G D Lnjt Dulu

G D Lnjt Dulu
Teman Teman Jiang Zhe


__ADS_3

{Berikan saran dan kritikkannya}


Mereka berlima berjalan menuju kediaman Jiang Zhe hanya untuk sekedar berkunjung, saat sampai dikediaman hal yang samapun terjadi, dan mereka memasuki Kediaman Jiang Zhe saat mengetahui dimana keberadaan Jiang Zhe


"Salam pada Putra Mahkota" Ucap mereka berlima


"Salam diterima. Ayo bergabung dengan teman teman ku mei mei" Ucap Jiang Zhe belum menyadari keberadaan Jiang Yi


"Eh.. Ada Yi'er juga, mari bergabung" Ucap Jiang Zhe saat menyadari keberadaan Jiang Yi


Semua teman Jiang Zhe menatap Jiang Yi, ada banyak tatapan, seperti kagum, iri dll


Jiang Yi hanya menurut saja dan bergabung, meski dia sedikit risih dengan tatapan teman gegenya itu, tapi ia tetap memasang wajah datar


"Yi'er, apa kau membawa Manis bersama mu? Aku ingin memperkenalkanya pada temanku" Ucap Jiang Zhe


"Tidak" Ucap Jiang Yi dingin


"Yahh, apa kau tidak bisa meminta salah satu dari mereka untuk membawanya?" Tanya Jiang Zhe


"Ba.." Ucapannya terpotong oleh Yunsi


"Itu tidak perlu Yi'er, aku sudah membawanya" Ucap Yunsi sambil mengeluarkan Manis


"Hmm" Itulah jawaban singkat dari Jiang Yi


"Ah, Terimakasih" Ucap Jiang Zhe sambil mengambil Manis dan menggendongnya, Sedangkan Manis hanya pasrah


'Oh tuan, mengapa kau memiliki kakak sepertinya?' Batin Manis menangis, Jiang Yi yang mendengar itu hanya terkekeh dalam hati, tapi wajahnya selalu datar


"Mei mei, perkenalkan, ini teman teman ku" Ucap Jiang Zhe


"Perkenalkan, namaku Guan Li. Aku orang yang kau tolong di hutan kematian waktu itu" Ucapnya yang memang pernah dibantu oleh Jiang Yi. Jiang Yi hanya menatap dingin Putra Mahkota Guan Li tanpa berniat membalas ucapannya


...



(Guan Li, Orang yang ditolong Jiang Yi di episode Pertempuran Kecil)...


"Perkenalkan, namaku Guan An, adiknya gege Li" Ucapnya


...



(Guan An, adik Guan Li)...


"Namaku Jendral Sang Wei, aku anak dari Jendral besar Sang" Ucapnya


...


__ADS_1


(Jendral Sang Wei)...


"Feng Ji, Putra Mahkota Feng" Ucapnya


...



(Feng Ji)...


Jiang Yi sama sekali tak mengubris, ia hanya menatap datar orang orang didepannya. Akhirnya Jiang Ye memberi kode dengan menyikut tangan Jiang Yi


"Hay, namaku Jiang Ye, aku Putri kedua kekaisaran Jiang" Ucapnya sambil tersenyum manis


Jiang Yi yang mendapat kode itu langsung menyebut namanya "Jiang Yi" Hanya itu yang dia katakan


Suasana menjadi canggung setelah Jiang Yi memperkenalkan diri, hingga Jiang Zhe bertanya pada Guan Li


"Jadi kau sudah mengenal Yi'er?" Tanya Putra Mahkota memecah keheningangan yang baru saja terjadi


"Iya, dua minggu lalu. Aku, Thu gege, Su'er dan Jendral Minghao dalam perjalanan pulang menuju kekaisaran, tapi saat berada di Hutan Kematian kami mendapat serang dari bandit dihutan itu, kami kalah jumlah. Tapi, tiba tiba ada gadis 11 tahun yang menolong kami, dan itu adikmu" Jelasnya


Semua yang mendengar itu hanya ber 'oh' ria, beda hal dengan Jiang Zhe


"Yi'er, jelaskan?" Ucapnya, auranya sudah mulai menghitam, tapi itu tidak memengaruhi Jiang Yi, meski itu sudah di tujukan langsung padanya


"Apa yang perlu ku jelaskan? Bukankah dia sudah menjelaskannya?" Ucap Jiang Yi yang malas berdebat


"Mei mei, sebaiknya kau jelaskan saja" Bisik Jiang Ye pada Jiang Yi


Jiang Yi menarik nafas kemudian "Ulang tahun, izin, pasar, hutan" Hanya itu yang ia ucapkan, tak ada yang mengerti kecuali 3 pengawal itu


