Five Shades: Mendukung Mereka Di Isekai !

Five Shades: Mendukung Mereka Di Isekai !
Part 5


__ADS_3

"Counter undead!!"


Tiba-tiba cahaya menyilaukan muncul dari tanah dan membentuk lingkaran yang mengelilingi undead landak itu.


Pelan tapi pasti, tubuh undead itu mdenjadi setengah transparan setelah menerima sesuatu seperti sihir itu.


Undead itu lalu kabur kembali masuk ke pedalaman hutan. Meski tidak mati, tapi itu cukup untuk memukul mundurnya sementara ini.


"Baiklah, sudah selesai."


Seorang wanita paruh baya mengatakan itu.


Aku dan Erena mendekat ke arah mereka untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Ah...!!"


Aku kenal dia, aku kenal wanita paruh baya itu. Dia adalah nenek pemancing yang aku temui baru-baru ini.


Aku rasa dia sudah lupa denganku, dan itu hal wajar.


Tidak seperti mereka yang berlatih untuk menjadi kuat dan terkenal, semua yang menempel dariku adalah rendah. Aku ini benar-benar orang biasa yang dapat kau temui dimanapun.


"Kami sangat tertolong, untung saja anda berada di sekitar sini."


"Lalu, apa kalian bisa jelaskan bagaimana bisa monster berubah menjadi undead seperti itu?"


Mekata lalu menjelaskan secara singkat sambil berjalan kembali ke kota.


Dari sini aku bisa menarik satu hal informasi, kalau nenek itu dulunya adalah pendeta yang menjadi seorang petualang. Sebab itu dia dapat menggunakan sihir cahaya.


Dan secara kebetulan, dia tadi sedang mencari kayu bakar ke hutan. Entah bagaimana Mekata dan Felix bisa bertemu dengannya dan langsung meminta bantuan.


Selagi aku selamat, masa bodoh dengan semua.


— Sesampainya di kota...


Nenek itu kembali kerumahnya, sedangkan kami pergi ke perserikatan petualang untuk menyerahkan progres permintaan.


"Baiklah, permintaan sepuluh duri giant hedgehog sudah anda selesaikan, silahkan ini bayarannya... Terimakasih sudah mengambil quest..."


Nona loket guild memberi bayaran kepadaku.


Pada akhirnya, aku hanya dapat membawa sepuluh duri untuk diserahkan.


Itu karena, aku harus membawa beban tambahan saat berusaha kabur dari undead.


Yah, itu lebih baik daripada Erena yang nihil tanpa hasil.


Bayarannya sangat tidak seberapa untuk misi yang hampir membahayakan nyawa.


Itu hanya sekitar cukup untuk makan dan minum untuk beberapa hari saja.


Dan karena aku adalah si tampan baik hati, aku membiarkan gadis yang punya kedok pahlawan kegelapan ini untuk memesan makan siang.


Dia memesan makanan yang sama dengan makanan yang kami pesan kemarin di kedai serikat ini.


Yap, bistik blush yang keras tapi nagih, dengan harga terjangkau.

__ADS_1


Bisa dibilang, ini adalah utang budi karena dia sudah menyelamatkan nyawaku.


"Sudahkah kau mendengarnya? Rumor tentang pahlawan pedang yang telah membunuh naga yang menyerang desa kecil."


Di pojok bar yang dioperasikan oleh perserikatan.


Baiklah, sebut saja tavern.


(Note Tavern : Sejenis bar)


Aku mendengarkan beberapa orang yang duduk beberapa petak meja dari tempatku dan Erena.


Mereka terlihat berbincang sambil minum di siang hari. Aku rasa mereka adalah satu party.


(Note Party : Kelompok orang yang beranggotakan 3 orang atau lebih, yang menjalankan misi atau bekerja sama-sama dalam sebuah pekerjaan.)


Dan lagi, aku tidak minum bir, tapi Slimenoid.


Apa itu slimenoid,


Aku mencobanya, karena penasaran sejak Alice memberitahuku kalau itu minuman tanpa alkohol salah satu favorit para pelanggan.


Kau bertanya kepadaku apakah itu enak, aku menjawab ini:


... Erm entahlah.


Tapi aku merasakan tekstur soda saat meminumnya.


Alice memberitahuku kalau itu adalah minuman yang dibuat dari slime yang banyak berkeliaran di padang rumput. Bentuk mereka tidak jauh berbeda dengan sugar slime, tapi ada sedikit perbedaan jika kau sudah sering melihatnya.


Aku selesai minum Slimenoid dan menaruh gelas di meja...


"Hum..."


