
Pada suatu malam, Fira sedang sibuk memasak untuk makan malam, sedangkan Rian berkutat pada laptopnya.
“Ra, minggu ini aku mau keluar kota kamu mau ikut ?”, tanya Rian.
“Kemana Mas ?”
“Ke Jogja, aku diundang mengisi seminar disana..”
“Aku mau Mas.. berapa hari ?”, tanya Fira yang antusias.
“3 hari, sekalian liburan ya minggu depan kamu udah masuk kuliah lagi”
“Baiklah..yuk makan mas, udah siap ini..”, ajak Fira.
Rian berdiri dan menuju meja makan, mereka pun makan bersama. Minggu depan Fira sudah masuk kuliah, dia sudah berhenti magang karena permintaan Rian. Rian ingin Fira fokus pada kuliahnya. Registrasi semester juga sudah dibayarkan dan Fira juga sudah memilih mata kuliah untuk semester selanjutnya.
“Besok apa rencana mu Ra ?”
“Aku mau bersih-bersih rumah Mas..”
“Nggak ada kegiatan lain ?”
“Kan kamu yang minta aku berhenti magang Mas..”, kata Fira dengan sedikit sebal. Dia sebenarnya masih ingin bekerja disana.
“Iya biar kamu fokus belajarnya Ra.. kalau udah lulus baru kamu boleh kerja lagi..”, terang Rian.
“Beneran ya ?”
“Iya Ra.. itu kalau kamu nggak repot.. apalagi kalau kita nanti udah punya anak..”
Anak ? Pipi Fira langsung merona ketika membicarakan tentang anak. Rian dan Fira memang sedang menunda untuk punya anak, karena mereka masih muda dan masih fokus dengan kuliah. Rian takut jika Fira hamil, kuliahnya akan terganggu. Fira setuju dengan keputusan Rian demi kebaikan bersama. Meskipun orang tua mereka sudah minta untuk tidak menunda punya anak.
Fira dan Rian bangun saat waktu shubuh, setelah selesai sholat Rian mengajak Fira untuk jogging disekitar apartemen mereka yang kebetulan hari itu hari sabtu. Rian yang terbiasa olahraga tidak merasa lelah, sebaliknya Fira sangat capek karena dia jarang sekali berolahraga.
“Mas Rian tunggu aku...”, kata Fira sambil ngos-ngosan.
Rian yang berlari kecil di depannya berhenti dan menghampiri istrinya.
“Tuh salah siapa nggak pernah olahraga sih..”
“Ih biarin, aku kan nggak suka olahraga..”, jawab Fira dengan sedikit cemberut.
Rian tersenyum lalu merangkul bahu istrinya
“Iya deh maaf.. yuk istirahat di taman sana..”, ajak Rian.
Rian mengajak Fira untuk beristirahat di taman yang tidak jauh dari sana. Di taman itu ada pepohonan yang sangat rindang dan ada kursi panjang di bawahnya, mereka duduk disana. Udara disana terasa sangat sejuk dipagi hari. Banyak orang yang juga berolahraga, kebanyakan penghuni apartemen itu.
“Mas hari ini mau ngapain ?”, tanya Fira.
“Aku mau persiapin materi buat semintar sama ada beberapa kerjaan yang belum selesai..”, kata Rian.
“Baiklah.. aku bersih-bersih rumah aja deh..”
“Nah gitu, itu baru istri yang baik...”, kata Rian sambil memencet hidung Fira dengan gemas.
“Emang selama ini aku nggak baik ?”
“Eh, baik kok sayang.. “
Mereka saling melempar senyum. Setelah dirasa cukup mereka kembali ke apartemen melanjutkan aktivitas mereka. Besok pagi nya mereka berangkat ke jogja, dimana Rian mengisi seminar yang diadakan oleh salah satu universitas di Yogyakarta. Sesampainya di bandara, mereka langsung menuju ke tempat acara. Fira juga mendampingi Rian tapi dia hanya duduk di kursi peserta menyimak yang disampaikan oleh suaminya.
