
{Berikan saran dan kritikkannya}
"Paman, ada apa ini, mengapa ribut sekali?" Tanya Jiang Yi. (Disini dia nyamar jadi cowok ya, jadi gak ada yang ngenalin)
"Eh, itu nak. Tadi 3 pemuda miskin itu menyentuh baju Tuan muda dari kediaman mentri Fu" Jelas paman itu
"Makasih paman" Ucap Jiang Yi kemudian menghilang dari kerumunan. Saat ini Jiang Yi sedang mengubah penampilannya kembali menjadi Tuan Putri Jiang Yi di dalam ruang dimensi, kemudian ia keluar dengan penampilan yang berbeda dan ia berjalan dari ujung toko buku disana sambil menenteng belanjaan yang tadi ia beli
Jiang Yi berjalan menuju kerumunan sambil berteriak yang sudah dipastikan mereka semua mendengarnya "Ada apa ini?" Jiang Yi berbicara dengan nada yang begitu dingin
Mereka yang mendengar itu langsung membungkuk hormat, begitu juga dengan 3 pemuda miskin dan 2 pemuda bangsawan yang diketahui adalah Tuan muda dari kediaman mentri Fu "Salam pada Tuan Putri"
"Hmm" Balas Jiang Yi "Mengapa kalian semua berkumpul disini" Tanya Jiang Yi
"Maaf Tuan Putri, ketiga pemuda miskin ini mengotori bajuku, jadi aku sedang menjarinya cara bersikap yang benar" Ucap salah satu pemuda bangsawan itu
Terlihat Jiang Yi menatap lekat ketiga pemuda itu, dua orang dari pemuda miskin itu menunduk, sedangkan pemuda yang terlihat lebih tua dari mereka kembali menatap Jiang Yi yang membuat senyum terbit diwajah cantiknya itu. Jiang Yi kembali memasang wajah datarnya saat menatap dua pemuda bangsawan itu
"Lepaskan saja mereka bertiga, mereka orangku" Ucap Jiang Yi santai
"Ta..tapi.." Ucapan pemuda itu terpotong oleh Jiang Yi
"Jika kau ingin menghukum mereka, mengapa kau tidak menghukumku saja, sudahku katakan bukan, mereka orangku" Ucap Jiang Yi dengan hawa yang begitu dingin
"Ba.. baik Tuan Putri"Ucap pemuda dari kediaman mentri Fu
"Hmm kalian bertiga, ikut aku" Ucap Jiang Yi langsung pergi dengan hawa dingin yang sudah tidak begitu menguar. Tadi Jiang Yi sengaja mengeluarkan sedikit hawanya untuk menekan pemuda bangsawan itu
Pemuda miskin itu mengikuti Jiang Yi, mereka berterimakasih karena sudah dibebaskan dari kedua pemuda sombong tadi. Jiang Yi membawa mereka kesebuah penginapan yang tidak jauh dari tempat kejadian tadi. Ia memesan kamar dan pelayan membawa mereka menuju kamar yang mereka pesan
Jiang Yi memberi mereka beberapa pakain pria yang ada di cincin ruangnya dan memberikan pada ketiga pemuda miskin itu "Terimakasih Tuan Putri" Ucap ketiga pemuda itu kemudian memasuki kamar yang sudah dipesan untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Saat mereka keluar, mereka mendapati seorang pemuda tampan sedang bersender dipintu kamar yang dipesan Jiang Yi
"Siapa kau? Dan dimana Tuan Putri?" Tanya pemuda yang lebih muda
info
(Sebelumnya Jiang Yi sudah menanyakan keluarga mereka dan tempat tinggal mereka, ternyata mereka tidak memiliki keluarga dan rumah, jadilah Jiang Yi membawa mereka kepenginapan. Nama mereka Muyen, Yunsi, dan Xiu)
Back to story
"Aku Jiang Yi, kalian tinggallah disini, besok aku akan menjemputmu. Dan yah, makananmu sebentar lagi datang" Ucap Jiang Yi Langsung pergi
Jiang Yi kembali keistana dan memasuki kediamannya untuk membersihkan diri, sebentar lagi makan malam, jadi ia menunggu kasim datang menjemputnya. Setelah beberapa saat menunggu, kasimpun datang
"Salam Tuan Putri" Ucap kasim itu
__ADS_1
"Hmm" Jawaban singkat dari Jiang Yi
"Yang mulia Kaisar sudah menunggu anda" Ucap kasim itu lagi
Tanpa sepatah katapun Jiang Yi langsung pergi mendahului Kasim itu, saat sampai di ruang makan, kasimpun meneriaki kedatangannya. Jiang Yi menyadari bahwa kasim itu akan berteriak langsung menutup telinganya menggunakan tangannya
