
{Berikan saran dan kritikkannya}
Selama 30 menit Jiang Yi berjalan, tidak! Bukan berjalan, tapi berlari menggunakan jurus peringanan tubuh yang ia pelajari, ia telah sampai di depan gerbang kekaisaran Jiang. Jiang Yi ikut mengantri seperti para pedagang yang juga sedang mengantri. Saat gilirannya, ia memperlihatkan token milik Putri Jiang Yi, yang sukses membuat para penjaga kaget dan melihat orang didepan mereka
'Hahh, a..apa i..ini tuan Putri, syukurlah Tuan Putri kembali dengan selamat' Batin para penjaga gerbang "Tuan Putri, a..anda kembali" Ucap salah satu penjaga kegirangan yang hanya dibalas anggukan kepala dari Jiang Yi
"Saya akan melaporkan kepulangan tuan Putri kepada yang mulia. Yang mulia pasti senang mendengarnya" kata salah satu penjaga,dan pergi setelah memberi hormat kepada Jiang Yi
"Paman, aku pergi dulu, aku ingin mencari makanan, terimakasih paman" Jiang Yi bebicara seperti itu dengan wajah temboknya, sangat tidak cocok dengan ucapannya
"Tuan Putri tidak perlu memanggil kami paman, kami hanya penjaga gerbang. Silakan tuan Putri" Kata para penjaga itu 'Aku tau tuan Putri akan selalu menghormati orang yang lebih tua darinya tanpa memandang status kami yang hanya seorang penjaga gerbang. Kami bersukur ia terlahir di Kekaisaran ini. maski tak bisa berkultuvasi, tapi ia memiliki hati yang baik' Batin para penjaga yang didengar oleh Jiang Yi
"Sudahlah, jika berdebat dengan kalian aku pasti akan mati kelaparan hais, Yi'er pergi dulu paman" Jiang Yi pun pergi mencari rumah makan untuk mengisi perutnya yang sudah kosong
Setelah mengisi perutnya, ia berjalan mengelilingi pasar itu, tadi dia tidak bisa menikmati pemandangan pasar jaman kuno ini karena perutnya sangat lapar. Sekarang ia sudah kenyang dan bisa menikmati suasana pasar jaman kuno ini, ia sangat kagum dengan pemandangan ini, dulu jika dijamannya pasti pasarnya tidak seindah ini karena banyaknya polusi
Di sisi penjaga yang tadi izin untuk pergi memberitahu Yang Mulia Kaisar, sekarang sedang berada di depan kasim yang berjaga didepan ruang kerja Yang Mulia Kaisar "Apa ada masalah digerbang sehingga kau kemari?' Tanya kasim itu pada sang penjaga gerbang tadi
"Tuan kasim, ini darurat dan saya harus memberitahukan hal ini secara langsung pada Yang Mulia Kaisar" Kata penjaga itu yang membuat kasim itu langsung mengungumkan tentang kedatangannya
"PENJAGA GERBANG TIMUR MENGHADAP!!" Teriak kasim itu mengungumkan kedatangan penjaga itu
Setelah kasim itu mengungumkan kedatangan penjaga itu, terdengan suara bariton khas seorang Kaisar "Masuk" Ujar suara itu dengan nads dingin
Penjaga itu langsung masuk setelah mendapat perintah dari orang yang berada didalam. Saat ia masuk, ia melihat seorang pria 38 tahun dengan pakaian khas Kaisar itu sedang menghadap kertas yang menumpuk dimeja kerjanya. Terdengar suara berat pria yang menjadi kaisar itu betanya tampa mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya itu "Apa terjadi sesuatu di gerbang timur?" Itulah kira kira pertanyaan yang terlontar dari mulut Kaisar Jiang Zhi
"Yang Mulia, tuan Putri Jiang Yi telah kembali dan sekarang berada dipasar untuk makan" Ucap penjaga itu sopan
"Yi'er sudah kembali, syukurlah. Apa dia terluka atau apa gitu?" Setelah mendengar nama Putri kesayangannya disebut, dia langsung mengalihkan pandangannya pada penjaga itu
"Ya Yang Mulia, Putri Jiang Yi telah kembali tanpa luka yang Mulia" Kata penjaga itu sopan
"Kau boleh kembali, dan sekalian panggilkan kasim menghadapku" Ucap Kaisar
