
{Berikan saran dan kritikkannya}
"KAISAR JIANG ZHI, BESERTA KELUARGA MEMASUKI AULA" Teriak kasim mengungumkan kedatangan mereka
Semua orang langsung bangkit berdiri dan memberi hormat menyambut kedatangan mereka "SALAM YANG MULIA KAISAR JIANG ZHI BESERTA KELUARGA, SEMOGA DIBERKATI DAN UMUR PANJANG" Ucap mereka secara bersamaan
Mereka hanya mengangguk dan terus berjalan menuju tahta mereka masing masing. Mereka langsung duduk dan membiarkan Kaisar berdiri untuk berpidato sebelum memulai acara ulang tahun Jiang Di "TERIMAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA YANG TELAH MENGHADIRI ACARA ULANG TAHUN PUTRA KEEMPATKU. SAYA BERHARAP KALIAN SEMUA BISA MENIKMATI ACARA INI DAN BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA BLA" Semua orang mendengarkan dengan seksama pidwto Kaisar, kecuali Jiang Di yang hanya melamun
Muyen, Yunsi dan Xiu yanb menyadari itu tidak berani melakukan apapun. memang sejak dalam perjalanan menuju aula, Jiang Di hanya berjalan dengan tatapan kosong, mereka cukup mengerti dengan kondisi Jiang Di yang seperti ini
Setelah Kaisar berpidato, kasimpun mulai mengungumkan rangkaian acara tersebut, dari awal hinggal akhir. Semua orang hanya menyimak dan menunggu dengan sabar acara tersebut dimulai. Setelah kasim itu berbicara, acarapun dimulai dengan pertunjukan bakat dari para Pangeran dan Putri serta para bangsawan
Keempat pria itu terlarut dalam lamunan mereka hingga Pangeran Mahkota menyadarkan mereka "Hey, kalian jangan melamun saja" Ucap Pangeran Mahkota yang langsung duduk bergabung bersama mereka. Ya, memang keempat orang itu duduk bersama seperti sebuah kelompok dalam satu meja
Seketika mereka tersadar dan menatap Pangeran Mahkota bingung "Acaranya sudah dimulai, kalian jangan melamun saja" Ucap Pangeran Mahkota yang melihat raut bingung mereka. Keempat orang itu hanya mengangguk, mereka sama sekali tidak menyadari jika acaranya sudah dimulai karena pikiran mereka terus melayang entah kemana. Mereka sama sekali tidak bisa fokus dengan acara ini, karena pikiran mereka terus terganggu
"Di'er, apa kau ingin makan sesuatu?" Ucap Muyen berusaha mengembalikan pikirannya, karena tidak ingin terus terganggu. Jiang Di hanya menggelengkan kepalanya lesu, nafsu makannya sudah hilang sejak lama. Mereka semua kembali terdiam dan sibuk dengan pikiran masing masing
Semua orang yang melihat mereka merasa heran, mereka memang dingin, tapi mereka selalu melihat kelima kutub itu selalu bercanda gurau saat mereka bersama, tapi mengapa kali ini mereka diam saja? Pikir mereka aneh
Kabar tentang hilangnya Jiang Yi memang diketahui oleh orang orang, tapi itu hanya dikekaisaran Jiang saja. Jadi wajar saja mereka bertanya tanya dengan keadaan saat ini
"Hahhh" Jiang Zhe yang melihat mereka yang kembali seperti semula hanya menghela nafas kasar, dia sudah tidak tahu harus melakukan apa agar mereka tidak terus memikirkan adiknya itu, dia khawatir jika mereka ikut depresi seperti Jiang Di. Jiang Zhe memilih untuk bergabung dengan teman temannya saja, karena dia hanya didiamkan oleh keempat orang itu
"Ada apa dengan mereka?" Ucap Guan Li betanya pada Jiang Zhe yang mendudukan dirinya dengan didepan Guan Li "Entahlah. Mungkin sebentar lagi mereka akan menggila" Jawab Jiang Zhe dengan nada kesal. Dia kesal bukan tanpa sebab, dia kesal tentu saja karena Jiang Di. Bisa bisanya mereka menunjukkan ekspresi tidak senang seperti itu, padahal mereka semua sudah berusaha untuk membuat acara ulang tahun semegah ini agar mereka tidak bersedih lagi
__ADS_1
Bukannya Jiang Zhe tidak mau mengerti, hanya saja, apa terus menerus bersedih itu adalah solusi? Jiang Zhe tahu mereka sudah mencari Jiang Yi diberbagai tempat, termasuk beberapa kekaisaran, tapi hasilnya nihil. Bukan berarti tidak menemukan hasil, lalu mereka terus bersedih
"Memangnya ada apa sih?" Tanya Guan Li yang memang tidak tahu apa apa. Jiang Zhe sama sekali tidak berniat untuk menjawab, dia hanya memalingkan wajah untuk menyembunyikan kesedihannya. Dia tidak bisa berbohong bahwa dia tidak bersedih, dia juga sama sedihnya. Tapi mengingat dia yang akan menjadi pemimpin, dan sudah dilatih untuk tidak memperlihatkan kesedihannya
Teman temannya cukup bingung saat tidak mendapat respon, kecuali Jendral Sang Wei yang memang tahu semuanya "Mengapa kau diam saja?" Tanya Feng Ji bingung karena tidak mendapat jawaban. Dia cukup penasaran dengan apa yang sedang terjadi