"TUAN PUTRI JIANG YI MEMASUKI RUANGAN" Mereka yang duduk dimeja makan menoleh dan menatap Jiang Yi yang saat ini sedang menutup telinganya menggunakan kedua tangannya
"Yi'er, apa kau hanya akan berdiri disitu?" Tanya Kaisar sedikit meledek Jiang Yi
Jiang Yi yang pekapun langsung masuk dan memberi salam, setelah itu duduk dan langsung menikmati makanannya tanpa menunggu Kaisar. Mereka yang melihat itu hanya tersenyum geli dan mereka semua makan dengan tenang. Setelah acara makan, Jiang Yi kembali kekediamannya dan tidur
Paginya, Jiang Di sudah berada dikediaman Jiang Yi untuk belajar sastra, ya mereka akan belajar sastra, setelah itu beladiri
Saat mendekati waktu sarapan pagi, mereka menghentikan kegiatan mereka dan pergi untuk makan bersama. Seperti biasa mereka makan dengan tenang. Usai sarapan pagi mereka kembali melakukan kegiatan mereka
Jiang Yi saat ini sedang berjalan menuju penginapan. Ya, ia akan menjemput ketiga pemuda itu. Sesampainya di sana, ia melihat ketiga pemuda itu sedang sarapan pagi. Ia menunggu mereka menyelesaikan sarapan mereka itu kemudian menemui mereka
"Sudah siap?" Tanya Jiang Yi pada ketiga pemuda itu
"I..iya Tuan Putri" Ucap mereka bertiga sedikit kaget, karena mereka sama sekali tidak menyadari kedatangan Jiang Yi
"Kalian panggil Jiang Yi saja, jika aku sedang berpenampilan seperti laki laki, panggil Rio saja" Ucap Jiang Yi
Jiang Yi pun mengajak mereka pergi kesuatu tempat yang mereka juga tidak tahu
"Kita akan kemana tu.. Eh R..Rio" Ucap Yunsi ragu ragu
"Latihan" Hanya itu jawaban singkat yang bisa dimengerti oleh mereka, Mungkin
Saat ini mereka memasuki Hutan Kematian, Muyen, Yunsi dan Xiu yang mengetahui itu gemetar ketakutan, ayolah, mereka semua tahu seberapa bahayanya hutan ini, dan sekarang mereka memasukinya
"R...Rio, Me..mengapa ki..kita kesini?" Ucap Xiu ketakutan
Jiang Yi pun berhenti dan "Kalian bertiga, larilah mengitari lahan kosong ini sebanyak 50 kali" Ucap Jiang Yi
"APA!!!" Ucap mereka bersamaan karena kaget
"Pelatihan sederhana bisa mengokohkan tubuh" Ucap Jiang Yi mulai berlari mengitari lahan tersebut
Mereka yang melihat itu mengikuti pergerakan Jiang Yi
Saat ini, Jiang Yi sedang menunggu mereka menyelesaikan larinya karena Jiang Yi sudah selesai sejak tadi dan hanya menunggu mereka saja
Beberapa saat kemudian mereka pun menyelesaikan larinya, dan dilanjutkan dengan latihan lainnya, mulai dari berpedang, karate, kunfu dll
__ADS_1
Dua minggu kemudian, mereka sudah mahir dalam beladiri, dan kultuvasi mereka sudah berada di tahap Panglima Akhir. Bukan hanya mereka, Jiang Di juga sudah fasih/sudah tidak cadal lagi, ia juga sudah mampu berlari mengitari kediaman Jiang Yi sebanyak 50 kali
Tidak hanya itu, saat ini juga istana sedang disibukan dengan tamu yang sudah mulai berdatangan, banyak Putri bangsawan yang berdandan cantik untuk menarik perhatian para pangeran, tapi tidak untuk seorang gadis. Bahkan saat ini, dengan santainnya tidur tanpa niat untuk bangun, tidak ada seorangpun yang berani membangunkannya, karena siapapun yang mengganggu ketenangannya akan menjadi tempat pelampiasan kemarahannya, dan mereka semua sudah melihat kekejamannya itu dengan mata kepala mereka sendiri
Flashback
......................
...****************...
...BERSAMBUNG...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...💮💮💮...
...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...
......
...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuat berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...
...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...
...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN]...
VISUAL MUYEN, YUNSI, XIU**
MUYEN
17 TAHUN
YUNSI
16 TAHUN
XIU
14 TAHUN
__ADS_1