
{Berikan saran dan kritikkannya}
Seperti biasanya Jiang Di berlatih sendiri dihalaman belakang kediamannya. Sedang asik berlatih, tiba tiba 'Deg' Jantung Jiang Di seolah berhenti berdetak, dadanya sesak "Hah hahh hahhh" Nafas Jiang Di mulai memburu
Jiang Di terduduk sambil memegang dadanya, pedangnya menjadi tumpuan untuk menopang tubuhnya yang akan terjatuh "Huhhh huuhhh lagi huhh huuh" Ucap Jiang Di menahan sesak di dadanya. Ini sudah kesekian kalianya. Dia selalu berharap, saat penyakitnya kambuh, kakaknya ada bersamanya, tapi itu hanya angannya saja, dan dia akan menunggu rasa sakit itu menghilang sendiri, terkadang menggores tangannya sendiri untuk mengalahkan rasa sakit di dadanya
Seorang penjaga lewat dan melihat keadaan Jiang Di langsung membopong Jiang Di menuju kamarnya "Pa...pangeran. Apa yang terjadi? Apa penyakit anda kambuh lagi? Saya akan memanggilkan tabib" Ucap penjaga itu sambil membawa Jiang Di kekamarnya, seluruh pekerja dikediaman Jiang Di sudah mengetahui tentang penyakit Jiang Di
"Ti...tidak perlu. Ba...bawa aku kekamar saja" Ucap Jiang Di yang masih setia meremas dadanya yang terasa nyeri "Ba...baik" Ucap penjaga itu menurut. Jiang Di akhirnya sampai didepan kamarnya "Tinggalkan aku sendiri" Ucap Jiang Di memasuki kamarnya dan 'Brak' Jiang Di menutup pintu kamarnya dengan kasar. Penjaga itu tertegun didepan pintu kamar Jiang Di, astaga! Apa ini? Dia diusir? Pikir penjaga itu "Huft, semoga pangeran tidak menyakiti dirinya lagi" Gumam penjaga itu, kemudian pergi dari sana
Dikamar Jiang Di, Jiang Di terduduk disudut ruangan itu, dia membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya, dan terdengar isak tangis "Hiks hiks jie jie hiks hiks" Tangis Jiang Di "Ka...kapan ji...jie jie pu...hiks hiks lang" Gumam Jiang Di disela sela tangisnya "Hiks hiks ji...jie jie ta..tak merindu...hiks hiks kan ku hiks hiks" Sambungnya lagi, dan dia terus meracau tak jelas 'Ck ck, yang seperti ini ingin melindungiku? Anak yang cengeng tidak layak melindungiku' Kata kata itu terngiang dikepala Jiang Di. Dia ingat dengan cibiran Jiang Yi saat Jiang Di menjadi lemah
"Be....benar. Aku tidak boleh lemah. Jika tidak, jie jie akan mencibirku. Aku harus kuat, ya. Untuk melindungi jie jie, aku tidak boleh menjadi lemah dan cengeng seperti ini" Ucap Jiang Di mulai menghentikan tangisnya "Hahhh huuhhh haahhhh akh" Rintih Jiang Di saat dadanya kembali terasa sakit. Dia bangkit dari duduknya dan mencari sesuatu dikamarnya
Beberapa saat kemudian, dia sudah membongkar setiap sudut kamarnya, tapi tidak juga menemukan apa yang dia cari "Huuhhhh huuuhhhhh huhhh ba....huuuhhh ba...gaimana i...ni huuuhhhh huuuhhhh" Ucap Jiang Di masih senantiasa mencari benda yang entah apa itu, saya juga tidak tahu
'Tok tok tok' Seseorang mengetuk pintu kamar Jiang Di diikuti suara seorang pria "Di'er, waktunya minum obat" Ucap pria itu sambil memasuki kamar Jiang Di yang masih mencari sesuatu "Eh, apa yang sedang kau lakukan Di'er?" Tanya pria itu "Ah ge...gege Muyen, a...aku sedang mencari belatiku" Ucap Jiang Di masih fokus mencari belatinya "Hahhh jangan bilang kau akan meminum darahmu lagi, aku sudah membuang semua benda berbahaya itu. Aku tidak mau kau melukai dirimu lagi. Apa yang akan kami katakan pada Yi'er saat melihat keadaanmu hm?" Ucap pria itu, yang ternyata Muyan sambil membawa Jiang Di ketempat tidur