"Kita bicarakan ini nanti saja" Ucap Jendral Sang Wei yang tahu jika Jiang Zhe tidak ingin membicarakan hal ini. Mereka hanya mengangguk bingung menanggapi ucapan Jendral Sang Wei "Apa kalian tidak ingin menunjukkan bakat kalian? Mungkin saja kalian akan mendapatkan hadiah yang bagus" Ucap Jiang Zhe sambil menatap teman temannya
"Memangnya, hadiah tahun ini, apa yang kalian persiapkan?" Bukannya menjawab, Guan An malah kembali bertanya "Aku juga tidak tahu. Ayahanda tidak memberitahukanku tentang hadiahnya tahun ini" Ucap Jiang Zhe "Hm, Kaisar memang tidak membicarakan apapun tentang hadiah kali ini, tapi yang kudengar dari para pekerja, hadiah kali ini sangat misterius dan menakjubkan. Aku belum menebaknya dengan pasti, tapi itu pasti hal yang luar biasa" Ucap Sang Wei dengan mata berbinar. Oh, jika dia mampu, dia pasti sudah mengikuti pertunjukan bakat ini untuk mendapatkan hadiah misterius itu
"Lalu, kenapa kau diam saja? Sana, lalu tunjukkan kemampuanmu" Ucap Guan An "Um, kurasa, itu tidak perlu" Ucap Sang Wei dengan ragu sambil meringis saat menatap muda mudi yang menunjukkan bakat mereka. Mereka semua langsung mengikuti arah pandang Sang Wei, dan ya, memang bakat bakat yang mereka tunjukkan itu luar biasa, dan membuat orang lain yang melihat itu merasa kurang mampu
"Hei, apa salahnya jika mencoba. Jangan begitu takut, kau pasti bisa" Ucap Feng Ji memberi semangat "Em" Gumam Sang Wei ragu "Pergilah. Kau tunjukkan saja bakat berpedangmu, adikku bilang, kau sangat pandai berpedang" Ucap Jiang Zhe "Benarkah?" Tanya Sang Wei memastikan "Ya" Jawab Jiang Zhe mengangguk mantap "Baiklah" Ucap Sang Wei mantap 'Feng Ji benar, apa salahnya mencoba' Batin Sang Wei
Sang Wei maju kedepan dan memberi hormat "Yang Mulia Kaisar. Izinkan saya memperlihatkan kemampuan berpedang saya" Ucap Sang Wei sambil memberi hormat ala Jendral "Silahkan" Ucap Kaisar mempersilahkan. Langsung saja Sang Wei berpindah ketengah aula dengan pedang ditangannya
Setiap pasang mata yang berada diaula itu menatap Sang Wei yang sedang memperlihatkan bakatnya. Semua orang tercengang dengan permainan pedang yang dilakukan oleh Sang Wei. Jiang Di, Muyen, Yunsi dan Xiu merasa penasaran dan melihat apa yang semua orang perhatikan
Mata keempat pria itu membola dengan sempurna saat melihat Sang Wei yang sedang melakukan tarian pedang itu
BRAK
Suara meja yang dipukul dengan keras membuat semua orang memandang pelaku dengan penuh tanya. termasuk Sang Wei yang saat itu masih menari dengan pedangnya, langsung menghentikan tariannya dan melihat orang yang menggebrak meja itu
Jiang Di, Muyen, Yunsi dan Xiu berdiri dengan ekspresi terkejut yang terlihat jelas dari wajah mereka "Apa yang kalian lakukan?" Kaisar bertanya dengan nada marah kepada keempat orang itu. Dia yang sedang asik menikmati permainan pedang Sang Wei harus menunda untuk sesaat karena keempat orang itu menggebrak meja hingga Sang Wei menghentikan permainannya
__ADS_1
"Dari mana kau mempelajari itu?" Tanya Muyen dengan hawa gelap yang tertuju pada Sang Wei. Mendapat pertanyaan seperti itu "Tu...tuan pu...putri Yi...Yi'er" Ucap Sang Wei gugup karena hawa yang tertuju padanya
"Kau tahu. kau melakukannya dengan sangat buruk" Ucap Jiang Di seraya menatap Sang Wei tajam. Mendapat tatapan seperti itu membuat nyali Sang Wei menciut. Dia memang seorang Jendral, tapi itu hanya berlaku saat dimedan perang. Dan sekarang dia bukan dimedan perang, tapi didepan atasan yang sudah merawatnya seperti anak raja didalam Istana ini dengan penuh kasih sayang
"Kalian berempat, duduk dan diam saja. Tidak perlu mengomentari orang lain" Tegas Kaisar pada keempat orang itu, dan mereka hanya mendengus kesal sambil bergumam "Tidak bisa, tapi masih saja memamerkannya". Tidak ada yang mendengarkan gumaman mereka, karena mereka hanya menggerakkan mulut mereka sambil mendudukan diri mereka ditempat mereka semula
Keadaan kembali tenang setelah mereka duduk. Kaisar langsung melanjutkan acara itu, dan acara itu berjalan dengan tenang setelah keempat pembuat onar itu duduk. Tidak ada yang spesial sama sekali dalam acara itu, hingga akhirpun tidak ada yang spesial, hanya membosankan
......................
...****************...
...BERSAMBUNG...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...💮💮💮...
...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...
......
...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuatmu berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...
...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...
__ADS_1
...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN**]...