FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar

FIANA Sequel Pengantin Yang Tertukar
Eps 17. Bahaya


__ADS_3


Hati Galen tiba-tiba saja merasa resah. Ia tidak tahu kenapa. Tapi saat Pak Han memberitahukan jika ada salah satu karyawannya yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kliennya membuat hati Galen jadi tidak menentu. Galen tiba-tiba teringat dengan istrinya.


Pak Han bahkan tidak mengatakan siapa wanita yang mendapatkan perlakuan seperti itu.


"Paman, saya ingin kau yang mengurus masalah ini dan cari tahu siapa wanita yang telah di perlakukan seperti itu di hotel saya jika perlu periksa cctv disana. Dan ingat jangan sampai ada yang terlewat."


Galen benar-benar marah saat tahu jika kliennya berbuat seenaknya di hotelnya.


"Baik, tuan. Saya akan segera mencari tahu tentang masalah ini."


Kata Pak Han seadanya.


"Saya ingin secepatnya Paman mendapatkan informasi itu secara detail dan segera beri tahu saya jika Paman sudah mendapatkan informasi itu."


Galen berkata sebelum Pak Han pergi. Pak Han kini menganggukan kepalanya setelah itu pergi dari hadapan majikannya itu.


"Semoga dia bukan istriku."


Galen berharap dalam hatinya . Ia sendiri tidak tahu kenapa ia malah teringat dengan istrinya itu.


...❤❤❤...


Keesokan harinya.


Di ruangan Galen.


Galen terlihat memijit keningnya untuk mengurangi rasa pusing yang tiba-tiba saja di rasakannya.


Suara pintu yang di ketuk dari luar oleh seseorang membuat Galen kini mengalihkan tatapannya kearah pintu.


"Masuk."


Saut Galen dari dalam ruangannya.


Tak lama kemudian sekretaris Jun masuk ke dalam ruangannya.


"Bapak, memanggil saya?"


Sekretaris Jun langsung bertanya setelah berdiri tidak jauh dari meja kerja Galen.


"Saya ingin meminta data karyawan bagian office girl dan office boy secepatnya."


Galen menyuruh membuat sekretaris Jun menganggukan kepalanya.


"Saya akan segera menyerahkan datanya pada anda, Pak Presdir."


"Kau boleh kembali bekerja."


Setelah mengatakan itu Sekertaris Jun nampak berjalan pergi dari ruangan Galen. Entah kenapa ia ingin sekali mengetahui siapa saja nama office girl di hotelnya.


...💜💜💜...


Sedangkan di tempat lain. Lita kini berjalan masuk ke dalam ruangan atasannya.


"Bapak, memanggil saya?"


Lita bertanya saat dia sudah berada di dalam ruangan atasannya. Pak Seto selaku HR Admin kini mulai menatap Lita.


"Saya mau kau antarkan berkas ini ke ruangan sekretaris Jun."


Pak Seto memberikan berkas itu pada Lita. Lita hanya mengangguk dan pergi dari ruangan atasannya.


Lita yang penasaran dengan berkas di tangannya itu kini mulai membuka isi dari berkas itu, Lita terkejut setelah membaca tulisan yang terterah di dalam berkas itu.


"Untuk apa sekretaris Jun meminta data Office girl dan Office boy."


Kata Lita berjalan sambil memikirkan jawaban atas pertanyaannya itu.


"Apa jangan-jangan ini ada kaitannya dengan kejadian semalam. Tidak aku tidak boleh membiarkan semua rencanaku gagal."


Lita ternyata bisa menebak jawaban atas pertanyaannya itu. Lita kini berjalan cepat menuju ruangannya. Ia harus berbuat sesuatu agar rencananya tidak gagal.


Lita kini mulai sibuk dengan laptopnya. Lita mulai tersenyum melihat hasil karyanya itu selesai di buat.

__ADS_1


"Kau tidak akan mungkin bisa menemukan keberadaan wanita itu."


Lita bergumam sendiri sambil menatap selembar kertas yang kini ia pegang. Yang harus ia lakukan sekarang adalah mengantarkan berkas ini pada sekretaris Jun.


...💖💖💖...


