
Setelah acara hari akad, Fira dan Rian merasa capek karena dari hari sebelumnya sibuk mempersiapkan untuk hari H. Mereka masih tidur di kamar terpisah. Rian tidur di rumah Irfan bersama kedua orang tuanya juga. Rencananya besok pagi mereka kembali ke Surabaya karena Rian harus bekerja.
Keesokan harinya Fira, Rian dan kedua orang tua Rian sudah bersiap untuk kembali. Mereka berpamitan dengan keluarga Fira.
“Ya Allah pak Hari, kira baru aja ketemu sudah harus berpisah lagi ya..” kata pak Fikri.
“Iya Pak.. saling mendoakan ya semoga kita diberi kesehatan..”
“Bu Ira.. nanti kapan-kapan main ke surabaya ya.. senangnya akhirnya kita bisa berbesanan..” kata bu Rina dengan tersenyum senang.
“Iya bu.. akhirnya ya..”
Rian dan Fira berpamitan dengan Nenek, tak lupa mereka mencium tangan neneknya. Setelah itu mereka salim dengan kedua orang tua Fira. Mata Fira tampak berkaca-kaca, dia merasakan sekarang dia sudah berpisah dengan orang tuanya. Pak Rian tersenyum, beliau memeluk Fira dengan kasih sayang.
“Nak.. sekarang kamu bukan tanggung jawab bapak lagi.. kamu harus berbakti pada suami mu.. apa yanh dia katakan harus kamu taati..”, pesan pak Hari pada anaknya.
“Iya pak.. Fira akan berbakti pada Rian..”, jawab Fira.
“Nak Rian.. sekali lagi bapak titip Fira ya.. dia sekarang menjadi tanggung jawab kamu..”
“Iya pak.. saya pasti kana menjaga Fira dengab sepenuh hati saya..”, jawab Rian dengan mantap.
Setelah berpamitan, mereka menaiki mobil dan berangkat kembali ke Surabaya. Rian yang mengemudikan mobilnya, pak Fikri duduk disamping Rian sementara Fira dan bu Rina duduk di belakang.
Selama di perjalanan, Fira berbincang-bincang dengan bu Rina. Beliau menceritakan banyak hal tentang Rian. Tentang masa kecilnya, sekolahnya, dan sifat Rian yang belum Fira ketahui.
“Oh iya, kamu panggil saya Mama aja ya Ra..sama kayak Rian manggil Mama..”, kata bu Rina.
“I.. iya Ma..hehe masih belum terbiasa..”, kata Fira yang masih malu.
“Nanti juga terbiasa..”
“Senangnya yang sekarang jadi ada teman dirumah..”, goda pak Fikri pada Istrinya.
“Iya dong Pa.. kesepian Mama di rumah sendirian kalau ditinggal kerja kalian...”
“Eh Ma.. aku dan Fira akan tinggal di tempatku.. jadi nggak di rumah..”, sahut Rian kemudian.
Bu Rina tampak sedikit kecewa. Baru saja beliau senang akan mendapatkan teman ketika dirumah, ternyata Fira akan tinggal bersama Rian di tempatnya. Pak Fikri hanya tertawa mendengarnya. Kasihan Mama..
“Yah.. tapi kalian jangan lupa ya sering-sering pulang ke rumah..”, kata bu Rina lagi.
“Iya Ma.. pasti..”
Sementara itu, Fira masih belum tau tempat Rian itu dimana, dia hanya bisa menurut. Yang penting dia bisa tetap bersama dengan Rian.
Dua jam kemudian Rian dan keluarga sampai di rumah utama keluarga Rian. Fira baru pertama kali kesana. Rumahnya ada di daerah perumahan elit, besar, dua lantai. Di rumah juga dijaga oleh satpam. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah. Fira masih sedikit ragu, apakah dia pantas tinggal disana. Rian yang habis memarkirkan mobilnya berjalan sambil langsung menggandeng tangan Fira masuk. Fira kaget melihatnya, ini pertama kalinya dia bergandengan tangan dengan laki-laki. Rian menunjukkan kamarnya yang ada di lantai 2. Fira bertambah kagum, kamar Rian luas, berbeda dengan kamarnya dirumah, kamar mandi ada di dalam kamar jadi tidak harus keluar kamar untuk ke kamar mandi. Rian melepaskan tangannya dan menaruh barang-barang Fira disana. Fira masih terdiam.
“Ra.. kamu kenapa ?”, tanya Rian.
__ADS_1
“Eh.. nggak apa-apa Mas.. aku belum pernah ke kamar yang seperti ini..”, kata Fira sambil malu-malu.
Rian sempat diam sejenak, dia fokus pada kata-kata Fira yang memanggilnya ‘Mas’, dia langsung tersenyum. Dia kemudian mengajak Fira duduk di shofa yang ada di kamar itu.
“Gini Ra.. sekarang kamarku ini juga kamarmu.. jadi kamu santai aja ya..”, jelas Rian.
Fira mengangguk.
“Hari ini kita menginap disini dulu ya.. besok kita ke kontrakan kamu dan beresin barang kamu, kita pindahin ke apartemen ku..”, terang Rian.
“Kamu tinggal di apartemen Mas ?”, tanya Fira.
“Iya.. aku udah lama tinggal disana, deket juga dengan kantor..”
“Baiklah.. aku ikut sama kamu Mas..”
Mereka tersenyum bersama, Rian menepuk kepala Fira pelan. Lama-lama mereka canggung sendiri, karena itu adalah pertama kali mereka berdua di kamar. Untungnya bu Rina memanggil mereka untuk makan siang, sehingga mereka langsung ke meja makan. Fira duduk disamping Rian dimana mama mereka di didepannya bersama pak Fikri.
