
Rian berjalan keluar kantor bersama Rere, mereka akan makan siang bersama karena ajakan dari Rere. Saat sampai di lobby, Rian melihat seorang perempuan yang berlari keluar disusul kedua temannya. Dia merasa kenal dengan mereka, tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan bergegas keluar.
Sementara itu, Fira berlari keluar sampai di parkiran. Icha dan Randi yang mengejarnya sampai lelah karena ikut lari.
"Ra ! Kamu kenapa sih lari gitu ?", tanya Randi.
"Nggak apa-apa Ran, tadi aku ngeliat Rian sama temannya.."
"Emangnya ada apa kalau mereka melihat kita ?", selidik Randi.
"Nggak apa-apa sih, malu aja hehe..."
"Ngapain juga harus malu.. memang kita mau melamar magang disana kok...",kata Randi kemudian. Entah kenapa dia langsung berbicara dengan nada tinggi ketika Fira menyebut Rian. Mungkin karena dia cemburu.
Sementata Icha langsung mengambil botol berisi air yang sudah dibawanya lalu meminumnya. Fira yang juga haus langsung meminta minuman Icha. Setelah mereka istirahat sejenak, mereka memutuskan kembali ke kampus, karena sore itu ada matakuliah.
Rian yang sudah selesai makan siang kembali ke kantor, ketika sudah masuk ruangannya Rian melihat beberapa tumpukan form lamaran magang yang diajukan ke perusahaannya. Saat melihat satu persatu form lamaran, matanya langsung tertuju pada salah satu lamaran, yaitu milik Fira. Tanpa dia sadari, senyum mengembang di bibir Rian. Dia melihat juga ada lamaran dari temannya Fira, yaitu Randi dan Icha.
Setelah selesai memilih beberapa lamaran yang masuk kualifikasi, dia segera membawanya ke ruangan ayahnya. Kebetulan pak Fikri sedang ada di kantor, biasanya beliau sering pergi keluar kota untuk perjalanan bisnis.
Tok.. tok...
"Iya.. silahkan masuk..", sahut pak Fikri dari dalam ruangannya.
"Ada apa nak ?"
"Ini yah.. form lamaran magang yang udah aku pilih berdasarkan kualifikasi kita..", jawan Rian sambil meletakkan tumpukan lamaran di meja ayahnya.
"Biar ayah cek dulu."
Rian kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan ayahnya. Dia memainkan hp nya sambil menunggu ayahnya mengecek form lamaran magang. Pak Fikri mengerutkan keningnya sejenak saat beliau sampai pada salah satu form.
"Nak.. ini Fira kan ?", tanya pak Fikri memastikan.
"Iya yah.. itu Fira, dia mau ngelamar disini.."
"Oh.. baiklah kalau gitu.."
Setelah beberapa saat, pak Fikri selesai memilih yang lolos untuk seleksi selanjutnya yaitu wawancara. Beliau memberikan lagi berkas-berkas nya pada Rian untuk segera mengubungi yang sudah lolos seleksi tahap awal.
Rian yang memperhatikan satu persatu yang lolos dari seleksi ayahnya, melihat berkas Fira termasuk didalamnya pun terlihat senang.
"Tenang, Fira masuk kualifikasi kok...", kata ayahnya seakan bisa membaca apa yang difikirkan anaknya itu.
Rian hanya tersenyum, kemudian dia beranjak keluar dari ruangan ayahnya. Di ruangannya, dia segera memberitahukan pada sekretarisnya untuk memberitahu calon karyawan magang yang lolos seleksi untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Keesokan harinya, Fira sedang duduk-duduk di ruang kuliah setelah matakuliah selesai bersama Icha. Kemudian ada email masuk ke hp nya, pemberitahuan lolos seleksi karyawan magang, dia senang bisa masuk ke tahap selanjutnya, begitu juga dengan Icha yang juga lolos.
"Ra.. Alhamdulillah ya kita masuk tahap selanjutnya..", kata Icha.
