Five Shades: Mendukung Mereka Di Isekai !

Five Shades: Mendukung Mereka Di Isekai !
Chapter 3 - Sedikit lika-liku kehidupan penyendiri ini di dunia lain!


__ADS_3

Aku memutuskan untuk menjelajahi ke dalam mansion.


Meski rasa takutku akan kegelapan itu sangat besar, tapi rasa kebelet buang air ini mengalahkan semuanya.


Aku memasuki lorong.


Di depan sana, ada jalan lurus dengan beberapa pintu yang berjajar di tembok.


Sedangkan sisi satunya, ada jendela-jendela yang lumayan besar membuatku dapat melihat seluruh halaman rumah.


"Tunggu apa itu?"


Aku melihat sesosok wanita cantik berambut hitam pendek, dan memakai gaun putih yang indah.


"Anak cewek mana yang di tengah malem malah keluyuran begitu?"


Dia terlihat mematung, menatap kosong ke arah langit tanpa ekspresi.


Detik selanjutnya...


"Huuah...!!"


Dia mengalihkan wajahnya ke arah ku dengan sangat cepat!


Aku sedikit terpeleset ke belakang karena terkejut.


Saat aku mencoba mengintip, gadis itu sudah tidak ada di sana.


Situasi horor macam apa ini...


"Halusinasi kah?"


"Nggak-nggak, jelas banget aku lihat ada cewe di sana..."


Sial, aku merinding setengah mati.


Di film-film, mungkin sebagian orang menganggapnya adegan biasa. Tapi beda cerita kalau sudah mengalaminya langsung.


Aku duduk dan memeluk lutut ku, dan sangat tidak berdaya.


Tubuhku seketika lemas, tanpa mempunyai sedikitpun tenaga untuk berdiri.


"Hei...!"


"KyaaAA...!"


Aku terkejut, saat ada orang yang memegang tanganku.


Setelah ku lihat, ternyata itu Felix.


"Felix...! Ternyata Felix...! Huuuhuhu..."


Aku memeluk perutnya karena aku sangat lega.


Tak peduli mau terlihat pengecut atau apalah...


"Eh? kamu kenapa!?"


"Fweeeliixxs..! Tadi ada..., di sana..., nyeremin..., cewek..."


Aku menunjuk ke arah kaca sambil terus memeluk tubuh Felix.


"Ap.., apa? Siapa?"


"Tadi seseorang berdiri di sana, tapi setelah itu dia... dia..."


"Udahlah... pasti kamu lagi halusinasi..."


"Tidak...! tadi ada di sana, tapi langsung ngilang gitu aja!"


"Tapi udah ngga ada tuh..."


"Tadi ada!"


"Huh..., um.., ngomong-ngomong kenapa kau di sini?"


"Ak..., uh, ini memalukan..., aku ingin buang air, tapi tidak tau di mana..."


"Oh..., begitu doang toh... bikin terkejut saja. Ya udah, mari ku antar."


"Eh...? Beneran...?"


Felix lalu menganggukan kepala.


Lalu Felix pun mengantarku ke arah tempat kamar mandi berada.


"Huh..., aku pikir.. aku tadi melihat hantu."

__ADS_1


"Hantu? apa itu?"


"Hah? Kau tidak tahu...?"


"Um.. semacam makanan kah?"


"Bukan...! Hantu itu sosok serem yang suka menakuti manusia..! Wajahnya menyeramkan! Pokoknya serem deh!"


"Owh... kayak monster di hutan itu ya?"


"Um... kurang lebih kayak gitu..."


Selagi aku ngobrol dengan Felix, aku menyadari, bahwa ini adalah jalan kembali ke ruang tamu.


"Hei Felix, apa bener ini jalannya? Bukannya kalau kita lurus, kita malah balik ke ruang tamu?"


"Ya... karena di situlah toiletnya dasar bodoh.."


"Eh!?"


Kami pun sampai di ruangan yang sebelumnya.


"Apa kamu lihat pintu kecil di sudut itu? itu lah toiletnya."


"Hump... makasih Felix...!"


Aku berlari kecil ke arah toilet.


Selagi berlari, aku melirik ke arah Erena tidur. Dia masih tidur dengan sangat pulas...


Dan juga..., dia cantik saat tidur.


Aku sedikit tersenyum ke arahnya.


"Aku rasa, dia hanyalah gadis polos biasa..., mungkin mulai besok aku akan sedikit baik kepadanya..."


"Ah..., Felix juga terlihat pulas tidurnya..."


.


.


.


"Eh....!?!?"


"Fel...!"


"Lalu... Jika itu Felix, siapa yang di..."


Saat aku melihat ke arah Felix yang tadi berbicara denganku, dia sudah tidak ada di tempatnya.


"Apa-apaan..."


Saat aku menoleh ke belakang...


"KyaaAAA......!!"


..._______________________...


Aku melewati malam, dengan tidur di kursi taman di dekat jembatan sungai kecil.


"Tuan..., tuan...,"


"Huh...?"


"Tuan..., bangun, apa kau petualang?"


"Huh...? Apa..?"


Aku masih mengumpulkan tenaga untuk mencerna situasi.


