G D Lnjt Dulu

G D Lnjt Dulu
Ulang tahun Putra Mahkota 2


__ADS_3

{Berikan saran dan kritikkannya}


Semua orangpun kembali kekediaman masing masing untuk menunggu malam tiba, tak terkecuali Jiang Yi dkk, tapi tidak dengan Jiang Di yang terus menempel padanya seperti perangko


Dalam perjalanan menuju kediaman Jiang Yi, mereka berpapasan dengan keluarga Smith


"Salam pada Kaisar, Permaisuri, Putra Mahkota dan Putri Mahkota Smith" Ucap 5 kutub itu dengan dingin


"Salam diterima Putri dan Pangeran Jiang" Balas mereka


(Anggap aja itu bahasa inggris)


"Apakah kita bisa minum teh bersama Putri?" Tawar Putri Mahkota Qiana Smith yang masih ingin bersama Jiang Yi


"Bukankah sudah ku katakan bahwa saat perayaan ulang tahun Gege Putra Mahkota, jie jie hanya akan bersamaku" Ucap Jiang Di menatap tidak senang pada Qiana Smith


"Tapi aka juga mau mengangkatnya menjadi adikku" Ucap Qiana Smith


"Aku tidak mengijinkannya" Ucap Jiang Di menekan setiap katanya dan menarik lengan Jiang Yi agar dekat dengannya. Jiang Yi hanya pasrah menjadi koper dadakannya Jiang Di


"Ayolah" Ucap Qiana Smith menggunakan puppy eyesnya 'Pokoknya aku harus menghabiskan waktu bersama Putri Jiang Yi hari ini' Batinnya


"Tidak bisa. Permisi" Ucap Jiang Di tegas dan langsung pergi sambil menyeret Jiang Yi. 3 kutub itu hanya mengikuti tuannya saja, tidak melakukan apapun


"Ish, Pangeran kecil itu sangat menyebalkan" Umpat Qiana Smith kesal


"Sudahlah adik, itu mungkin karena dia tidak ingin kakaknya bergaul dengan orang yang salah" Ucap Edward Smith mencoba menenangkan amarah adiknya itu


"Jadi aku orang yang salah?!" Kesal Qiana Smith akan ucapan Edward Smith


"Eh.. eh...bu..bukan" Ucap Edward Smith saat menyadari ucapannya malah membuat adiknya terbakar amarah


"Kau salah paham Qiana, maksud kakakmu itu, Pangeran keempat Jiang tidak begitu mengenalmu dan mengasumsikan jika kau tidak layak jika dekat dengan Putri Ketiga Jiang. Mungkin dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kakaknya itu" Ucap Kaisar Edric Smith


"Ayahmu benar sayang, kau juga tidak suka bukan jika ada gadis yang dekat dengan kakakmu? Begitu juga dia, apalagi melihat parasnya yang seperti itu membuat pria maupun wanita ingin dekat dengannya" Ucap Permaisuri Cassandra Smith


"Benar juga, ya sudahlah. Bagaimana jika kita tinggal untuk sementara dikekaisaran Jiang ini, agar aku bisa dekat dengan Putri Ketiga Jiang Yi. Lagian 2 tahun lagi akan ada ujian untuk memasuki 5 sekte besar, aku bisa ikut di situ" Ucap Qiana


"Kita harus kembali Qiana, kau tahukan, jika kita tidak ada, bagaimana dengan tugas kita dikekaisaran?" Ucap Kaisar Edric Smith


"Huh, baiklah. Tapi aku akan ikut ujian yang akan diadakan 2 tahun lagi" Ucapnya


"Terserah kau sajalah" Ucap mereka semua


Baiklah, kita kembali pada MC kita, yaitu Jiang Yi yang sampai saat ini masih dibuntuti oleh Jiang Di, bahkan 3 kutub itu heran dengan sikap Jiang Di yang makin manja itu


"Ada apa denganmu ini. Lihatlah, kau bahkan tak melepas tangan Yi'er sejak tadi" Bingung Yunsi akan sikap Jiang Di yang berubah


"Apa kalian tidak melihat tatapan dari orang orang itu yang tertuju pada jie jie? Huh, aku tidak suka jika mereka menatap jie jie ku dengan tatapan mesum seperti itu" Ucap Jiang Di mengeluarkan uneg unegnya


"Ah ya, kau benar. Kita harus melindungi Yi'er dari tatapan manusia tak tau diri itu" Ucap Muyen


"Aku setuju" Ucap mereka semua kecuali Jiang Yi dan Muyen


"Kalian ini, aku juga bisa menjaga diri tahu" Ucap Jiang Yi karena merasa diremehkan


"Kami tahu kau kuat, tapi manusia manusia b*jing*n itu pasti akan mendekati mu" Ucap Xiu


