
Fiana dan semua pegawai hotel tengah sibuk mengantarkan minuman pada setiap tamu yang datang. Ya! Ini adalah pesta yang di adakan pengusaha Doni Atmaja untuk merayakan keberhasilannya memenangkan tender.
Fiana sebenarnya khawatir jika ia akan bertemu dengan Galen di tempat ini. Apa lagi Galen akan ikut bergabung dalam pesta ini. Fiana berharap jika dia tidak bertemu dengan Galen disini.
"Untuk apa kau masih berdiam diri disini. Cepat antarkan minuman itu kepada para tamu jangan sampai kau mengecewakan tamu kita."
Kata Manajer Lita yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya. Fiana kini tersadar dan segera berjalan untuk menjajahkan minumannya.
Tanpa Fiana sadari ada seseorang yang sejak tadi memperhatikannya. Orang itu adalah Doni Atmaja orang yang menyewa tempat ini.
Disisi lain Galen tengah berjalan memasuki bolleroom hotel atau ballroom hotel bersama Pak Han untuk menemui Doni.
"Tuan Doni."
Pak Han kini memanggil nama Doni saat mereka sudah berada di belakang Doni. Doni kini menenggok kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Oh tuan Han."
Kata Doni menjabat tangan Pak Han saat tahu bahwa pria parubaya itu lah yang memanggilnya.
"Maaf, Tuan. Jika Saya sudah menganggu waktu anda, tapi saya datang kesini hanya ingin memperkenalkan pemilik hotel ini pada anda. Perkenalkan ini Tuan Galen Surendra pemilik hotel ini dan Tuan Galen perkenalkan ini Tuan Doni Atmaja orang yang menyewa tempat ini."
Pak Han memperkenalkan Galen pada Doni dan sebaliknya.
"Doni Atmaja."
Kata Doni mengulurkan tangannya di sambut baik oleh Galen.
"Galen Arya surendra."
Kata Galen menjabat tangan Doni.
"Bagaimana tuan, apa anda menyukai konsep yang kami berikan?"
Pak Han bertanya dengan nada sopan membuat Doni kini tersenyum.
"Saya sangat menyukai konsep yang kalian buat, ini benar-benar sangat memuaskan untuk saya."
Doni berkata dengan jujur karena semua rekan bisnisnya sangat menyukai desain yang hotel ini berikan membuat Galen dan Pak Han tersenyum lega mendengarnya.
"Saya tidak pernah menyangkah jika andalah pemilik hotel yang sering di bicarakan banyak orang itu."
Seru Doni memang tidak menyangkah jika sosok yang sering menjadi perbincangan di kalangan pengusaha adalah Galen pria yang masih muda dan sudah memiliki banyak cabang hotel di dalam maupun luar Negeri.
"Anda bisa saja."
Kata Galen merasa biasa saja.
"Saya berkata yang sebenarnya anda adalah pengusaha yang sangat sukses. Nama anda bahkan sering menjadi perbincangan di kalangan para pengusaha."
Doni memaparkan seberapa sukses Galen dan bagi Galen itu sama sekali tidaklah penting jika ia tidak memiliki wanita yang sangat ia cintai disisinya.
"Anda terlalu berlebihan."
Kata Galen apa adanya. Tiba-tiba saja Galen merasa jika Fiana tengah berada di sekitar dirinya membuat Galen akhirnya menatap kearah sekelilingnya mungkin saja ia benar menemukan Fiana disini.
Sedangkan Doni sejak tadi terlihat menatap gerak-gerik Galen yang terlihat aneh.
"Tuan Galen ada apa, kau terlihat sedang mencari seseorang? "
Tanya Doni membuat Pak Han kini menatap kearah Presdirnya yang memang terlihat tengah mencari seseorang.
"Saya merasa melihat seseorang yang saya kenal disini."
Galen berkata jujur sambil terus menatap sekeliling.
"Kalau anda ingin memastikannya silakan, saya akan menemui tamu yang lain."
