
Galen dan Pak Han tengah berbicara hal yang penting mengenai keberadaan Fiana, istrinya itu.
"Jadi apa ada perkembangan mengenai keberadaan Istriku?"
Galen bertanya pada pria parubaya di depannya itu, Pak Han.
Dia sangat ingin mendengar kabar baik dari Pak Han. Pak Han tidak langsung menjawab pertanyaan Galen. Beliau terlihat menghela nafasnya karena merasa bahwa kali ini pun dia belum bisa memberikan kabar baik untuk majikannya itu.
"Maaf Tuan, saya belum bisa memberikan kabar baik untuk anda. Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari keberadaan Nyonya muda, tapi sampai saat ini belum ada yang bisa menemukan dimana keberadaan Nyonya sekarang."
Perkataan Pak Han membuat Galen semakin putus asa. Ia sudah terlalu sering mendengar kabar yang sama seperti ini dari orang - orang suruhannya yang lain. Yang sengaja ia sebar di setiap kota untuk mencari Fiana.
Tok....tok...tok...
Pintu ruangan Galen di ketuk oleh seseorang dari luar. Dan Galen langsung menghentikan pembicaraan mereka.
"Masuk."
Galen berseru dari dalam membuat seorang office girl kini masuk ke dalam ruangannya dengan membawa nampan berisi minuman. Office girl itu terlihat berjalan mendekati mejanya.
"Maaf Pak, ini minuman yang Bapak minta."
Office girl itu langsung meletakan 2 gelas minuman di atas meja Galen.
"Terima kasih, kau bisa kembali bekerja."
Perintah Galen membuat Office girl itu mengangguk. Dan mulai berjalan pergi.
"Tuan apa tidak sebaiknya kita cari Nyonya di luar Negeri saja, ada kemungkinan Nyonya mungkin berada disana."
Usul Pak Han memulai kembali pembicaraan mereka.
"Usulan Paman sepertinya tidak buruk, tapi apa masih ada kemungkinan untuk bisa menemukan keberadaan Istriku? aku sendiri kini sudah mulai putus asa."
Galen memang terlihat ingin menyerah. Dan ingin menghentikan pencarian ini, tapi di lain sisi hatinya menolak ide itu.
"Tuan, tidak baik jika anda menyerah seperti itu. Jika Tuan sendiri sudah mulai menyerah, bagaimana Nyonya bisa kami temukan."
Pak Han mulai memberikan nasehat pada Galen. Pak Han tahu jika anak majikannya itu sudah mulai merasa lelah mencari keberadaan Fiana yang sampai saat ini memang belum menemukan titik terang.
Office girl yang tadi mengantar minuman pada Galen kini terlihat menghentikan langkahnya saat mendengar penuturan Galen tadi.
Office girl itu bahkan belum mencapai ke pintu dan masih berada di ruangan milik Galen.
"Apa mungkin yang tengah mereka cari adalah Fiana sahabatku???"
Hasna terlihat berkata dalam hatinya.
Hasna kini memutuskan untuk pergi dari ruangan atasannya itu. Dia harus memberitahukan kabar baik ini pada sahabatnya itu.
Sahabatnya itu harus tahu apa yang baru saja di dengarnya.
...💚💚💚...
Fiana dan Tina tengah duduk di ruang pantry. Mereka berdua sedang istirahat sekarang.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Hasna masuk ke dalam ruang pantry dengan tergesa-gesa membuat Fiana dan Tina yang sejak tadi berada disana secara bersamaan kini menatap ke arah Hasna.
"Hasna, kau kenapa? Kenapa kau terlihat tergesa-gesa seperti itu?"
Tina bertanya karena penasaran. Melihat sahabatnya yang tadi berlari masuk ke dalam pantry tidak seperti biasanya.
Bukannya menjawab pertanyaan Tina. Hasna justru menatap sekeliling ruangan tersebut membuat kedua sahabatnya menatap Hasna dengan tatapan heran mereka.
Setelah merasa aman Hasna kini mulai menatap kearah kedua sahabatnya.
"Kalian tahu aku punya kabar baik. Dan aku yakin kalian pasti akan senang, terutama kau Fiana."
Ucap Hasna kini mulai menatap Fiana yang tengah duduk di salah satu kursi. Dengan tatapan seriusnya. Sedangkan Fiana serta Tina justru saling berpandangan karena tidak mengerti maksud dari ucapan sahabatnya itu.
"Kabar apa? "
Tina mewakili Fiana untuk bertanya pada Hasna.
Sedangkan Fiana sendiri terlihat tidak terlalu perduli dengan kabar yang akan di sampaikan oleh Hasna. Yang lebih utama sekarang adalah dia harus segera memakan - makanannya sebelum jam istirahat mereka selesai.