"Baik Yang Mulia, salam" Ucap penjaga itu, lalu mundur satu langkah dan keluar dari ruangan kaisar
Kembali kesisi Jiang Yi yang sedang dalam perjalanan menuju istana, tak ada kendala dalam perjalanannya menuju istana
Saat berada didepan gerbang istana, ia dihadang dua penjaga "Pergi kau dari sini, ini bukan tempatmu bermain, ini istana. Kau harus memiliki token untuk memasuki istana ini" Kata para pejaga itu
Jiang Yi hanya memasang wajah datarnya dan mengeluarkan tokennya. Para penjaga itu kaget melihat token milik Jiang Yi "Tu..tuan Putri" Kata para penjaga itu terkejut
"Apa aku boleh masuk paman?" Tanya Jiang Yi pada penjaga itu
"Silakan tuan Putri" ucap penjaga itu. Meski mereka tahu bahwa Putri Jiang Yi adalah sampah, tapi mereka masih menghormatinya karena dia Putri seorang Kaisar
"Trimakasih paman" Ucap Jiang Yi dan pergi memasuki istana dan langsung pergi keruangan ayahnya untuk memberitahukannya bahwa ia telah kembali
Saat sampai didepan ruangan ayahnya, kasimpun mengungumkan kedatangannya
__ADS_1
"TUAN PUTRI JIANG YI MEMASUKI RUANGAN!!" Teriak kasim itu yang membuat beberapa orang diruangan itu bertanya kapan Jiang Yi pulang, berbeda lagi dengan Kaisar yang selalu menampilkan senyumannya itu
'Auto budeg telinga gw' Batin Jiang Yi sembari memasuki ruangan dan memberi salam "Salam Ayahanda, Ibunda, Ibunda Selir, Gege, Jie jie, dan Didi" Ucap Jiang Yi
Kaisar yang melihat Putrinya baik baik saja pun bangkit dari duduknya dan memeluk Jiang Yi sembari berkata "Kau kembali nak, hiks kami mengkhawatirkan mu nak, dari mana saja kau hiks hiks" Kata Kaisar memeluk erat tubuh Jiang Yi sambil menangis dipelukannya, Jiang Yi yang mendapat perlakuan seperti itu ingin menolak, namun Jiang Yi yang asli lebih cepat darinya, ia segera mengendalikan tubuhnya dan membawa Rio kealam bawah sadar karena dia ingin memeluk ayahnya untuk terakhir kalinya
"A..ayah hiks maaf hiks" Ujar Jiang Yi pelan membalas pelukan ayahnya
"Dari mana saja kau? hmm" Tanya Kaisar lembut, sudah 2 bulan 12 hari ia tidak pernah memperlihatkan ekspresi seperti ini, sekarang mutiaranya telah kembali, jadi hal yang wajar jika itu terjadi. Semua yang ada diruangan itu hanya tersenyum manis melihat Kaisar mereka bisa bertemu lagi dengan mutiara mereka, tapi ada sepasang anak dan ibu yang tidak menyukai kepulangan Jiang Yi
'Anak j*l*ng ini kenapa tidak mati saja saat di perkos* oleh para b*jing*n itu' Batin wanita 37 tahun itu marah
'J*l*ng ini pasti akan merebut kasih sayang ayahanda Kaisar dari ku' Batin gadis 17 tahun itu kesal
Jiang Yi tidak dapat mendengarnya karena itu jiwa aslinya "Aku akan menceritakan semuanya nanti setelah aku istirahat ayah, aku benar benar lelah ayah" Jiang Yi mengatakan itu karena dia ingin Rio saja yang menjelaskannya, karena semua ini keputusannya, jadi dia tidak akan ikut campur akan hal itu, karena yang akan melanjutkan hidup ini bukanlah dirinya, melainkan Rio
"Baiklah, kau istirahat saja dulu, ayah tidak mau jika kau sampai jatuh sakit. Zhe'er, antarkan adikmu kepaviliunnya" Kata Kaisar lembut kepada Jiang Yi dan menyuruh Putra Mahkota untuk mengatar Jiang Yi untuk beristirahat
"Baik ayahanda, ayo Yi'er" Ucap Putra Mahkota Jiang Zhe sembari menggandeng Jiang Yi
"Salam" Ucap mereka berdua bersamaan yang dibalas anggukan, dan mereka keluar dari ruang kerja Kaisar
Saat sedang berjalan menuju paviliun Jiang Yi, Jiang Yi bertanya pada gegenya "Apa saja yang terjadi setelah aku pergi gege?"
