Fira dan Rian

Fira dan Rian
Bahagia


__ADS_3

Hari dimana Irfan melamar Icha datang, keluarga Irfan datang ke surabaya. Fira senang bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, meskipun perutnya sudah besar dia tetap ingin ikut ke acara lamaran kakak sepupunya itu.


Acara lamaran berlangsung dengan lancar, tanggal pernikahan juga sudah ditentukan yaitu 3 bulan kedepan, tepat setelah Icha diperkirakan selesai sidang skripsi.


“Ehm, akhirnya dilamar juga..” goda Fira pada Icha.


“Hehe.. aku nanti jadi kakak sepupu kamu lho..” timpal Icha.


“Huh gitu ya..”


“Ayo kapan ini yang di perut keluar ? Udah nggak sabar pengen gendong..” kata Icha sambil mengelus perut Fira.


“Sabar, sebentar lagi kok hehe..”


Beberapa bulan kemudian pernikahan Irfan dan Icha berlangsung, Fira dan Rian datang bersama mempelai pria ke tempat akad yaitu di rumah Icha. Perut Fira yang sudah memasuki bulan ke 8 terlihat besar, dia harus ekstra hati-hati sekarang, Rian juga menjadi suami siaga setiap saat.


Akad nikah berlangsung lancar dan Icha sekarang sudah sah menjadi istri Irfan. Semua orang merasa senang termasuk Fira. Setelah akad, acara dilanjutkan dengan resepsi yang dihadiri banyak orang. Banyak teman Fira dan Icha hadir, termasuk Randi. Mereka memberi selamat kepada kedua mempelai dan mendoakan semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah.


“Selamat ya Cha.. akhirnya kamu duluin aku ya..” ucap Randi yang memberi selamat pada teman dekatnya itu.


“Alhamdulillah makasih Ran.. kamu cepat nyusul ya.. jangan kerja aja.. hehehe..”


Randi tersenyum senang, dia sekarang sudah bekerja di perusahaan keluarga Rian, karena kecerdasan dan keaktifannya saat magang dulu sehingga dia direkrut menjadi karyawan disana.


Fira hanya bisa duduk di samping tempat pelaminan, Rian melarangnya banyak bergerak karena khawatir dengan kesehatan anak mereka. Fira hanya bisa menurut, dia merasa tidak enak melihat semuanya sibuk, sedangkan dia enak-enakan duduk. Rian sendiri sibuk membantu dengan keluarga Fira.


Acara berlangsung sampai malam, banyak tamu undangan mulai dari tetangga, keluarga Icha dan teman-teman Icha dan Irfan. Fira dan Rian juga masih disana, karena dilarang Icha untuk pulang. Keluarga Irfan sendiri sudah pulang sejak sore hari karena perjalanan jauh, termasuk bapak dan Ibu Fira.


Sesampainya di rumah, Fira langsung istirahat karena merasa capek, dia sampai minta Rian untuk memijitnya.


“Mas Rian, minta tolong pijitin dong...” pinta Fira


“Hmm yaudah deh sini..”


Rian beranjak duduk di samping Fira yang rebahan di tempat tidur, dan mulai menijat kaki istrinya.

__ADS_1


“Padahal kamu tadi nggak terlalu banyak aktivitasnya lho Ra.. kok capek sih..” kata Rian


“Nggak tau mas.. mungkin capek duduk.. hehe..”


“Mas aja gerak terus tadi.. kebalik nih, harusnya aku yang dipijitin..” kata Rian dengan nada mengkode istrinya.


Fira tersenyum mendengar ucapan suaminya, dia akhirnya menurutinya.


“Yaudah sini gantian..”


Rian tesenyum dan langsung merebahkan tubuhnya membiarkan Fira memijat pundaknya. Setelah sama-sama capek mereka akhirnya tertidur dengan nyenyak.


Pagi harinya saat Fira dan Rian sarapan, hp Fira berbunyi, setelah dilihat ternyata ada pesan dari Icha. Fira membacanya dengan geleng-geleng.


“Kenapa Ra ?” tanya Rian sambil memakan nasi goreng buatan Fira.


“Ini mas.. pengantin baru.. mau honeymoon aja ngasih kabar aku..” jawab Fira.


“Ooh.. maklum lah Ra..”


“Kamu mau honeymoon lagi ?” tanya Rian


“Eh nggak kok Mas.. lagian aku lagi hamil juga..” jawab Fira dengan cepat, dia sepertinya salah ngomong.


“Hm, yaudah deh.. nanti kalau anak kita udah besar kita jalan-jalan lagi..” kata Rian memutuskan.


Fira tersenyum, dia merasa bersalah karena Rian sepertinya menganggap serius ucapannya tadi.


“Mas aku bercanda aja kok..”


“Iya Ra.. serius juga nggak apa-apa kok.. hehe..”


Fira hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


“Oh iya nanti jadwal kamu check up kan Ra ?” tanya Rian

__ADS_1


“Iya Mas.. janjiannya setelah makan siang..”


“Oke, nanti aku antar aja..”


“Iya Mas..”


Fira rutin memeriksakan kandungannya, mereka berikhtiar semoga diberikan kesehatan pada kandungan Fira, setiap hari Fira selalu mendengarkan murottal disetiap waktu senggang.


Satu bulan kemudian, Fira melahirkan anaknya, dan Alhamdulillah tidak operasi. Rian selalu ada di sisi Fira saat proses persalinan. Keluarga Fira juga datang dari kampung. Keluarga kecil Rian dan Fira bertambah satu yaitu bayi laki-laki yang diberi nama panggilan Alfa.


Bayi laki-laki yang sangat imut, wajahnya mewarisi dari Rian yang putih dan pipinya yang gembul dari Fira. Kelak dia akan menjadi cucu kesayangan di keluarga Rian dan Icha.


“Ra.. makasih ya buat semuanya.. Alhamdulillah anak kita lahir dengan sehat..” ucap Rian sambil memegang tangan Fira.


Fira yang masih lemas dan tiduran di ranjang rumah sakit tersenyum senang, akhirnya buah hati yang di tunggunya sudah lahir dengan selamat tanpa kurang apapun.


“Terimakasih juga mas Rian..”


Mereka tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya, sangat bersyukur pada Allah atas karunianya


Irfan dan Icha juga menjenguk Fira di rumah sakit, mereka memberi selamat pada Fira atas lahirannya.


“Ra.. selamat ya.. akhirnya keponakan aku lahir juga.. ganteng pula..” ucap Icha.


Fira hanya bisa tersenyum,


“Oh jelas dong.. siapa dulu ayahnya..” jawab Rian yang berbangga hati.


Rian dan Fira sangat bersyukur atas semuanya, sekarang mereka merasa lengkap dengan kehadiran bayi kecil di rumah. Tidak hanya itu, adanya Alfa membuat mereka tambah semangat untuk membesarkan dan mendidik putra mereka sehingga kelak menjadi laki-laki yang sholeh.


Halo semuanya.. terimakasih sudah mau membaca karya aku ini.. mohon maaf atas kesalahan/typo dalam penulisan, dan mohon maaf jika tulisannya membosankan.. karena masih newbie..


Rencananya mau lanjut lagi dengan cerita sang anak sebagai pemeran utama, tapi lihat nanti dulu aja ya.. ^^


Kritik dan Saran sangat saya tunggu, semoga karya saya dapat menghibur kalian semua.. ^^

__ADS_1


__ADS_2