"Tadi aku baru saja dari ruangan Pak Presdir dan kalian tahu aku...."
Hasna memberitahu semua yang dia dengar tadi kepada kedua sahabatnya itu.
Fiana terlihat tidak langsung percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Hasna.
Karena sepertinya tidak mungkin jika Galen mencari dirinya!!!
Untuk apa??? Dia bukan Felly kekasih lelaki itu!!!
"Apa kau yakin dia tengah mencari keberadaan Fiana? "
Tina seakan memastikan dengan bertanya kembali pada Hasna. Fiana terlihat hanya diam.
"Aku juga belum tahu pasti, siapa wanita yang tengah Presdir kita cari. Tapi yang jelas raut wajah Presdir terlihat sangat putus asa, saat orang suruhan Pak Presdir memberitahukan kegagalannya menemukan keberadaan wanita yang disebut Nyonya muda itu."
Hasna berkata jujur. Dia tidak tahu siapa orang yang di panggil dengan sebutan Nyonya muda itu!!!
"Dia tidak mungkin mencariku, Hasna. Lagipula hubunganku dengannya sudah berakhir setahun yang lalu. Mana mungkin sekarang dia tiba-tiba datang kesini untuk mencari diriku."
Fiana masih tidak percaya jika orang yang di cari Galen adalah dirinya.
"Iya yang di katakan Fiana ada benarnya juga, Hasna. Mana mungkin dia jauh - jauh datang kesini untuk mencari Fiana. Apa lagi aku sangat tahu bagaimana hubungan keduanya dulu."
Tina juga sependapat dengan Fiana.
Walaupun dia juga berharap bahwa Galen benar mencari keberadaan sahabatnya itu.
"Tapi aku sangat yakin jika yang tengah di bicarakan oleh Pak Presdir adalah kau, Fiana. Jika memang aku salah, lalu siapa orang yang tengah Presdir bicarakan itu? "
Hasna malah bertanya pada kedua sahabatnya. Karena dia berpikir tidak ada wanita lain selain Fiana.
"Felly."
Keduanya serempak menyebut nama seseorang yang mungkin di cari oleh Galen. Siapa lagi kalau bukan kekasih lelaki itu.
"Felly, siapa dia?"
__ADS_1
Hasna terlihat asing dengan nama itu. Dia memang tidak tahu mengenai apapun.
"Dia adalah orang yang di cintai oleh Galen."
Tina menjawab apa adanya. Membuat Hasna menaikkan salah satu alisnya tampak heran.
Benarkah!!!
"Apa iya? "
Hasna seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Tina. Dia bahkan kini melirik kearah Fiana untuk memastikannya.
"Sudahlah jangan membicarakan dia lagi."
Seru Fiana tampaknya tidak ingin lagi mendengar apapun tentang mereka.
Dia hanya tidak ingin jika hatinya kembali merasakan sakit itu lagi!!!
"Apa tidak sebaiknya kau temui dia saja."
Usul Hasna membuat Fiana kini balik menatap kearah Hasna. Kali ini Tina yang diam.
"Untuk apa?"
Fiana justru bertanya kepada Hasna. Karena dia sendiri merasa bahwa itu tidak perlu dia lakukan.
"Tentu saja, untuk tahu siapa sebenarnya wanita yang tengah dia cari, mungkin saja memang benar kau yang telah dia cari, Fiana."
Kali ini Tina tampak setuju dengan usulan Hasna. Karena dia ingin jika Fiana segera bicara dari hati ke hati bersama Galen.
"Dan jika ternyata dugaanku lah yang benar. Bukankah aku akan kembali terluka. Tidak Hasna, aku tidak ingin melakukannya."
Seru Fiana sebenarnya dia ingin bertemu dengan Galen. Tapi dia masih terlalu takut jika ternyata Galen tidak benar-benar mencari dirinya.
Fiana terlihat sedih. Sedangkan Tina serta Hasna hanya mampu menghela nafasnya saat mendengar jawaban dari sahabat mereka itu.
Tanpa mereka sadari ada dua orang yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka. Salah satu dari kedua orang itu terlihat mengepal tangannya kuat-kuat karena kesal mendengar pembicaraan mereka.
Kedua orang itu kini memutuskan untuk pergi dari sana sebelum ketahuan.
...💗💗💗...
Bersambung....
Akankah Galen menyerah untuk mencari keberadaan istrinya itu???
Lalu siapakah yang diam - diam menguping pembicaraan antara Fiana dkk???
Terimakasih 🙏🙏🙏
Jangan lupa like , Vote , Komen, Dan jadikan novel ini ke dalam daftar favorit kamu.
Salam twins_identik dan Patimah_WIZONE.
Jangan lupa tinggalkan komentar kalian 😊😊😊
__ADS_1