Party itu kelihatan membicarakan sesuatu yang omong kosong.


Sekarang, banyak orang yang sedang mengobrol di tavern petualang ini dan aku bisa mendengar banyak topik.


Seperti sekarang adalah musim semi, dan sebentar lagi waktunya beberapa jenis slime akan berpindah tempat ke area sekitar kota.


Atau kabar tentang kelebihan dan kelemahan dari beberapa monster kuat. Ada segelintir monster yang membenci bau amis ikan, jadi mengolesi tubuh dengan itu akan menjauhkan mereka.


Aku punya waktu sulit untuk bertahan hidup sejak dua hari aku datang ke dunia ini, dan aku langsung terpikirkan mengumpulkan intelejen dengan cara ini.


Mengumpulkan informasi adalah tahap terpenting untuk menentukan rute yang kau pilih.


Itu seperti kau harus mengerti stat job mu di dalam game, dan tingkatkan ability sesuai job itu.


Berbicara tentang job, aku memiliki satu skill sekarang. Meski aku belum memilih job apapun karena stat miliku yang masih terlalu lemah.


Skill yang membuat fisik penggunanya meningkat pesat dalam waktu yang singkat, tapi memakai banyak energi sihir, Akselerasi.


Skill dasar yang beberapa orang tidak ingin mempelajarinya, tapi entah bagaimana aku malah mendapatkan kemampuan tak berguna ini.


Untuk membangkitkan kemampuan, kau harus melakukan sesuatu pemicu, agar sesuatu itu dapat kau pelajari.


Contohnya, saat kau sudah terbiasa dipukuli oleh orang, maka kau akan mendapat ability penyembuhan instan, atau kelebalan.

__ADS_1


Meski semua itu dapat di pelajari hanya dengan memilih job apa yang akan digunakan.


Kau hanya tinggal mengatur semuanya di dalam kartu serikat sesuai keinginanmu.


Pengetahuan dasar seperti ini kudapat dari beberapa petualang pemula yang mengobrol.


Tapi, semua itu tidak berlaku untuk gadis di depanku.


Dari awal, dia sudah mempunyai takdir kekuatan pahlawan meski tanpa sejata pahlawan itu sekalipun.


Hanya tinggal terbiasa saja baginya, untuk mengendalikan kekuatannya agar tidak pingsan seperti tadi.


"Hei Junma, kenapa dari tadi kau celingak-celinguk seperti orang linglung?"


Erena berkata selagi dia melihatku dengan gelisah.


"...? Eh, aku hanya mencari beberapa informasi. Kenapa?"


"Tidak ada, aku hanya tidak enak kalau hanya aku yang makan, dan kamu tidak. Kenapa kau tidak memesan makanan?"


"Oh, ternyata kau punya rasa malu juga ya... Berterimakasihlah kepadaku karena tidak jadi mati karena kelaparan."


Aku meminum Slimenoid milikku yang tersisa, dan menghabiskannya.


"Oh, iya... ngomong-ngomong, apa aku boleh melihat kartu serikat milikmu?"


"Nih..."


Erena melempar kartunya seperti barang tak berharga ke arahku sambil meneruskan makannya.


Saat melihat kartunya, ada beberapa tampilan yang berbeda dari punyaku. Seperti bar skill kosong miliknya yang sangat banyak, lalu banyak statistik fisik yang tinggi.


Belum lagi, kapasitas mana miliknya yang begitu berlimpah.


Pahlawan memang hebat. Tapi sayangnya yang satu ini sangat idiot.


Aku memikirkan itu sambil melirik kearah gadis cantik yang cara makannya seperti seorang barbarian.


Aku lanjut melihat-lihat stat di kartumilik Erena.


Di bar skill miliknya tertulis beberapa skill yang mungkin dia sendiri tidak mengetahuinya.


Dark style, meningkatkan daya serang sihir bertipe kegelapan.


Lalu...


Darkness of javelin, menembakan tombak sihir kearah lawan dan jika lawan mati dalam sekali serang, dia akan berubah menjadi undead dan mematuhi segala perintah pengguna.


Selanjutnya...


"... Sebentar."


Aku menyadari satu hal.


Satu hal yang sangat menyebalkan. Satu hal yang membuatku ingin menghantamkan kepalaku ke meja.


"Eh? Mapan mesum...? Kenapa mukamu jadi aneh begitu? Tunggu, kau ingin ngapain? Hei, Junma..."

__ADS_1


"Sialan kau pahlawan abal-abal...!!"


"Huaaaaa, aku tidak mengerti kau kenapa, tapi maafkan aku...!"


__ADS_2