__ADS_1
“hmm.. suamiku ganteng..”, batin Fira.
Saut-saut Fira mendengar banyak orang yang memuji kepandaian dan ketampanan Rian, dan kebanyakan perempuan. Hal itu membuat Fira merasa cemburu,
“Sabar Ra.. tenang Rian nggak akan berpaling kok..”, kata Fira dalam hati yang mencoba menenangkan diri. Tapi dia tetap risih dengan perempuan lain yang memuji suaminya.
Selesai acara, Rian sudah dihadang oleh beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang meminta foto dengannya, tapi Rian menolak dengan halus dan berlalu pergi. Semuanya bertanya-tanya tentang wanita yang ada disamping Rian, yang tak lain adalah Fira.
Setelah selesai dengan seminar, mereka pergi ke hotel yang sebelumnya sudah di pesan untuk beristirahat. Rian langsung merebahkan tubuhnya di kasur karena capek, Fira melepas sepatu yang dipakai Rian dengan hati-hati sehingga tidak mengganggu istirahatnya. Setelah selesai Fira ikut tiduran di samping Rian, dia memeluk Rian dari samping dan tertidur.
Sore harinya, Rian bangung. Dilihatnya Fira tidur disampingnya, perlahan dia melepas pelukan Fira dan beranjak ke kamar mandi. Fira terbangun mendengar suara gemericik air dari kamar mandi, dia berfikir mungkin suaminya sedang mandi.
Rian keluar dari kamar mandi dan melihat Fira yang sudah bangun,
“Udah bangun Ra ?”, tanya Rian sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia sekarang memakan celana training dan kaos polos.
Fira hanya mengangguk, dia masih setengah sadar karena baru bangun.
“Mandi dulu sana.. udah sore, biar seger badannya..”, perintah Rian.
“Iya Mas...”
Fira berjalan mengambil baju ganti dan ke kamar mandi. Sementara Rian langsung menggelar sajadah untuk sholat Ashar. Setelah sholat Rian mengecek hp nya dan mulai sibuk dengan pekerjaannya. Fira yang sudah selesai mandi dan sholat duduk di sampingnya melihat apa yang sedang dikerjakan suaminya itu.
“Ada kerjaan Mas ?”, tanya Fira sambil menyenderkan kepalanya di bahu Rian.
“Iya sedikit, di kantor..”, jawab Rian tanpa menoleh ke istrinya.
“Hmm..”
“Kenapa Ra ?”
“Kenapa ? kamu cemburu ?”, tanya Rian sambil tersenyum.
“Enggak kok..”
Rian gemas dengan istrinya, di pencet lah hidung istrinya yang membuat Fira cemberut.
“Malam ini jalan-jalan yuk ke tugu jogja sama jl. Malioboro..”, ajak Rian.
“Oke Mas..”, jawab Fira langsung dengan semangat.
“Hmm.. kalau jalan-jalan aja semangat banget...”
“Harus dong Mas..”
Malam nya mereka jalan-jalan ke tugu jogja, kebetulan hotel tempat mereka menginap dekat sekali sehingga mereka hanya jalan kaki kesana. Suasana saat itu sangat ramai dengan banyak muda-mudi yang nongkrong, berswafoto dan jalan-jalan. Rian terus menggandeng tangan istrinya takut jika mereka terpisah di tengah kerumunan.
“Mas aku baru pertama kali kesini..”, kata Fira.
“Aku udah beberapa kali sih..”
“Enak nya...”
Mereka jalan-jalan menyusuri sepanjang jalan Malioboro sampai menemukan titik Nol Kilometer Yogyakarta, disana pemandangannya sangat bagus, ada komunitas musik angklung disana. Mereka menikmati musik sambil duduk-duduk, melepas penat karena berjalan dari tugu sampai tempat sekarang. Tak lupa mereka mengabadikan momen mereka disana dengan berfoto dikawasan sana. Fira sangat senang sekali karena itu pertama kalinya dia ke tempat itu. Setelah puas disana, mereka kembali ke hotel karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Meski sudah larut malam, suasana disekitar jalan malioboro masih tampak ramai, jadi tidak perlu khawatir ketika berjalan sampai hotel.