"Itu benar jie jie, jadi kau tidak boleh jauh dari kami. Oke?" Ucap Jiang Di


"Ya ya ya, aku akan bersiap siap dulu, sebentar lagi acaranya akan dimulai" Ucap Jiang Yi swmbil berjalan menuju tempat pemandian. 4 kutub yang tersisa itu


"Kalian bersiap saja, aku akan menunggu jie jie" Ucap Jiang Di


"Baiklah. Kalau begitu, kami kekamar untuk bersiap siap dulu" Ucap Yunsi sambil berjalan keluar dari kamar Jiang Yi diikuti Muyen dan Xiu

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Jiang Yi keluar dari tempat pemandian dan mulai menata rambutnya. Setelah bersiap siap, ia menghampiri 4 kutub itu yang dengan setia menunggunya


"Apa kalian sudah bersiap siap?" Tanya Jiang Yi


"Sudah Yi'er/Belum jie jie" Ucap mereka bersamaan


"Kenapa belum?" Tanya Jiang Yi


"Menunggu jie jie selesai bersiap siap, setelah itu aku akan bersiap siap dan jie jie akan menungguku" Ucap Jiang Di dengan santai


"Hais, terserah kau saja. Ayo, kami akan menunggumu" Ucap Jiang Yi yang malas berdebat dengan adiknya itu


"Baiklah" Ucap 4 kutub itu. Mereka berjalan menuju kediaman Jiang Di, keadaan sudah sepi, hanya terlihat beberapa pelayan yang sedang membawa nampan yang berisi cemilan untuk dibawa keaula istana. Ya karena sebentar lagi acaranya akan dimulai. Sedangkan 5 kutub ini masih harus menunggu Jiang Di bersiap siap


Setelah bersiap siap, mereka berjalan menuju aula untuk menghadiri acara itu, karena mereka tahu akan ada hal yang menarik. Saat berada didepan pintu aula, kasim mengungumkan kedatangan mereka


"TUAN PUTRI JIANG YI, PANGERAN JIANG DI, BESERTA TUAN MUDA MUYEN, YUNSI DAN XIU MEMASUKI RUANGAN" Teriak kasim itu. Jika bertanya apakah Jiang Yi akan menutup telingannya seperti pertama kalinya memasuki dimensi ini, tentu saja tidak, karena sejak masih di zaman modern dulu, teman segengnya dulu adalah orang yang suka berteriak. Terus mengapa ia kaget saat kasim itu berteriak? Itu karena kasim itu berteriak tiba tiba, apalagi ia berdiri tepat satu langkah di depan kasim itu, jadi wajar saja ia menutup telingannya


Semua perhatian tertuju pada mereka, tapi mereka tidak mempedulikannya, bahkan aula itu menjadi riuh karena kedatangan mereka


"SALAM UNTUK PARA KAISAR, PERMAISURI, PANGERAN JUGA PUTRI" Ucap mereka berlima kemudian duduk ditempat mereka


"Ekhem" Deheman Kaisar membuat semua orang diam


"Lanjutkan" Ucap Kaisar


Awalnya, semua berjalan lancar, hingga tiba tiba


'HAP'


5 kutub itu tiba tiba saja berdiri didepan para kaisar sambil memegang anak panah yang hampir mengenai para Kaisar


Jiang Yi didepan Kaisar Jiang Zhe, Jiang Di berada didepan Kaisar Guan Ji, Muyen didepan Kaisar Feng Shui, Yunsi didepan Kaisar Edric Smith, dan Xiu berada didepan Kaisar Park. Untuk dua Kaisar muda itu, mereka memiliki Jendral bukan? Jadi mereka yang melindungi tuan mereka


Semua orang berteriak histeris saat menyadari ada penyerangan. Tiba tiba saja 5 kutub menghilang dari hadapan semua orang, dan muncul dengan menyeret beberapa orang berbaju hitam


"Tidak apa apa Di'er" Ucap Kaisar


Karena Jiang Yi adalah orang yang pandai dalam hal menginterogasi musuh, ia mulai mengintrogasi mereka. Muyen mengambil satu kursi untuk Jiang Yi duduk


"Dari organisasi mana?" Tanya Jiang Yi dengan nada yang dalam dan dingin, membuat orang orang itu merinding


"Ka...kami ti..dak akan mem..beri tahu..kan nya" Ucap salah satu dari mereka, meski takut, tapi mereka tidak bisa membocorkannya


"Lihat Di'er, dia tidak ingin memberitahukannya" Ucap Jiang Yi dengan wajahnya yang cemberut


...



(ekspresinya aja)...