"Hm, Untuk istana dan yang lainnya, tak ada perubahan. Hanya ayahanda saja yang berubah karena terlalu memikirkanmu Yi'er, kami semua sangat khawatir saat kau tidak kunjung kembali dari pasar, kami mencarimu kemana-mana, tapi tidak menemukanmu. Ayah yang frustasi pun menyibukkan dirinya dengan tugas tugas istana, kadang ayah melewatkan makan malam, kami sudah berusaha, tapi untuk menasehati ayah sangat sulit. Bahkan ada rumor yang beredar jika kau sudah tiada, setiap ayah mendengar ada yang mengatakan itu pasti akan membunuhnya. Tidak hanya ayah, Ibunda juga jatuh sakit karena kehilanganmu, belum lagi ayah mengacuhkan kami semua" Putra Mahkota menceritakan tentang ayah dan ibundanya yang jatuh sakit kepada meimeinya itu
"Apa yang kau katakan Yi'er? ini bukan salahmu, mungkin ini memang harus terjadi untuk menguji kami semua, jadi kau jangan menyalahkan dirimu ya" Ucap Jiang Zhe menyemangati
"Terimakasih gege, kalo gitu Yi'er istirahat dulu ya" Kata Jiang Yi
"Baiklah Yi'er, gege pergi dulu ya" Ucap Jiang Zhe yang di balas anggukan kecil
'Maafkan aku ayah, ibu, gege, jie jie dan didi' Batin Jiang Yi kemudian tertidur
......................
...****************...
...BERSAMBUNG...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...💮💮💮...
...(Lebih baik mengkritik, dari pada menj*lat. Karena *nj*ng yang lebih sering mengg*ngg*ng, bisa menakuti pencuri. Sedangkan *nj*ng yang hanya bisa menj*lat, selalu menj*lat* kakimu, dan kamu akan memberinya makan. Tapi saat kamu berbalik badan, *njng itu akan mengigit tanganmu yang memberinya makan**)...
......
...{Penj*lat tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih/Penj*lat selalu membuat berada ditempat yang tinggi dan membuatmu bahagia. Tapi sesungguhnya, dia hanya ingin membuatmu terjatuh dengan menyedihkan dan rasa malu yang mungkin tidak bisa kamu lupakan seumur hidupmu, dengan cara menjatuhkanmu dari tempat yang tinggi*}...
__ADS_1
...〰️〰️〰️〰️〰️〰️...
...[JANGAN MENJADI NAIF DAN MENGANGGAP SETIAP UCAPAN ORANG DISEKITARMU DENGAN SERIUS. KARENA TUJUAN UTAMA MEREKA, AGAR KAMU DIKUASAI OLEH KESOMBONGAN KAMU, HINGGA KAMU BENAR BENAR LUPA BAHWA KAMU ITU HANYA MANUSIA BIASA YANG MEMILIKI BEGITU BANYAK KEKUARANGAN]...
BONUS VISUAL KELUARGA JIANG**
KAISAR JIANG ZHI
PERMAISURI NING XIA JIANG
PUTRA MAHKOTA JIANG ZHE
PUTRI MAHKOTA JIANG YI
PANGERAN KE-EMPAT JIANG DI
SELIR PERTAMA RONG NI JIANG
PUTRI PERTAMA RONG JIANG
SELIR KEDUA YU JIANG
PANGERAN KEDUA JIANG SAN
PANGERAN KETIGA JIANG MU
PUTRI KEDUA JIANG YE
__ADS_1