Galen memeriksa berkas yang baru saja dia terima dari sekretarisnya. Dia membaca setiap nama yang terterah disana dan dia tidak menemukan nama orang yang tengah dia cari.


Galen sebenarnya tengah mencari Fiana. Mungkin saja Fiana bekerja di hotelnya karena dia pernah melihat sosok yang mirip dengan Fiana tengah memakai seragam hotel ini dan dari bagian office girl.


Galen terlihat kecewa saat dia tidak menemukan nama Fiana disana.


"Apa wanita yang pernah aku lihat bukanlah Fiana? tapi siapa? Kenapa postur tubuh mereka sangat mirip jika di lihat dari belakang."


Gumam Galen dalam hatinya.


Galen kini menatap sekretarisnya yang memang masih berada di dalam rungannya.


"Kau yakin jika semua data ini benar? Dan tidak ada yang terlewat kan?"


Galen bertanya untuk memastikannya. Jun segera mengangguk kepalanya.


"Saya yakin tidak ada yang terlewat, Pak. Karena saya sendiri yang langsung meminta data itu dari bagian HR admin."


Sekretaris Jun memberitahu yang sebenarnya membuat Galen menghela nafas beratnya.


"Baiklah kau boleh pergi."


Galen kini menutup berkas itu. Jun kini pergi dari ruangan atasannya.


Jun sendiri merasa heran sebenarnya apa yang tengah di cari oleh atasanya itu. Dan kenapa harus dari bagian office girl dan office boy?


Jun memang baru setahun bekerja di hotel ini. Dan langsung di tugaskan menjadi sekretaris Galen oleh Pak Han yang memang sudah lama bekerja dengan keluarga Galen. Untuk itu Jun tidak tahu masalah yang tengah di hadapi Presdirnya itu.


Yang tahu hanya Pak Han dan sekretaris Kikan tentang masalah yang tengah terjadi pada kehidupan Galen karena Kikan adalah sekretaris Galen yang dapat di andalkan. Dia juga sudah mengenal Fiana sejak Galen memperkenalkan dirinya pada Fiana.


...💙💙💙...


Disisi lain.


Fiana baru saja selesai membersihkan kamar 150. Dia kini tengah berjalan menelusuri lorong di lantai 10 tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang menghalangi jalannya, membuat Fiana yang tengah membawa troli kini mendongakkan kepalanya kearah orang tersebut.


Dia adalah pria yang beberapa hari yang lalu berniat buruk padanya. 


Fiana bahkan bisa melihat senyuman misterius yang pria itu tunjukkan padanya seperti sebuah alarm bahaya untuknya. Membuat Fiana merasa takut.


"Apa yang kau lakukan disini, Tuan?"


Fiana bertanya masih dengan nada sopannya tapi suaranya sedikit bergetar.


Dia harus segera pergi dari sini. Sebelum lelaki di depannya itu berbuat kurang ajar padanya. Tapi bagaimana caranya dia pergi.


Pikir Fiana di dalam hatinya.


Doni tampak tersenyum dengan miring saat melihat Fiana yang menatap dirinya dengan tatapan takutnya itu.


"Rupanya kita memang di takdirkan untuk bertemu kembali, Fiana. Bukankah ini yang namanya jodoh."


Perkataan Doni membuat Fiana kembali terkejut dari mana pria ini tahu namanya.


Fiana justru mundur perlahan dan melepaskan tangannya dari troli di depannya itu. Dengan sigap Doni maju selangkah saat melihat Fiana mundur untuk menjauhinya.


Dia suka saat melihat ekspersi takut di wajah Fiana, yang justru terlihat semakin menggemaskan untuknya.


"Kau adalah wanita tercantik yang pernah aku temui. Bagaimana jika kita bermain sebentar di salah satu kamar."


Nada suara Doni terdengar menakutkan untuk Fiana bahkan membuat bulu kuduknya berdiri. Dan jangan lupakan tatapan penuh gairah yang di tunjukkan Doni padanya.


Seperti tatapan singa yang ingin memakan mangsanya.


"Tidak, aku tidak mau."


Tolak Fiana langsung kini dengan cepat dia mulai berbalik untuk pergi tapi lengannya justru di tangkap oleh tangan besar Doni membuat Fiana terkejut.