"Ta...tapi" Cicit Jiang Di, oh dia sangat takut dengan tatapan Muyen, yang seolah berkata 'Jika kau tetap keras kepala, aku benar benar akan memotongmu menjadi bagian yang kecil' Mungkin itulah yang tersirat dari mata Muyen dari pandangan Jiang Di membuat Jiang Di takut "Dengar gege, jie jie itu sangat menyayangimu, begitu juga kami. Kami selalu menjagamu, dan kami tidak ingin kau terluka. Tapi jika kau seperti ini terus, kau menyulitkan kami Di'er, mengertilah?!" Ucap Muyen mengusap lembut kepala Jiang Di "Ma...maaf ge...gege" Ucap Jiang Di menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Iya, gege ngerti kok. Gege juga minta maaf karena udah marah sama kamu tadi, gege cuma gak mau kamu terluka" Ucap Muyen "Ayo, sekarang minum obatmu, lalu tidur, oke" Sambung Muyen lalu membantu Jiang Di meminumkan obatnya "Hm Glug. Terimakasih gege" Ucap Jiang Di kemudian membaringkan tubuhnya, dan perlahan menutup matanya. Muyen pergi dari kamar Jiang Di, dan kembali kekediaman Jiang Yi
Saat melewati kamar Jiang Yi, Muyen berhenti dan memandang sendu pintu kamar Jiang Yi "Cepatlah pulang, semuanya merindukanmu" Gumam Muyen kemudian pergi dari sana, dan memasuki kamarnya
Saat ini, Yunsi dan Xiu sedang memantau salah satu keluarga Mentri yang memberontak lewat layar monitor. Ah, sepertinya mereka mendapat makanan baru "Hahh orang orang ini tidak kapok kapok juga ya. Apa mereka mengira apa yang kita lakukan selama ini hanya ancaman semata?!" Ucap Xiu kesal saat melihat layar monitor itu "Hm, setidaknya dengan adanya para pembelot ini membuat kita sedikit sibuk" Ucap Yunsi, yap dia lebih memilih mengambil hal positifnya saja, dia orangnya memang seperti itu, berkepala dingin
"Ish, tapi tetap saja mereka melanggar hukum. Mereka itu tidak patut dicontoh" Ucap Xiu masih kesal "Ya itu pilihan mereka sendiri" Ucap Yunsi malas "Dasar" Ucap Xiu sambil melipat kedua tangannya didepan dada "Daripada memikirkan itu, lebih baik kita mencuri semua bukti itu, lalu tunjukkan pada semua orang" Ucap Yunsi, dan mereka berdua langsung pergi ke tujuan mereka. Itulah aktivitas mereka setelah cuti dari sekte
Sedangkan Kaisar Jiang Zhi saat ini sedang berkutat dengan berkas yang menumpuk didepannya. Tiba tiba saja ada orang berbaju hitam masuk lewat jendela dan langsung memberi hormat padanya "Hormat Kaisar Jiang" Ucap orang itu sambil berjongkok dengan kaki kiri menjadi tumpuan, dan lutut kaki kanan menyentuh lantai, dan tangan kanannya memegang kepalan tangan kirinya didepan dada sambil menunduk menatap lantai
"Apa ada kabar?" Tanya Kaisar Jiang yang masih tetap fokus dengan pekerjaannya. Orang itu menatap Kaisar Jiang lalu menjawab "Belum Yang Mulia. Kami sudah mencari sampai Kekaisaran tetangga, tapi tidak mendapat jejak apapun" Ucap orang itu masih dengan posisi yang sama "Hahhh" Terdengar helaan nafas berat dari mulut Kaisar, lalu "Teruslah mencari. Aku yakin dia masih hidup" Ucap Kaisar Jiang sambil menatap orang itu "Baik Yang Mulia. Kalau begitu, saya permisi. Salam!" Ucap orang itu, langsung melesat pergi dari sana, dia lanjut mencari orang yang diminta Kaisar
......................
...****************...
...BERSAMBUNG...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...💮💮💮...
...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...
......
...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuatmu berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...
...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...
...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN]...
VISUAL PRIA DICHAPTER SEBELUMNYA**
__ADS_1
...(Terserah mau halu yang mana)...