
"Baiklah Junma, apa kau mencari sesuatu di sini?"
"Huh– um, aku hanya iseng."
Kami mengabaikan masalah ke sisconan Clacel dan mencoba mencari topik lain.
"Kau sendiri Mekata? Kenapa kau ke sini?"
"Ah, aku sering mencari informasi tentang material sihir. Apalagi hari ini adalah hari yang sangat istimewa, karena satu pahlawan lain sudah terpanggil."
"Hooh,"
"Eh!? Pahlawan!?"
Clacel terkejut.
"Kau benar. Teman gadis Junma, adalah salah satu dari lima pahlawan yang sudah terpanggil di sini."
"Hooh! Ini berita besar!"
"Kau benar... tapi kami masih tidak tau, dia adalah pahlawan pengguna senjata apa."
"Hei-hei Mekata... apa tidak apa-apa memberi tahu informasi seperti ini kepada orang lain?"
"Yah, ini bukan sesuatu yang perlu dirahasiakan, dan kalau perlu satu kota harus tahu tentang ini."
"Be– begitu."
"Lalu, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menunggu Erena dan empat pahlawan lain buat ngalahin monster abadi kalau ingin kembali ke duniaku?"
"Eh? Duniamu? Yang ku tahu, Indonesia adalah wilayah tak terlihat yang ada di sekitar barat daya negara ini. Kabarnya, hanya orang-orang tertentu yang dapat memasukinya."
Orang-orang yang mengaku melihat Indonesia itu, perlu di pertanyakan soal kejujurannya. Memangnya ada Indonesia di sini? Aku ingin mengatakan kalau Indonesia yang sebenarnya, ada di dunia yang lain, tapi aku tetap menutup mulut dan sementara mengiyakan pernyataan bohong tentang Indonesia yang berada di wilayah barat daya itu.
Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus aku lakukan di dunia ini?
Menjadi petualang seperti yang lain? Mengambil quest, dan hidup dengan penuh ancaman?
Aku ingin melakukannya, tapi aku sangat takut mati. Bahkan aku dan Erena hampir dibunuh oleh monster tingkat rendah.
Kalau monster landak raksasa begitu di bilang tingkat rendah, apa kabar dengan monster tingkat menengah dan tinggi?
Sudah pasti penyendiri lemah sepertiku akan mati dengan sangat mudah.
"Ini tentang aku. bagaimana Mekata? Apa yang harus aku lakukan?"
"Ah, banyak pekerjaan yang tersedia di kota ini. Tapi, kalau untukmu, aku rasa kau akan cocok menjadi petualang. Baiklah, ayo kita daftarkan dirimu! Akan ku bantu sebagai alchemist veteran yang sudah sangat berpengalaman!"
Aku takut dia mengatakan itu.
Akhirnya, mau tidak mau, aku harus menjadi petualang, dan mempertaruhkan hidupku demi sejumlah uang.
Setelah berpamitan ke Clacel dan adiknya, kami pergi ke bar, atau bahasa gaulnya adalah guild petualang.
__ADS_1
----------------Kami sampai ke guild
"Permisi, ada seseorang yang ingin mendaftar ke perserikatan petualang."
Mekata benar-benar mendaftarkan ku.
Ayah, ibu... akhirnya aku melakukannya. Akhirnya aku bekerja.
Salah satu pelayan, memanggil si gadis staff loket.
Selagi Mekata mendaftarkanku, aku duduk ke salah satu kursi. Kali ini aku memesan segelas jus stroberi.
Aku menunggu sekitar lima menit, dan jus pesananku sudah datang.
Mekata juga kelihatan masih mengurusi pendaftaran, jadi aku berpikir untuk sedikit bersantai di sini.
"Lihat, orang itu datang lagi..."
"Dia bersama Mekata? Apa hubungan mereka?"
"Apa kekayaan Mekata telah dimanfaatkan oleh orang itu? Sungguh licik."
Kenapa para petualang tidak berhenti mencari masalah denganku.
Kesalahpahaman ini juga malah semakin menjadi-jadi. Semua sudah terlanjur, jadi aku biarkan dan pura-pura kesalahpahaman itu tidak pernah ada.
Aku malas mengurusi yang begituan.
"Junma hooi kemari!"
Mekata memanggilku. Setelah menghabiskan minumanku dengan segera, aku lalu menghampirinya.