Mereka yang melihat itu, pipinya merah bagai kepiting rebus 'ternyata seorang kutub bisa bertingkah imut juga' batin mereka semua


"Lakukan apapun yang bisa membuatnya buka mulut, jika tidak bicara juga, bunuh saja" Ucap Jiang Di tegas


"Akan Putri ini laksanakan apa yang Pangeran perintahkan" Ucap Jiang Yi memberi hormat ala Jendral pada Jiang Di, Jiang Di hanya mengangguk, karena sudah terbiasa


"Xiu gege, lepaskan ikatan orang itu, kemudian tahan dia agar tidak bisa kabur" Ucap Jiang Yi menunjuk salah satu dari mereka, yang langsung dilaksanakan


"Jadi paman, apa kau akan mengatakannya?" Tanya Jiang Yi pada orang itu sambil memainkan pisau kecil ditangannya


"Ti..tidak akan, ka..kau tidak akan berani melukaiku, kau hanya gadis kecil yang lemah. Kau itu sampah" Ucap orang itu keras kepala


"Ah, kau benar, aku itu hanya gadis kecil lemah dan dijuluki sampah" Ucap Jiang Yi sambil menundukan kepalanya seolah olah sedang sedih

__ADS_1


"Cih" Orang itu merasa bahwa ucapan Jiang Yi sudah selesai dan merasa bahwa ia sudah menang


"Tapi itu dulu" Ucap Jiang Yi yang langsung menarik kasar tangan orang itu dan mengoresnya


"Ja...j*la*g, a..apa ya..yang ka..kau la..kukan, ta..tanganku. Akh" Rintih orang itu. Mereka yang melihat itu merinding dan takut 'Lebih baik langsung dibunuh saja daripada disiksa seperti itu' Batin mereka semua


"Jadi kau akan mengatakan sesuatu?" Tanya Jiang Yi yang mulai menghentikan aktivitasnya


"Ti..tidak akan akhh" Ucap orang itu terbata bata dan merintih kesakitan


Mendengar itu, Jiang Yi mulai menggores wajah orang itu, menusuk mata kirinya, dan darah sudah menghias wajah cantik Jiang Yi


Mendapati orang itu tidak mengatakan apapun, ia membuka mulut orang itu dan memotong lidahnya, orang itu terus berteriak kesakitan. Ia sudah memohon ampun pada Jiang Yi, namun Jiang Yi tak menggubrisnya. Jiang Yi sudah tidak bertanya lagi, meski orang itu sudah mau membuka mulutnya, ia tidak peduli, karena ia sudah bertanya sebanyak tiga kali, tapi ia tak ingin mengatakannya


Jiang Yi merobek mulutnya, kemudian menguliti tangannya dan memotong tangannya, ia membelah perut orang itu, dan menarik ususnya keluar. Sedangkan yang menjadi korban hanya pasrah akan ajalnya, tapi itu akan sedikit lama, karena jika gadis itu belum puas, ia tidak akan membunuh orang itu


Merasa puas, ia menarik jantung orang itu dengan paksa, kemudian menghancurkannya


"Yang sisanya untuk kalian saja" Ucap Jiang Yi pada 4 kutub yang dengan setia menontonnya


"Baik Yi'er/jie jie" Ucap mereka


Mereka melakukan hal yang sama pada orang orang itu


"Maaf atas ketidak nyamanannya" Ucap Jiang Di pada semua tamu yang hadir


"Ti..tidak apa apa pa..pangeran. Justru kami berterima kasih karena sudah menyelamatkan kami" Ucap mereka


"Baiklah jika seperti itu, kami akan kembali kekediaman kami" Ucap Jiang Di


"Salam" Ucap 5 kutub kemudian pergi


"Karena ini sudah larut, sebaiknya kita kembali kekediaman, agar bisa melanjutkan acara besok pagi" Ucap Kaisar Jiang Zhi kemudian keluar dari aula


5 kutub sudah tidur, sedangkan Keluarga Smith


"Dia sangat mengerikan" Ucap Qiana Smith


"Ia, dia bahkan tidak ragu mengoyak tubuh orang orang itu, tak ada ketakutan sedikitpun dimatanya" Ucap Edward Smith


"Tatapannya sangat dingin, dan aura hitam yang ia keluarkan sangat mengerikan" Ucap Kaisar Edric Smith


"Terlihat seperti iblis dari neraka terdalam yang bersembunyi dibalik wajah cantik dan imutnya itu" Ucap permaisuri


"Sebaiknya, kita jangan menyinggung keluarga Jiang, karena ada iblis yang bersembunyi sebagai anak kecil di istana ini" Ucap mereka bersamaan


"Sebaiknya kita tidur saja, ini sudah larut" Ucap Kaisar Edric Smith


"Baik Ayahanda/Yang Mulia" Ucap mereka bersamaan


......................


...****************...


...BERSAMBUNG...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...💮💮💮...


...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...


......


...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuat berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...

__ADS_1


...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...


...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN**]...


__ADS_2