Di depanku ada seorang nenek tua yang membawa alat pancing.


"Kalau kamu petualang..., apa yang membuat petualang sepertimu tidur di tempat seperti ini?"


"Huh..,? Maaf, aku bukan petualang atau semacamnya. Aku hanya orang biasa."


"Oh...? Mengejutkan penduduk biasa sepertimu tidur di sini. Apa ada sesuatu?"


Tidak mungkin aku mengatakan kepadanya kalau aku takut balik ke rumah, karena ada setan serem yang membuatku trauma.


"Ah, tidak ada hal khusus... Ngomong-ngomong nek, apa yang anda lakukan di sini?"


"Oh..., apa kamu orang baru di kota ini? Aku hanyalah orang tua yang sering memancing di sini setiap pagi."


"Hooh..., apa di sungai kecil begitu ada ikan nya?"

__ADS_1


"Ho? begitulah..., terkadang ada, terkadang tidak. Aku melakukan ini hanya untuk menghabiskan waktuku."


Lalu nenek itu berjalan pelan ke bawah jembatan dan duduk di sana, sambil menyiapkan alat pancingnya.


"Huh..., meski tidur di sini, entah kenapa tidurku sangat nyenyak... Oh iya! Bagaimana dengan mansion dengan Erena dan Felix di dalam sana!? Apa aku harus balik...,?"


"Huh..."


Aku memandang langit yang sudah agak terang. Mungkin saat ini sekitaran jam 6 pagi.


"Apa yang terjadi di duniaku sebelumnya ya...? Apa orang tuaku khawatir? Apa mereka sedang mencariku di dunia sana...?"


"Percuma saja..., kalau aku nggak berbuat sesuatu, aku bakal di dunia terkutuk ini selamanya. Meski aku sedikit suka suasananya sih..., kecuali dengan monster-monsternya, ditambah lagi ada hantu di dunia ini..."


Di dunia ini jika kau mati, kau akan mati seperti sewajarnya..., itulah yang membuatnya berbeda dengan game RPG.


Meski ada sihir, monster, dan makhluk aneh yang datang dari dunia game, tapi mati karena dibunuh monster tidak bisa di abaikan.


Apa aku harus kembali ke mansion Yah, mau bagaimana lagi...


Aku kembali ke mansion-----------------------------


"Er...Erena... Hallo.., apa ada orang?"


Aku mengetuk pelan pintu mansion karena masih trauma dengan semalam.


"Huh? nggak di kunci?"


Apa saat aku kabur semalam, pintunya tetap seperti ini? Bagus kalau tidak ada pencuri yang masuk.


Yah..., meski Felix masih termasuk sih.


Aku berjalan pelan ke arah ruang utama sambil melihat keadaan sekitar dengan sangat waspada.


Lalu aku mendengarnya..., Suara beberapa orang tertawa di ruang makan.


Dan salah satunya adalah Erena!


"Tapi ada dua suara yang tidak aku kenal. Apa aku masuk aja ke ruang makan?"


"Ah! bodo amat! Di sana juga ada Erena..., aku gak perlu takut!"


"Erenaa...."


Aku mengintip pintu ruang makan.


"Hahaha...! Apa benar begitu!?"


"Benar...benar...! Dia ketakutan setelah melihatku...!"


"Sial! Aku melewatkan muka ketakutannya si mapan mesum itu!"


Itu wajah yang sangat familiar...


Ya benar..., dia adalah hantu wanita yang menakutiku semalam.


Apa yang terjadi di sini...


Dengan Erena yang duduk di sampingnya, dan Felix yang ada di samping seorang cowok yang tidak aku kenal.


Apa dia adalah teman yang di maksut Felix?


Aku tetap mengintip dan tidak langsung bergabung dengan mereka.


"Lalu, kemana bang Junma pergi?"


"Saya tidak tau..., yang pasti dia langsung berlari terkencing-kencing keluar mansion ini... Saya membuka kunci pintu agar dia bisa keluar."


"Kalian tidak usah menghawatirkan mapan mesum itu..., nanti kalau laper, dia pasti kembali ke sini lagi..."


Erena bahkan mengatakan itu, selagi memakan makanan yang ada di meja makan yang besar itu...


Segitu gak pedulinya kah dia denganku...


"Tapi.., aku agak khawatir dengan orang mesum satu itu... Mau bagaimanapun, dia adalah teman yang membantuku saat aku terkena masalah. Jadi, setelah ini aku akan pergi mencarinya..."


"Eh..?"


"Ba...baiklah, ternyata Erena tidak sekejam itu... Meski banyak kata yang nyakitin, tapi disebut teman olehnya, membuatku sedikit bahagia..."


"Ah..., sayang sekali..., saat dia kembali tidak akan kusisakan makanan ini untuknya... Yah, dia juga sudah membawa uangku..."


Erena mengucapkan itu sambil memakan paha ayam goreng yang kelihatan enak...


"Makasih sama makanannya...!"


Tanpa kusadari, aku mengambil sapu yang ada di balik pintu, dan mencoba menyerang Erena dengan itu.

__ADS_1


"Mati aja lu.....!!"


......※......


__ADS_2