeli apapun tadi.


...💝💝💝...


Bersambung


Bisakah Galen bertemu dengan Fiana lagi?


Akankah Fiana menghindari Galen lagi atau justru menampakan dirinya di hadapan Galen.


Kalau penasaran nantikan kelanjutannya .


Makasih buat semuanya 🙏🙏🙏


Jangan lupa like


Salam twins_identik dan Patimah_WIZONE.


Jangan lupa tinggalkan komentar kalian 😊😊😊

__ADS_1



__ADS_2