FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar

FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar
Eps1. Harapan


__ADS_3

Ini adalah karya kolaborasi yang berarti karya yang di buat bersama. Antara authour (twins_identik) dan Patimah_WIZONE.


Jadi jangan hanya mengenali satu penulis, kenali juga penulis yang lainnya ok 😊😊😊


Authour kasih tahu dulu cerita Sequel Fiana ini sudah berlangsung 1 tahun kemudian dari kepergian Fiana.


Dan jangan pernah mengaitkan dengan cerita Egois (Felly & Dito) atau Salah paham (Flora & Rega). Karena seharusnya Sequel ini di publikasi setelah cerita Egois dan Salah paham end.


Mohon untuk mengerti dan bekerja sama dengan meninggalkan komentar kalian di part 1 ini ok.


...



...


Sudah satu tahun ini Fiana bekerja di Hotel. Hotel yang di beri nama Fiana sama seperti namanya. Fiana sempat teringat dengan ucapan Galen bahwa dia akan memberi nama salah satu hotel miliknya dengan nama orang yang paling berarti di hidupnya.


Apa mungkin ini hotel milik Galen. Jika benar seharusnya, lelaki itu menamai hotel ini dengan nama Felly dan bukan dengan nama dirinya.


Sudahlah Fiana berhenti memikirkannya.


Dia sudah bahagia dengan istri barunya dan anak yang kau tinggalkan.


Fiana berpikir jika anaknya sekarang mungkin sudah berumur satu tahun. Fiana sebenarnya merindukan kedua anaknya.


Mereka mungkin sudah menjadi anak yang tampan dan cantik. Selama ini Fiana tidak pernah mengunjungi kedua anaknya dan keluarganya.


Fiana hanya belum bisa menata hatinya. Dia belum siap jika nanti dia akan bertemu dengan mantan suaminya. Fiana takut jika perasaan yang selama ini ingin dia lupakan justru bertambah semakin besar kepada mantan suaminya. Perasaan yang memang tidak pernah bisa di balas oleh orang yang dia cintai.


"Ehm..ehm. "


Deheman seseorang membuyarkan lamunan Fiana. Fiana menatap sahabatnya yang tengah berdiri tepat di sampingnya.


"Apa yang tengah kau pikirkan? "


Tina duduk di ranjang Fiana. Sambil menatap lekat kearah sahabatnya itu.


"Tidak ada. "


Jawab Fiana cepat terlalu cepat malah. Membuat Tina justru memincingkan matanya curiga pada sahabatnya itu.


"Jangan berbohong padaku Fiana. Aku tahu kau pasti tengah memikirkan suamimu kan? Sudahlah kenapa kau tidak kembali saja padanya."


Tina seakan tahu apa yang tengah di pikirkan oleh Fiana.


"Apa yang kau katakan Tina. Aku tidak sedang memikirkannya."


Elak Fiana tampak berbohong sambil mengalihkan tatapannya dari sahabat baiknya itu. Dia tidak ingin jika Tina tahu apa yang tengah dirasakannya.


"Ck...Kau itu tidak pandai berbohong Fiana. Aku tahu kau tengah memikirkannya. Kenapa kau tidak jujur saja padaku!!! Lagipula apa salahnya jika kau kembali lagi padanya Fiana, kau masih istrinya bukan!"


Seru Tina kembali mengingatkan status Fiana yang masih istri dari seorang Galen.


"Tentu saja salah Tina. Kau sudah gila menyuruhku untuk kembali bersamanya. Bukankah dulu kau tidak pernah setuju jika aku dekat dengannya dan asal kau tahu dia hanya mantan suaminya ku sekarang."


Jelas Fiana dengan wajah kesalnya. Tina balik menatap Fiana tak kalah kesal.


"Aku akan lebih gila jika melihatmu terus menerus seperti ini Fiana."


Seru Tina tidak kalah kesal dari Fiana. Fiana tampak mendengus melihat Tina justru balik menatap dirinya dengan tatapan kesal.


"Apa maksudmu?"


Fiana bertanya karena tidak mengerti dengan maksud dari ucapan sahabatnya itu. Tapi Tina tidak langsung menjawab pertanyaan dari Fiana.


Karena wanita itu justru tengah menghela nafasnya lebih dulu.


"Kau pikir aku tidak tahu jika selama ini. kau sering menangis diam-diam, melamun bahkan kau mengigau memanggil namanya. Aku sudah tidak tahan lagi melihatmu menderita seperti ini, Fiana!"


Fiana hanya diam. Dia tidak tahu jika apa yang selama ini dia lakukan justru di ketahui oleh sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku tahu kau sangat merindukannya."


Tina kembali berkata kini dengan nada yang. Benar yang di katakan Tina.