"Kau bisa menulis namamu di buku ini, lalu di kartu ini juga. Oh iya, pendaftaran ini juga membutuhkan sedikit darahmu untuk masuk ke dalam list petualang."
Aku lalu mengikuti semua yang Mekata arahkan. Tapi darah?
"Tunggu, bagaimana caranya aku memberikan darahku?"
Salah satu staff wanita di guild menaruh benda berbentuk segitiga yang sepertinya terbuat dari metal. Benda itu besarnya seukuran kepalan tangan dengan semua ujung yang sangat lancip.
"Tolong tusukan jari anda ke sinkroner ini sampai sedikit berdarah... lalu sinkroner akan menyelaraskan DNA anda ke kartu yang sudah di beri nama tadi. Jadi, setiap ability anda berkembang, kartu ini juga akan menunjukan perkembangan. Begitupun juga saat anda menyelesaikan misi, atau membunuh monster. Semuanya akan tercatat ke kartu anda."
"Jadi begitu sistem yang bekerja di dunia ini. Dunia lain memang hebat."
Sejujurnya aku sedikit ketar-ketir untuk menusukan jariku kesinkroner karena aku yakin, sensasinya pasti mengagetkan.
Aku benci kaget.
Meski begitu, aku tetap melakukannya dengan jari telunjuk sampai sedikit mengeluarkan darah. Lalu, bekas darahku itu menghilang bersamaan dengan sinkroner yang mengeluarkan cahaya yang sedikit menyilaukan.
"Baiklah tuan, sekarang tempelkan kartu anda ke sinkroner itu."
"Huh? Gimana? Seperti ini...?"
__ADS_1
Saat kartuku menyentuh permukaan sinkroner, seketika muncul berbagai angka dan huruf acak yang memenuhi kartuku. Itu terlihat seperti sedang memprogram atau apalah itu.
Sedikit demi sedikit, muncul huruf-huruf yang entah mengapa dapat kubaca. Tidak seperti huruf yang ada di dunia ini, huruf di kartuku adalah huruf latin, dan memakai bahasa yang aku kenal.
"Ini...!?"
"Bukankah salah satu huruf kuno yang tak terjabarkan!?"
Mekata mengatakan itu.
"Ya ampun, harusnya kau sudah tidak kaget dong."
"Yah, sebenarnya aku sudah menduga ini, tapi melihatnya secara langsung, membuat jiwa penelitiku berkobar-kobar."
"Eh.., huruf yang unik. Dari mana tempatmu berasal?"
Staff itu bertanya pertanyaan yang aku takutkan. Bagaimana aku harus menjawab ini?
"Ah, temanku ini datang dari sebuah desa kecil yang terpencil di utara sana... jadi maklum kalau huruf-huruf itu asing bagi kita semua."
Aku lega Mekata membantuku di saat begini.
"Ah, begitukah? Baiklah, sekarang kamu adalah petualang baru. Tulisan di kartumu akan menjadi tulisan yang kamu pahami karena mengikuti DNA mu. Tapi itu tidak masalah... jika kau mengalahkan monster atau menyelesaikan quest, aku hanya tinggal melihat di list buku serikat yang tetap memakai tulisan di negara ini, jadi para staff tetap dapat membacanya."
"Baiklah tuan, apa anda ingin mengambil quest?"
"Eh... quest ya, baiklah aku akan melihat-lihat dulu."
Aku berjalan ke arah papan permintaan
Aku berpikir akan menemukan quest yang gampang untuk pemula sepertiku, tapi semua tidak sesuai.
Harus petualang veteran, ability tinggi, skill dan mempunyai mana sihir yang kuat. Bahkan satu skill pun aku belum punya.
Membunuh beberapa lotus di sekitar hutan Bellosovia. Saat melihat gambarnya, aku kira itu semacam serigala berkepala tiga.
Meneliti dungeon yang baru di temukan. Dibutuhkan petualang dengan ability sensor untuk menghindari jebakan.
Dan banyak lagi quest-quest yang di suguhkan untuk petualang dengan tier atas.
Apa tidak ada satupun quest menyelamatkan kucing yang terjebak di atas pohon gitu?
Saat aku ingin menyerah, tiba-tiba seseorang mendobrak pintu masuk guild dengan keras.
"Mapan mesum! Aku butuh bantuan mu...!!"
Seketika aku merobek salah satu kertas quest yang ada di sana tanpa tau quest apa itu.
"Cepetan, gue milih yang ini!"
"Mapan mesuuooom...!!"
__ADS_1
......※......