
{Berikan saran dan kritikkannya}
Istana saat ini terlihat sangat ramai, semua orang berlari sana sini sambil memegang sesuatu yang apapun itu saya juga tidak tahu. Sedangkan seseorang yang melihat keributan itu menatap datar dan penuh amarah semua orang itu, tapi dia tidak melakukan apapun atau mengatakan apapun. Dia hanya tidak menyukai semua ini. Dia menoleh kebelakang ketika seseorang menepuk punggungnya "Apa kau tidak menyukai ini Di'er?" Tanya seseorang itu pada dia yang ternyata adalah Jiang Di
Jiang Di hanya menatap datar seseorang itu tanpa minat untuk menjawab "Hahh" Helaan nafas kasar keluar dari mulut seseorang itu sembari menatap sendu Jiang Di. Dia mengerti perasaan Jiang Di, tapi ini untuk kebaikannya juga. Dia sudah sangat lama terperangkap dalam ilusi kesedihan yang entah sampai kapan membelenggu dirinya "Ini untuk kebaikanmu Di'er, keluarlah dari kesedihanmu. Aku yakin, jika Yi'er melihatmu seperti ini, dia akan memarahimu" Ucap seseorang yang tidak lain adalah Jiang Zhe, kakak laki lakinya
"Dia tidak ada disini" Ujar Jiang Di sukses membuat Jiang Zhe bungkam. Apa yang Jiang Di katakan tidak salah. Keadaan tiba tiba menjadi hening, keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing. Keduanya tersadar dari lamunannya ketika 3 kutub datang "Di'er" Panggil mereka sembari mendekati kedua orang yang baru tersadar dari lamuanan mereka
"Ayo kita keluar kepasar" Ucap Xiu setelah memberi hormat pada Jiang Zhe "Tidak" Jawab Jiang Di singkat "Pergilah Di'er. Kau sudah lama tidak keluar dari Istana, kau butuh hiburan" Ucap Jiang Zhe "Iya, ayo. Sekalian beli baju yang bagus untuk pesta ulang tahunmu" Ucap Yunsi ikut membujuk "Hm" Gumam Jiang Di dan langsung bangun dari duduknya "Hahh" Helaan nafas terdengar dari bibir keempat pria yang hanya mendapat gumaman kecil dari Jiang Di
Jiang Di, Muyen, Yunsi dan Xiu berjalan menyusuri pasar sembari bercanda gurau, kecuali Jiang Di yang hanya fokus dengan jalan tanpa mempedulikan ketiga orang yang sejak tadi mencoba mengalihkan perhatian Jiang Di "Huft" Hembusan nafas kasar keluar dari mulut ketiga pria itu ketika Jiang Di sama sekali tidak menganggap mereka
Setelah berjalan jalan dipasar cukup lama, mereka memilih untuk kembali ke Istana
Skip ulang tahun Jiang Di
Semua tamu sudah ada di Istana seminggu sebelum acara ulang tahun ini dimulai. Acara ini tidak jauh berbeda dari ulang tahun Jiang Zhe, tamu yang diundangpun masih sama
Saat semua orang berkumpul diaula Istana sambil menunggu anggota keluarga Jiang datang, Jiang Di duduk dengan tatapan kosong ditempat tidurnya. Dia sudah bangun sejak tadi, tapi tampilannya masih berantakan. Dia masih setia dengan baju tipis yang dia kenakan saat tidur, dengan rambut yang terurai dan acak, pandangannya kosong dan terlihat sedikit murung
Harusnya, dihari yang bahagia ini, dimana dia menemui hari ulang tahunnya, dan dirayakan dengan sangat meriah, layaknya ulang tahun Kaisar, dia merasa bahagia dan melompat kiri kanan layaknya anak dalam usianya yang tidak sabar menerima hadiah dari keluarganya. Tapi ini, tidak ada kebahagian sedikitpun dari raut wajahnya, dia malah terlihat marah dengan apa yang ada saat ini
__ADS_1
Dalam kepalanya terus berputar ingatan dimana saat ulang tahun kakak laki lakinya, dia akan berjalan beiringan dengan ketiga kakak angkatnya dan kakak perempuan yang sangat dia sayangi itu. Dia ingat dimana dia terus menggandeng tangan kakaknya dengan posesif sambil menatap horor para tamu yang memandangi kakaknya itu
Dia berharap, dia akan pergi keaula seperti itu juga, tapi sayang sekali kakaknya tidak ada disini. Dia menidurkan tubuhnya dengan kasar dan melihat atap kamarnya dengan sendu, dia berharap ada keajaiban diulang tahunnya kali ini, dan kakaknya kembali dan merentangkan tangan sambil meminta pelukan hangat darinya. Tapi dia tahu, itu hal yang tidak mungkin terjadi. Saat dia akan menutup matanya untuk masuk kealam mimpi, seseorang memanggilnya dari luar kamarnya