“Gimana jalan-jalannya tadi ?”, tanya Rian setelah sampai di kamar hotel.
“Senang Mas, capek juga sih jalannya..”, jawab Fira dengan meringis.
“Nggak apa-apa capek, yang penting senang kan..”
__ADS_1
“Iya Mas, terus besok mau kemana lagi ?”, tanya Fira yang penasaran.
“Lihat besok aja ya Ra...”
“Baiklah Mas...”
Fira merebahkan tubuhnya di kasur, diikuti Rian yang langsung merangkul istrinya dari samping. Dicium tengkuk istrinya yang membuat Fira merasa geli.
“Mas Rian.. geli tau...”, kata Fira sambil menggeliat.
“Hmm..”, Rian tanpa memperdulikan yang dikatakan Fira tetap melanjutkan aktivitasnya.
Fira gemas dengan tingkah suaminya yang manja seperti itu, dia langsung membalikkan badannya menghadap Rian.
“Mas Rian jangan manja gitu...”, kata Fira.
“Biarin, sama istri sendiri kok...”, kata Rian yang mengeratkan pelukannya.
Mereka berdua pun tertidur, karena sudah larut malam. Mereka bangun saat pukul 04.00 dan melaksanakan sholat shubuh. Untuk sarapan pagi merek di hotel, karena sudah disediakan fasilitasnya.
Saat Rian sudah duduk untuk menikmati sarapan sedangkan Fira masih mengambil sarapannya, ada dua wanita yang duduk disebelah Rian sedang berbisik,
“Eh lihat tuh cowok itu ganteng ya..”
“Iya.. udah punya pacar belum ya..”
“Coba kamu ajak ngobrol..”, perintag salah satu wanita pada temannya.
Fira yang tidak sengaja mendengar itu segera mendekat ke tempat Rian, yang membuat wanita tersebut mengurungkan niatnya.
“Eh siapa itu duduk di sebelahnya ?”
“Entah aku nggak tau..”
Di sisi lain, Fira merasa kurang nyaman melihat wanita lain memandang suaminya. Sementara Rian cuek dengan itu.
“Kenapa Ra ?”, tanya Rian yang melihat Istrinya tampak tidak senang.
“Em.. nggak apa-apa Mas..”, kata Fira menutupi.
“Ayo makan, habis ini kita shopping”, ajak Rian.
Fira sedikit bertanya-tanya mereka akan shopping apa, tapi dia tidak memperdulikannya, yang penting dia bisa menghabiskan waktu bersama. Sementara 2 orang wanita yang sebelumnya mulai sadar dari cincin yang dipakai Rian dan Fira, jika mereka pasangan suami istri.
“Yaah.. ternyata dia udah punya istri..”, kata salah satu wanita yang merasa kecewa.
“Iya.. dia ganteng loh..”
“Tapi istrinya kok biasa aja ya.. nggak cocok..”, sahut mereka yang mulai menjelekkan Fira.
“Iya.. yg cowok aja ganteng gitu.. kasihan dia..”
Fira yang mendengar itu mencoba bersabar, dia tau kalau tidak cantik, tidak seperti yang diharapkan orang lain ketika bersanding dengan Rian. Rian yang melihat istrinya tampak sedih jadi bertanya-tanya.
“Kenapa Ra tiba-tiba sedih gitu ?”, tanya Rian.
“Eh, nggak apa-apa Mas.. yuk kita habisin makannya..”, kata Fira mengalihkan pembicaraan.
“Hmm.. aneh..”
Setelah selesai sarapan, Rian mengajak Fira shopping oleh-oleh khas kota Yogyakarta. Rian berencana pergi ke beberapa tempat diantaranya berkunjung ke alun-alun Yogyakarta, tempat oleh-oleh Bakpia Pathok 25, rumah kaos oblong Jogja T-Shirt (Jethe).
__ADS_1