Setelah mengatakan itu Doni kini pergi meninggalkan Galen dan Pak Han.
"Tuan, ada apa?"
Tanya Pak Han langsung bertanya tanpa mau berbasa-basi pada majikannya itu.
__ADS_1
"Saya seakan merasakan kehadiran istri saya disini, Paman. Bisakah kau membantuku mencari Fiana di tempat ini."
Galen tetap berkata dengan sopan pada orang yang sudah ia anggap seperti pamannya sendiri.
"Baik Tuan, saya akan mencari Nyonya muda. Anda tidak perlu cemas."
Pak Han kini segera pergi dari hadapan Galen sedangkan Galen sendiri juga mulai berjalan pergi.
...💗💗💗...
Fiana tengah meletakan beberapa gelas yang sudah ia isi air di atas nampan yang sudah ia sediakan. Ia akan kembali menjajakan minuman tersebut pada para tamu undangan.
Tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang tangannya membuat Fiana terkejut dan menatap siapa orang yang tengah lancang memegang tangannya.
Fiana bisa melihat ada seorang pria yang tengah berdiri tepat di depannya dengan senyuman yang tidak biasa.
Ia tiba-tiba saja merasa bahwa dirinya dalam bahaya. Apalagi pria itu sepertinya memang berniat jahat padanya.
"Tuan, lepaskan tangan saya."
Kata Fiana mencoba bersikap sopan. Walaupun ia tahu bahwa pria itu tidak mungkin melepaskan tangannya.
"Saya tidak akan melepaskan tangan wanita cantik sepertimu."
Pria itu rupanya berusaha untuk mengoda Fiana. Fiana tentu tidak nyaman dengan tindakan yang di lakukan pria asing di depannya ini.
"Tuan lepaskan tangan saya. Saya harus kembali bekerja."
Ujar Fiana masih mencoba bersikap sesopan mungkin. Pria itu justru semakin memegang erat tangan Fiana. Membuat Fiana diam - diam merintih kesakitan.
"Wanita cantik sepertimu tidak pantas jika harus menjadi pelayan. Lebih baik kau ikut saya kita bersenang- senang."
Pria itu masih saja memegang tangan Fiana dengan erat. Fiana menggelengkan kepalanya menolak ajakan pria asing di depannya itu.
"Tuan, saya mohon lepaskan tangan saya."
Fiana masih mencoba melepaskan tangannya dari tangan pria itu tapi tidak bisa.
"Saya tidak akan melepaskanmu. Lebih baik kau ikut saya kita akan bersenang - senang di dalam kamar dan saya yakin kau pasti akan menikmatinya."
"Siapapun tolong aku."
Fiana bergumam di dalam hatinya
"Tuan, apa yang anda lakukan pada sahabat saya."
Tina tiba-tiba muncul di hadapan Fiana dan Doni. Doni terlihat kesal saat melihat seorang wanita tiba-tiba saja datang dan berniat mengganggu kesenangannya.
"Siapa kau. Jangan ikut campur dengan urusanku."
Doni menatap Tina tidak suka. Tina sendiri juga menatap tidak suka pria di depannya ini.
"Cepat lepaskan sahabat saya atau saya laporkan perbuatan anda ini pada bos saya."
Tina berusaha mengancam Doni membuat Doni akhirnya kini melepaskan tangan Fiana. Fiana langsung memegang lengan Tina.
"Ayo kita pergi."
Tina menarik pelan tangan Fiana agar ikut bersama dengannya.
Sedangkan Doni sendiri menatap punggung keduanya dengan tatapan emosinya.
"Saya tahu jika anda menyukai office girl itu."
Seorang wanita kini terlihat berdiri di samping Doni membuat Doni kini melirik kearah sampingnya. Dia merasa tidak pernah mengenal wanita di sampingnya itu.
"Siapa kau? dan siapa orang yang kau maksud itu?"
Doni benar-benar tidak mengerti dengan maksud dari perkataan wanita di sampingnya itu.