"Maksudnya?" Tanya Putra Mahkota bingung


"Baiklah, coba aku yang membuatnya sedikit lebih mudah, jika penjelasanku sesuai, mengangguklah. Baiklah, Saat itu kalian semua sedang membicarakan ulang tahun Putra Mahkota, setelah itu meminta izin pada Kaisar untuk kepasar, setelah puas berjalan jalan dipasar ia pergi kehutan. Apa itu betul?" Ucap Xiu


Jiang Yi hanya mengangguk membenarkannya. Putra Mahkota yang mendengar itu hanya menghela nafasnya


"Lain kali jangan kesana" Ucapnya yang hanya dibalas dengan isyarat mata 'Kalau ingat', memang sangat irit kata kata


merekapun bercerita sampai waktu makan malam, mereka semua berjalan beriringan menuju ruang makan utama, ruang itu lebih luas daripada ruang makan yang biasanya mereka gunakan


Saat sampai disana, ternyata hanya menunggu mereka saja, Jiang Yi langsung mengambil tempat duduk disamping Jiang Di, bahkan ia lupa memberi salam


"Salam para Kaisar, Pangeran dan Putri" Ucap mereka


Sedangkan Jiang Yi, dia sedang asik mengobrol dengan Jiang Di, jadi tidak mengetahui apapun


"Di'er, nanti biar aku yang memakan makananmu ya" Bisik Jiang Yi pada Jiang Di


"Terserah jie jie saja" Ucap Jiang Di sembari tersenyum pada Jiang Yi


"Ekhem Apa kalian sudah selesei berbisiknya?!" Ucap Kaisar menegur Putra Putri nya itu

__ADS_1


"Hmm" Itulah jawaban dari dua kutub Jiang itu. Kaisar hanya menghela nafas saat melihat sikap Putri bungsunya tertular pada Putra bungsunya itu


"Baiklah, terimakasih sudah datang lebih awal untuk ulang tahun Putra Mahkota Jiang Zhe bla bla. Silakan dinikmati hidangannya" Ucapnya dan mulai menikmati makanannya


Sedangkan Jiang Yi mengeluarkan makan yang sudah dibuatnya, dan menaruhnya dimeja Jiang Di, setelah itu mengambil makanan Jiang Di dan memakannya. Tidak ada seorangpun yang menyadari hal itu, mereka hanya melihat Jiang Di yang memakan makanan itu dengan lahap, sesekali Jiang Yi menyuruhnya untuk makan perlahan saja


Setelah acara makan tersebut, Jiang Zhe mengajak teman temannya juga saudaranya untuk menginap dikediamannya, karena dia ingin menghabiskan waktu bersama, tentunya karena ia sudah lama tidak bertemu dengan teman-temannya itu


Saat berada disana, mereka semua tertawa bersama yah kecuali Jiang Yi, Jiang Di, dan 3 Pengawal Jiang Yi itu. Beberapa saat menjadi hening karena tidak tahu apa yang harus mereka bahas lagi, hingga Yunsi memecahkan keheningan itu


"Hmm, bagaimana jika kita berkemah?" Ucap Yunsi


"Boleh tuh, gw setuju ama ide lo" Ucap Xiu (mereka memang sudah di ajarkan bahasa modern ya)


"Ekhem" Deheman dari Jiang Yi dan Jiang Di sambil menatap tajam Xiu


"Eh eh ma...maksudnya saya se...setuju" Ucapnya takut karena ditatap tajam oleh Jiang Yi dan Jiang Di


"Berkemah itu seperti apa?" Tanya Sang Wei


"Emmm, gege pernah ikut perang gak?" Tanya Jiang Di


"Pernah" Jawabnya


"Berkemah tuh seperti perang. Dimana setiap pasukan akan disiapkan tenda untuk mereka tidur dan makan, jadi kita akan membangun tenda untuk kita tidur dan jie jie Yi'er akan memasak untuk kita" Ucap Jiang Di enteng


"No. I do not want" Ucap Jiang Yi malas


"Ihh, ayo jie jie. Pokoknya jie jie yang masak. Kalian setuju gak" Meminta persetujuan pangeran dan putri yang ada disana


"Setuju" Ucap mereka semua


"Baiklah" Ucap Jiang Yi pasrah dan menatap 3 babunya mengisyaratkan mereka untuk ikut membantunya, dengan berat hati mereka hanya menurut, dan membantu Jiang Yi


......................


...****************...


...BERSAMBUNG...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...💮💮💮...


...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...


......


...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuat berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...


...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...


...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN**]...

__ADS_1


__ADS_2