"Iya Cha.. wawancaranya besok ya.. kita barengan aja kesana.. Randi gimana ya ?"
"Nanti coba kita tanya.. dia kayaknya lagi ada kegiatan di UKM.."
Randi saat itu tidak bersama mereka karena sedang ada kegiatan lain. Dia termasuk aktif di UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang diikutinya dalam bidang keagamaan.
"Ra.. aku mau tanya sesuatu ke kamu boleh ?", tanya Icha tiba-tiba.
"Boleh, tanya apa Cha ?"
__ADS_1
"Bagaimana pandanganmu tentang Randi ?"
Fira kaget mendengar pertanyaan dari Icha, kenapa dia bertanya tentang itu.
"Ada apa Cha tiba-tiba tanya gitu ?"
"Nggak apa-apa sih Ra.. keliatannya Randi suka sama kamu..", terang Icha.
"Masak sih ?", tanya Fira yang tidak percaya.
"Yaa.. itu menurutku sih, dia perhatian banget sama kamu.."
"Ah nggak deh Cha.. dia memang baik, nggak ke aku aja.. dia juga baik sama teman-teman kita..", kata Fira yang masih tidak percaya.
"Entah deh.. hehehe..itu cuma pendapatku aja.."
Fira hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia mulai berfikir sejenak, benar juga apa yang dikatakan Icha, Randi sangat baik dan perhatian padanya. Fira mulai berfikir jika yang dikatakan oleh Icha itu bisa saja benar.
"Ya Allah aku harus gimana ?", batin Fira.
Dia kemudian beristighfar, dan tidak mau memikirkannya. Dia berfikir hubungan pertemanan mereka sekarang sudah sangat baik, dia tidak mau membuatnya terasa canggung hanya karena masalah perasaan.
Pada hari Sabtu, Fira berangkat untuk wawancara di perusahaan ITech. Disana dia bertemu dengan Icha dan Randi. Ternyata Randi juga masuk tahap wawancara. Mereka sama-sama masuk ke kantor, disana mereka diarahkan ke ruang tunggu untuk peserta wawancara sambil menunggi giliran. Disana sudah ada beberapa orang yang akan wawancara juga.
"Ra, kira-kira yang mewawancarai siapa ya ? Apa mas Rian ?", tanya Icha.
"Aku nggak tau Cha.."
"Duh.. ini pertama kalinya aku ikut wawancara..", kata Icha yang mulai gugup.
"Sama Cha.. aku juga..", timpal Fira.
Icha dan Fira mencoba menenangkan diri dan mencoba santai. Beberapa saat kemudian nama Fira di panggil. Fira berjalan memasuki ruangan untuk wawancara. Dilihatnya yang mewawancarai adalah pak Fikri dan satu karyawan lain. "Untung bukan Rian..", batin Fira.
Pak Fikri tersenyum dan mempersilahkan Fira duduk. Fira segera duduk di kursi yang berhadapan dengan yang mewawancarai. Pak Fikri bersikap profesional, beliau mengajukan pertanyaan yang sama pada setiap wawancara, tidak memandang kenal atau tidaknya beliau dengan orang diwawancarai.
"Mbak Fira sudah ada pengalaman kerja sebelumnya ?", tanya pak Fikri
"Belum pak, saya belum ada pengalaman kerja sebelumnya.."
Pak Fikri mengajukan beberapa pertanyaan tentang biodata, skill dan passion. Karena Fira mengajukan magang di bagian developer, dia ditanya mengenai kemampuannya dibidang pemrograman. Fira menjawab dengan jujur jika dia memiliki passion dibidang itu, dibuktikan dengan berkas-berkas pendukung diantaranya sertifikasi yang dimilikinya.
Pak Fikri mengangguk faham mendengar jawaban Fira, setelah selesai wawancara Fira dipersilahkan keluar ruangan.