"Perkenalkan nama saya Lita. Saya Manager di hotel ini dan saya tengah membicarakan wanita yang tadi anda pegang tangannya."
Lita memperkenalkan dirinya.
Doni kini mulai mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Jadi siapa nama wanita itu? "
Doni seakan penasaran dengan sosok Fiana.
"Dia Fiana salah satu office girl di hotel ini, jika anda tertarik padanya saya bisa saja membantu anda untuk mendapatkannya."
Lita berkata tanpa menatap lawan bicaranya. Doni kini menaikkan sebelah alisnya. Merasa heran.
Dia benar-benar tidak mengenal wanita bernama Lita itu, tapi wanita itu justru tiba-tiba saja ingin membantu dirinya.
Ada apa ini!!!
"Kenapa kau ingin membantuku? Kita bahkan tidak saling mengenal satu sama lain. Apa jangan-jangan kau punya dendam pribadi padanya? Pada wanita bernama Fiana itu!"
Duga Doni karena tidak mungkin wanita di sampingnya itu mau membantunya kalau tidak punya maksud yang lain, bukan!
"Saya hanya ingin wanita itu menjauh dari pria yang saya cintai dan jika anda tidak mau menerima tawaran saya juga tidak apa."
Mendengar perkataan Lita barusan membuat Doni kini tersenyum.
"Baiklah saya akan menjadi patnermu mulai hari ini. Tapi kau harus ingat bahwa saya setuju menjadi patnermu karena kita sama-sama menginginkan orang yang kita sukai."
Doni kini setuju membuat Lita tersenyum senang. Dengan begini wanita itu akan menjauh dari Galen untuk selamanya.
"Kau lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu, wanita pengoda."
Dalam hati Lita berkata dengan senyum liciknya.
...💗💗💗...
Fiana masih takut dengan kejadian yang baru saja ia alami. Jika tadi Tina tidak menolongnya Fiana tidak tahu lagi apa yang akan terjadi padanya.
Tina kini memeluk tubuh bergetar Fiana. Tina tahu jika sahabatnya ini tengah ketakutan sekarang.
"Tenanglah kau sudah aman sekarang."
Tina mengelus punggung Fiana untuk menenangkannya.
"Aku benar-benar takut jika hal itu terjadi padaku."
Fiana masih sangat ketakutan. Matanya bahkan memancarkan ketakutan yang begitu mendalam.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, kau aman bersamaku."
Tina menenangkan Fiana. Tina benar-benar tidak menyangkah jika sahabatnya ini mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pria itu. Jika saja Galen masih ada bersama sahabatnya ini mungkin semua itu tidak akan pernah terjadi.
Hasna yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu terlihat terkejut melihat kondisi Fiana. Hasna segera berlari mendekati Fiana dan Tina.
"Fi, kau tidak apa-apakan."
Hasna sudah berada di depan Fiana yang memang masih memeluk Tina. Tina menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan yang Hasna ajukan.
Hasna merasa bersalah pada dirinya sendiri yang tidak bisa menolong Fiana saat Fiana di goda oleh pria kurang ajar itu.
Hasna hanya bisa memegang tangan Fiana yang memang masih bergetar. Hasna benar-benar khawatir saat salah satu teman kerjanya memberitahunya jika Fiana baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan dari seseorang.
Hasna berharap kejadian ini sampai ketelinga presdirnya itu, agar presdirnya itu dapat menindak lanjuti masalah ini. Orang itu harus mendapatkan hukuman atas apa yang sudah dia lakukan pada sahabatnya ini.
...💔💔💔...
Bersambung.
Apakah harapan Hasna bisa terwujud?
Apakah Galen mengetahui tentang apa yang baru saja terjadi pada istrinya itu?
Nantikan selalu kelanjutan cerita ini.
Terimakasih. 🙏🙏🙏
Salamku dan Patimah_WIZONE
Jangan lupa like, komentar, vote dan jadikan novel ini ke dalam daftar favorit kamu.
__ADS_1