"Jangan munafik. Aku tahu sebenarnya kau juga menginginkannya kan. Ikut aku akan aku beritahu apa itu bersenang - senang."

__ADS_1


Doni justru menarik lengan Fiana dengan kasar membuat Fiana langsung memberontak dari gengaman tangan Doni.


"Aku tidak mau, lepaskan aku."


Fiana mencoba untuk bisa lepas dari pria kurang ajar di depannya ini. Tapi Doni justru semakin mencengkram lengan Fiana dengan erat tanpa peduli jika Fiana tampak kesakitan.


"Tolong.... tolong aku...."


Fiana berteriak meminta tolong berharap ada seseorang yang mau menolongnya.


"Percuma kau berteriak seperti itu, karena tidak akan ada yang mau menolongmu..."


Doni berkata sambil terus menarik paksa tangan Fiana agar mau  mengikuti langkah besarnya.


Dia sudah tidak sabar untuk merasakan tubuh Fiana di atas ranjangnya.


Sedangkan Fiana mulai putus asa. Karena lorong hotel ini tampak sangat sepi, dia benar - benar takut sekarang. Bahkan tubuhnya ikut bergetar karena ketakutan. Kedua matanya pun tampak berkaca - kaca.


Fiana menutup kedua matanya membuat air matanya jatuh.


"Galen, tolong aku."


Gumam Fiana berkata dalam hati. Dia benar-benar berharap Galen akan datang untuk menolongnya.


...💚💚💚...


Sedangkan di tempat yang lain.


Galen baru saja keluar dari dalam lift di lantai 10 bersama Pak Han. Langkah Galen tampak terhenti saat tiba-tiba saja dia mendengar suara seseorang meminta tolong.


Suara itu terdengar sangat familiar di telinganya.


"Bukankah itu suara Fiana."


Galen berkata di dalam hatinya.


"Paman, apa kau juga mendengar suara seseorang meminta tolong?"


Galen bertanya karena ingin memastikan pendengarannya itu.


"Saya juga mendengarnya tuan, saya..."


Sebelum Pak Han menyesaikan ucapannya. Galen sudah lebih dulu berlari mencari asal sumber suara itu perasaannya tiba-tiba saja tidak enak.


Sedangkan Pak Han langsung ikut berlari mengikuti majikannya dari belakang sepertinya ada sesuatu yang tidak beres.


Dari kejauhan Galen bisa melihat seorang pria tengah menarik paksa lengan seorang wanita untuk ikut bersama dengannya.


"Tolong....tolong...."


Wanita itu kembali berteriak. Membuat Galen dengan cepat berlari ke arah mereka yang akan sampai di depan lift di ujung lorong sana. Bahkan Galen mempercepat kakinya agar sesegera mungkin sampai disana sebelum pria itu membawa masuk wanita itu ke dalam lift.


Tap...


Galen berhasil sampai dan langsung menahan sebelah lengan wanita itu yang bebas dan menahannya untuk tetap berada disini.


"Apa yang anda lakukan padanya, Tuan?"


Galen bertanya sambil mengatur nafasnya yang sempat tidak teratur karena berlari. Dia kini tengah berada tepat di belakang Doni dan Fiana.


Fiana nampak menghela nafasnya dengan lega saat mendengar suara seseorang yang tampak familiar di belakangnya itu. 


Tanpa berbalik pun Fiana yakin itu adalah suara Galen. Jadi doanya terkabul. Galen berada disini dan tengah memegang sebelah lengannya membuat perasaan Fiana yang sempat tak karuan karena Doni kini menjadi lebih tenang berkat adanya Galen.


Galen sendiri langsung maju selangkah berdiri tepat di samping wanita berseragam office girl. Tanpa melepaskan tangannya dari lengan wanita itu.


Dan betapa terkejutnya Galen saat dia melirik kesampingnya. Seseorang yang selama ini di carinya justru kini berada tepat disampingnya.


...💘💘💘...


Bersambung....


Terimakasih 🙏🙏🙏


Salam ku dan Patimah_WIZONE.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, komentar dan jadikan novel ini ke dalam daftar favorit kamu.



__ADS_2