“Apa aku mengganggu kalian ?”, selidik bu Rina.
“Enggak kok Ma..”, jawab Rian.
Fira hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari ibu mertuanya itu. Bu Rina senang menggoda mereka berdua. Setelah makan siaang, Fira membantu mamanya membersihkan meja makan dan mencucinya, sedangkan Rian kembali ke kamarnya untuk tidur, karena dia merasa capek setelah perjalanan jauh.
Fira kemudian menyusul ke kamar, dia ingin istirahat juga. Sampai di kamar, dilihatnya Rian sudah tidur pulas di tempat tidur. Fira masih sedikit canggung, dia memberanikan diri berbaring di sisi lain dari tempat tidur disamping Rian dan membelakanginya.
Rian bangun, dilihatnya Fira yang sedang tidur disampingnya, dia kemudian perlahan-lahan mengalungkan tangannya sehingga Fira bisa berbantalkan tangannya, sedangkan tangan satunya memeluk badan Fira tanpa membangunkannya. Rian lalu kembali tidur.
Rian yang baru bangun melihat Fira masih tidur. Dia tidak sadar jika Fira sudah bangun. Rian pelan-pelan melepaskan tangannya pelan-pelan lalu beranjak bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan wudhu untuk sholat Ashar.
Fira membuka matanya, dilihatnya Rian membuka almari dan membawa baju ganti dan handuk ke kamar mandi. Setelah Rian masuk, Fira mengambil nafas lega. Kemudian diambilnya baju ganti yang akan di kenanya dan duduk di tempat tidur sambil memainkan hp menunggu Rian selesai.
Tidak lama kemudian, Ria keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju gantinya.
“Udah bangun Ra ?”
“Udah Mas..”
“Yaudah kamu mandi dulu, udah Ashar ini..”
Fira kemudian beranjak ke kamar mandi dengan membawa baju gantinya. Di kamar Fira masih belum melepaskan jilbabnya, dia masih merasa malu. Rian tidak masalah dengan itu, dia kemudian sholat duluan sementara Fira mandi.
Malam harinya setelah Isya’, Rian dan Fira bersantai di ruang keluarga bersama kedua orang tua Rian. Mereka sedang menonton tv sambil bercengkrama.
“Besok rencana kalian gimana ?”,tanya ayah Rian.
“Besok kita mau ke kontrakan yah.. mau mindahin barang-barang Fira..”, kata Rian.
“Oh yaudah besok kalian sekalian barengin Mama ya.. Ayah mau langsung ke Kantor soalnya..”, perintah ayah Rian.
__ADS_1
“Oke Yah..Mama cepet banget mau rumah yang disana lagi..”
“Iya Mama mau bersih-bersih soalnya..”
“Aku bantuin yaa Ma..”, kata Fira menawarkan diri.
“Nggak usah nak.. kamu beresin barang-barang kamu aja..”
“Baiklah Ma..”
“Wah, nggak harus kontrakan lagi dong, jadi berkurang uang kontrakan yang Mama terima..”, canda bu Rina.
Semuanya tertawa mendengar yang dikatan bu Rina.
“Hehe Maaf ya Ma...”, jawab Fira kemudian.
“Kamu bayarnya di aku aja Ra..”, kata Rian menimpali.
“Kenapa ? Emangnya bayar apa Mas ?”, tanya Fira yang tidak mengerti.
“Bayar buat apartemen kita..”, jawab Rian dengan tersenyum lebar.
Fira tampak berfikir sejenak,
“Baiklah aku akan ikut bayar buat apartemennya..”
Mendengar apa yang dikatakan Fira, Rian dan kedua orangnya sampai tertawa lepas, Fira masih belum faham apa yang mereka tertawakan. Rian langsung mengelus kepala Fira dan merangkul pundaknya karena gemas.
“Enggak Ra.. aku cuman bercanda..”, kata Rian kemudian.
Fira merasa di bohongin, dia malu sendiri karena mudah sekali percaya. Dia tersenyum sendiri, Rian yang tambah gemas dengan istrinya itu dan mencubit pipi Fira. Fira langsung menepis tangan Rian karena malu dilihat kedua mertuanya.
“Ehem.. dasar ya pengantin baru.. sana udah malam cepat tidur..”, goda Mama Rian.
“Apa sih Ma.. nanti juga kita tidur.. iya nggak Ra ?”
“Iya.. Ma..”, jawab Fira dengan malu.
Sekitar jam 9 malam, Fira kembali ke kamar duluan, sementara Rian masih mengobrol dengan ayahnya. Di kamar, Fira bingung sendiri apa yang harus dia lakukan nantinya, apakah Rian akan meminta haknya malam ini, tapi dia belum siap. Dia mecoba menyibukkan dirinya dengan memainkan hp di tempat tidur. Rian tiba-tiba datang, dilihatnya Fira belum tidur. Rian lalu mendekatinya dan berbaring disamping Fira.
“Ra.. kenapa belum tidur ? Katanya udah ngantuk..”, tanya Rian.
“Hehe.. ini mau tidur Mas..”, jawab Fira sambil meletakkan hp nya di meja samping tempat tidur.
“Sini deketan.. tenang aku nggak akan ngapa-ngapain kok malam ini..”, kata Rian dengan tersenyum seolah tau apa yang difikirkan oleh Fira.
Fira kemudian mendekatkan dirinya pada pelukan Rian. Rian mengecup dahi Fira sejenak, yang membuat Fira terkejut. Aku tau kamu belum siap.. batin Rian
“Kita tidur aja malam ini..”
__ADS_1
Fira mengangguk pelan dan membenamkan kepalanya di leher Rian. Mereka berdua tidur dengan pulas.