Fiana memang sering menangis diam-diam saat malam hari dan melamun memikirkan lelaki itu.


Tapi Dia tidak tahu kenapa dia terus saja memikirkan mantan suaminya!!!


Apa aku masih sangat mencintainya?


Apa aku memang merindukannya ?


Gumam Fiana dalam hatinya. Tapi kemudian Fiana tersadar bahwa Galen hanya masa lalu baginya. Dia tidak mau terus menerus memikirkan lelaki itu, TIDAK!!


"Sudahlah Tina, aku tidak ingin membahas hal ini lagi. Lebih baik aku berangkat kerja sekarang."


Fiana mulai bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil tas selempang yang sudah dia siapkan sejak tadi. Fiana tidak ingin terus membahas masalah lelaki itu dengan sahabatnya itu, karena dia yakin Tina pasti tidak akan pernah berhenti untuk menasehati dan menyuruh kembali bersama dengan Galen.


Fiana mulai berjalan menuju kearah pintu kamarnya.


"Aku, lebih baik melihatmu seperti dulu Fiana dari pada melihatmu seperti sekarang ini."


Tina berujar masih di tempat tidur milik Fiana. Fiana berhenti melangkah saat mendengar ucapan Tina.


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjadi seperti dulu lagi."


Setelah mengatakan itu Fiana langsung pergi meninggalkan Tina seorang diri. Tina hanya bisa menatap punggung sahabatnya yang menghilang di balik pintu kamar.


Bagaimana lagi dirinya harus menasehati Fiana, agar sahabatnya itu berhenti bersikap keras kepala!!!


...❤❤❤...


...Jakarta...


Galen terlihat tengah sibuk menyuapi kedua anak kembarnya di bantu oleh sang Ibu. Ya! Galen kini tengah menjalankan perannya sebagai seorang Ayah. Dia memang akan kewalahan jika tidak di bantu oleh Ibunya.


Galen sebenarnya bisa saja mencari baby sitter untuk kedua anak kembarnya tapi itu tidak dia lakukan, karena dia ingin mengurus anaknya sendiri. Tanpa campur tangan dari orang lain.


"Galen, apa kau yakin akan membawa kedua anakmu ke Surabaya? "


"Aku yakin Ibu. Lagipula aku tidak mungkin meninggalkan mereka disini, sedangkan aku akan berada disana cukup lama."


Seru Galen sambil menyuapi anak perempuannya. Ini adalah rutinitas setiap pagi yang dia lakukan.


"Jika mereka ikut denganmu kesana. Apa kau tidak akan kewalahan menjaga mereka? bukankah kau kesana untuk mengurus bisnismu!"


Ibu terlihat cemas saat mendengar keinginan Galen yang akan membawa kedua cucunya ke Surabaya. Sedangkan dia tahu jika Galen kesana untuk urusan bisnisnya.


Huft...


Galen menghela nafas. Galen tahu keputusannya untuk membawa kedua anaknya ikut bersamanya itu, memang tampak beresiko tapi jika dia tidak membawa mereka bersamanya.


Lalu siapa yang akan menjaga mereka disini? Galen tidak mungkin menyusahkan Ibunya kembali untuk menjaga kedua anaknya!!!


"Ibu, aku tidak mau jika terus menyusahkanmu."


"Apa yang kau katakan Galen. Ibu, tidak pernah sekalipun merasa disusahkan olehmu, lagipula mereka cucu Ibu sendiri!"


"Aku tahu Ibu. Aku hanya tidak ingin nantinya Ibu kelelahan menjaga mereka berdua. Jadi biarkan aku sebagai Ayahnya yang akan menjaga mereka berdua. Karena mereka adalah tanggung jawabku sekarang!"


Galen masih tetap pada pendiriannya. Dia tidak ingin lagi merepotkan Ibunya, sudah cukup selama satu tahun ini dia terus menerus merepotkan Ibunya.


"Ibu akan ikut denganmu kesana."


Putus Ibu sambil meletakkan mangkuk kosong milik cucunya diatas meja. Tapi Galen langsung menggelengkan kepalanya saat mendengar keputusan Ibunya.


"Jika Ibu ikut bersama ku. Bagaimana dengan Ayah, Ayah lebih membutuhkan Ibu disisinya daripada aku."


Galen seakan menolak usulan Ibunya. Dia ingin hidup mandiri dan tidak tergantung pada Ibunya.


"Ayahmu pasti akan mengerti."

__ADS_1


Jelas Ibu masih mencoba membujuk Galen agar mengizinkannya ikut ke Surabaya. Ayah G kini tengah berada di Paris untuk mengurus bisnisnya.


"Ayah jauh lebih membutuhkan dukungan ibu dari pada aku. Percayalah padaku Bu, aku pasti bisa menjaga kedua anakku dengan baik. Jadi Ibu tidak perlu khawatir padaku!"