"Yang Mulia, apa anda sudah siap?" Tanya seorang pelayan pria yang berkerja dikediamannya. Dengan berat hati, dia bangun dari posisi tidurnya dan berjalan menuju pintu, dan membuka pintu kamarnya dengan kasar. Dengan amarah yang memuncak, Jiang Di mencekik orang yang sudah berani menganggu tidurnya
"AKHHH" Teriak pelayan itu tak kuasa menahan sakit dari cengkeraman tangan tuannya yang sedang menatapnya dengan horor. Ah, sepertinya dia datang diwaktu yang salah, karena saat ini, tuannya sedang marah "A....Am...Ampun ya...yang mu...mu...li..aaa..." Ucap pelayan itu terbata bata senantiasa menahan sakit yang teramat dilehernya
"Kalian memang sudah tidak menginginkan hidup kalian lagi ya?" Ucap Jiang Di semakin memperkuat cengkramannya pada leher pelayan itu. Entah keberanian dari mana pelayan ini dapatkan untuk menganggunya
"A....ampuni sa... Akhhh saya...Ya...yang mulia" Ucap pelayan itu terbata bata. Dia sangat takut dengan tatapan horor yang terus dilanyangkan oleh tuannya. Bukan tanpa sebab dia bisa memiliki keberanian untuk mengetuk pintu kamar Jiang Di, sebenarnya dia ragu untuk membangunkan tuannya itu. jika bukan karena Muyen yang memintanya, dia lebih memilih melakukan pekerjaan lain dari pada membangunkan singa yang marah dan lapar ini
"Di'er!" Suara bariton dan terkesan lembut itu membuat pelayan itu merasa tertolong. Lain halnya dengan Jiang Di yang semakin kesal tapi juga takut, awalnya dia ingin membunuh pelayan ini dan menggantungnya didepan pintu kediamannya, tapi suara itu seolah menyuruhnya 'Jangan melakukan hal bodoh jika tidak ingin kusiksa' itulah arti dari panggilan itu bagi Jiang Di "Huhh" Dengus Jiang Di dingin dan melepaskan tangannya dari leher pelayan itu seraya menatap orang yang memanggilnya dengan kesal dan membuat wajah imut
"Hahhh" Orang itu hanya bisa menghela nafas kasar melihat respon malas Jiang Di. Dia hanya menyuruh Jiang Di untuk bersiap, bukan untuk memindahkan Istana ini ketempat lain, tapi kenapa responnya seolah olah dia menyuruhnya untuk memindahkam Istana ini ketempat lain? Sudahlah, dia bukannya tidak tahu apa yqng Jiang Di pikirkan dan rasakan, tapi semua orang hanya mencoba untuk mengeluarkannya dari kesedihan yang tak berujung itu. Dia juga mengharapkan hal yang sama seperti Jiang Di
Mengeluarkan baju yang akan dikenakan pangerannya itu, dia memilih baju dengan kualitas terbaik dan nyaman untuk dikenakan oleh sang pangeran. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, dia menunggu sambil menyiapkan keperluan Jiang Di. Setelah menunggu cukup lama, Jiang Di akhirnya keluar dari tempat pemandian dengan baju tipisnya
Jiang Di langsung disuruh mengenakan baju yang sudah di siapkan, setelah itu dia menata rambut Jiang Di. Jiang Di hanya pasrah diperlakukan bagai boneka hidup oleh kesatria uang sudah diangap seperti gegenya sendiri
__ADS_1
"Hm, kau terlihat lebih baik jika seperti ini" Pujinya "Asal kau senang gege" Ucap Jiang Di yang malas berkomentar. Setelah itu, mereka berdua keluar, dan didepan kediaman Jiang Di, ternyata keluarganya sudah menunggu, termasuk Yunsi dan Xiu
"Salam pada Kaisar/Paman kaisar, Permaisuri/bibi permaisuri, Pangeran Mahkota, kedua, ketiga dan Putri pertama" Ucap keduanya memberi salam
"Baiklah. Ayo kita berangkat sekarang, semua orang sudah menunggu kita" Ucap Kaisar kemudian berjalan lebih dahulu. Mereka semua hanya mengikuti langkah Kaisar dalam diam, mereka tidak tahu apa yang harus mereka bahas saat ini
......................
...****************...
...BERSAMBUNG...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...💮💮💮...
...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...
......
...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuatmu berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...
__ADS_1
...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...
...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN**]...