"Mbak Fira tunggu email pengumuman ya.. terimakasih..", jelas pak Fikri.
"Iya pak.. terimakasih.."
Fira keluar ruangan, dia akan menunggu Icha dan Randi di lobby. Ketika dia sedang duduk di kursi tunggu, dia melihat Rian dari arah tempat wawancara tadi. Rian yang melihat Fira langsung menemuinya.
"Ra.. gimana udah selesai wawancaranya ?", tanya Rian yang kemudian duduk di kursi sebelah tempat duduk Fira.
"Udah Yan barusan selesai..", jawab Fira.
"Gimana rasanya diwawancarai sama Ayahku ?"
"Deg-deg an.. soalnya ini pengalaman pertamaku hehe..."
Rian tertawa mendengarnya. Dia berfikir Fira tampak lucu ketika sedang gugup.
__ADS_1
"Semoga kamu diterima ya..."
"Iyaa... Aamiin.. hehe.."
"Kamu nunggu teman-teman kamu ?"
"Iya Yan.. kamu lagi mau apa ?"
"Oh iya.. aku mau makan siang, kamu mau ikutan ?"
"Tapi temanku belum selesai..."
"Oh iya.. yaudah aku temenin kamu dulu.."
"Nggak apa-apa emangnya ?"
"Nggak apa-apa, santai aja..."
Mereka berdua sibuk ngobrol, membahas tentang pekerjaan. Mereka berdua sangat nyambung ketika berkomunikasi, mungkin karena mereka berada di bidang yang sama, yaitu TI (Teknologi Informasi).
Dari kejauhan Rere yang melihat Rian dan Fira sibuk mengobrol terlihat tidak senang. Dia ingin menghampiri mereka, tapi karena dia sedang bekerja, dia urungkan niatnya. Terlihat kebencian dari sorot matanya. "Kenapa dia disini sih.. semoga aja dia nggak diterima magang disini..", batin Rere.
Beberapa saat kemudian, Icha dan Randi selesai wawancara. Mereka menghampiri Fira yang sedang bersama Rian.
"Eh ada mas Rian.. lagi ngomongin apa yaa mereka..", kata Icha sambil berjalan.
"Hmm...", Randi hanya menghela nafas, terlihat dia sedikit sedih melihatnya.
Icha yang tau ekspresi Randi, tersenyum kecil.
"Ternyata Randi suka sama Fira..", batin Icha.
Mereka berdua sampai di tempat Fira dan Rian. Randi mencoba bersikap biasa melihat Rian. Fira menanyai Icha dan Randi tentang wawancara mereka. Ternyata mereka diberi pertanyaan yang sama seperti Fira.
"Mas Rian kenapa nggak yang mewawancarai ?", tanya Icha.
"Enggak, itu bukan wewenangku..", jawab Rian.
"Mas kira-kira kita diterima nggak nih ?", tanya Icha sambil bercanda.
"Kamu liat nanti aja ya.. hehehe, tunggu hasilnya.."
Icha hanya bisa tersenyum pahit, dia penasaran apakah dia diterima atau tidak. Fira hanya tersenyum melihat sikap temannya itu.
"Yuk balik..", ajak Fira pada kedua temannya.
"Ayuk Ra..", jawab Randi.
"Ra, kamu langsung pulang ?", tanya Rian.
"Iya Yan.. kenapa ?", tanya Fira.
"Nggak apa-apa, hati-hati di jalan.."
Fira kemudian berjalan keluar dengan kedua temannya, yang sebelumnya udah salam dengan Rian. Rian masih di tempat, sebenarnya dia mau mengajak Fira makan siang bersama, tapi tidak jadi.
Keesokan harinya adalah hari sabtu, kuliah libur jadi Fira ada di kontrakan. Dia sedang bersih-bersih kamarnya, tiba-tiba ada notifikasi email masuk di hp nya.
Kira-kira notifikasi apa ya ?
__ADS_1
Tunggu update selanjutnya 😊