Galen kembali menolak permintaan Ibunya. Dia berharap Ibunya kali ini bisa mengerti dengan keputusannya.


"Baiklah jika itu maumu. Tapi apa tidak sebaiknya kau memperkerjakan baby sitter untuk mengurus kedua anakmu selama kau berada disana, supaya saat nanti kau bekerja ada yang akan mengurus mereka!"


Ibu kembali mengusulkan sesuatu pada Galen. Beliau berharap kali ini Galen mau menuruti keinginannya.


"Ibu, bukankah aku sudah sering mengatakannya padamu. Jika aku tidak ingin memperkerjakan baby sitter untuk menjaga kedua anakku. Ibu bahkan tahu alasannya!"


Galen memang sering menolak usulan Ibunya tentang masalah itu. Galen hanya ingin menebus kesalahannya di masa lalu. Kesalahan yang dia buat pada Istrinya. Galen hanya ingin jika Istrinya lah yang akan mengurus dirinya serta kedua anaknya.


Sudah setahun ini Galen tidak pernah lagi bertemu dengan Istrinya. Istrinya itu seperti hilang di telan bumi.


Galen bahkan sudah menyuruh beberapa orang untuk bisa membantunya menemukan keberadaan Istrinya, tapi sampai saat ini dia belum bisa mendapatkan kabar apapun tentang keberadaan istrinya itu.


Galen merasa sangat bersalah selama setahun belakangan ini. Galen terus menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Istrinya itu.


Ya! Galen memang bodoh karena sudah menyia - nyiakan Istri sebaik Fiana.


Istri yang selalu dia sakiti hatinya. Galen bahkan baru sadar jika dia ternyata sangat mencintai Istrinya itu setelah Fiana pergi meninggalkannya.


"Galen, jika kau memang tidak ingin memperkerjakan baby sitter, Ibu tidak masalah. Tapi bisakah kau membawa Bi Rum dan Bi Jum untuk ikut denganmu kesana setidaknya mereka bisa menjaga kedua anakmu selama kau bekerja."


Galen kali ini hanya mampu menggangguk mendengar permintaan Ibunya itu. Sepertinya dia memang membutuhkan seseorang untuk menjaga kedua anaknya selama dia bekerja.


...❤❤❤...


Pagi harinya sesuai janji. Galen membawa serta Bi Rum dan Bi jum ke Surabaya untuk ikut menemaninya tinggal disana. Lebih tepatnya untuk menjaga kedua anaknya.


Galen kini sedang berada di dalam pesawat yang akan membawanya dan keluarga kecilnya ke Surabaya. Dia kini sedang mendudukkan putrinya di atas pangkuannya sedangkan putranya kini dia titipkan pada Bi Rum.


"Sayang, doakan Ayah supaya bisa bertemu dengan Bundamu. "


Galen terlihat mengajak bicara anaknya. Sang putri terlihat mengganggukkan kepala seperti mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ayahnya.


Galen sendiri berharap dia akan menemukan Istrinya di Surabaya. Selain ingin mengurus bisnis Galen juga ingin sekaligus mencari keberadaan Istrinya.


Karena sudah beberapa kota yang dia datangi dalam setahun terakhir ini, tapi dia tidak bisa menemukan Fiana dimana pun.


Dan kota terakhir yang akan dia tujuh adalah Kota Surabaya. Kota yang melukiskan cintanya pada Istrinya.


Ya! Galen sengaja membuat bisnis yang dia berinama dengan nama Istrinya itu.


Bisnis itu sudah berjalan selama setahun. Tadinya Galen ingin memberikan kejutan spesial pada Istrinya nanti, saat istrinya itu melahirkan. Tapi ternyata Istrinya itu lebih dulu pergi meninggalkan dirinya setelah Fiana melahirkan anak mereka.


Dua orang malaikat kecil yang sekarang menjadi sumber kekuatannya. Mereka yang dia berinama dengan nama pemberian Istrinya.


Tidak butuh waktu yang lama. Pesawat yang mereka tumpangi kini telah mendarat di bandara Surabaya.


Galen dan kedua asistennya kini turun dari dalam pesawat. Galen langsung di sambut oleh beberapa pria berjas. Mereka adalah orang kepercayaannya disini.


"Fiana aku berharap bisa menemukanmu disini!!!"


Gumam Galen sambil berjalan meninggalkan bandara tersebut.


...💗💗💗...


Bersambung...


Hayo Galen bakal ketemu sama Fiana enggak nih???


Terimakasih 🙏🙏🙏


Jangan lupa like 👍👍👍


Salam twins_identik dan Patimah_WIZONE.


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan komentar kalian **dan jadikan novel ini ke dalam daftar favorit kamu.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun authour juga**.



__ADS_2