Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Ulangtahunku


__ADS_3

"Hallo Ami!" ucap Ramdan


Hari ini adalah hari minggu, Ramdan off kerja begitupula Ami, mereka memutuskan untuk bertemu, di terminal kota J, Ramdan dsejak kemarin sudah memberitahu perihal dia akan mengunjungi rumah Ami. Ami yang mengenal watak bapak nya yang memang sangat kurang suka jika ada tamu lelaki apalagi teman anak perempuannya merasa canggung, ragu, dan takut untuk membawa Ramdan kesana.


"Ramdan? sudah dimana?" tanya Ami di panggilan telponnya.


"Sebentar lagi sampai, kamu dimana?" katanya.


"Sudah hampir sampai, ya sudah kututup dulu telponnya!"


"oke"


Ami mengenakan setelan rok dengan atasan berwarna biru dan hijan yang senada, sedangkan di bahunya dia kenakan tas slempang berwarna hitam, dia berjalan menelusuri koridor terminal menuju tempat Ramdan memarkirkan motor kesayangannya.


Dari jauh sudah terlihat Ramdan yang memperhatikan Ami dengan seksama,


"eh.. montok banget!" begitu dalam batinnya.


Ramdan kembali menatap Ami, dengan perawakan yang besar, namun tidak mengubah keanggunannya, Ami berdiri sejajar dengan motor Ramdan,


"Hai, aku Ami!" sapa nya duluan, tanpa memandang wajah Ramdan, Ami terlalu malu untuk melihat mukanya, seketika Ami menjadi diam membisu.


"Eh Ami, iyaa ayo!" ajaknya.


"Kemana?" tanya Ami

__ADS_1


"Ke sana aja, kita cari makan dulu!" ucap Ramdan, sambil menujuk ke arah gedung tinggi yang biasa disebut mall oleh orang orang disana.


Ami duduk di jok belakang motor Ramdan, melirik sekilas wajah Ramdan yang terpampang di dalam kaca spion motor, namun ketika Ramdan melirik ke spion, Ami kembali memalingkan wajahnya.


Mereka sudah setahun menjalani hubungan via telpon, namun ketika bertemu, malah seperti tidak saling mengenal,bahkan Ami yang biasa banyak bicara, seketika bungkam.


*


Kini mereka berada duduk berhadapan di restoran cepat saji, menikmati hidangan yang tersaji di atas meja,


"Boleh aku kerumahmu?" Ramdan mengawali percakapan setelah menyelesaikan makannya.


"Hmm.." ucap Ami yang terkesan malu.


"Tapi.." kata Ami lagi


"Bapakku galak lho!" kata Ami


Ramdan mencerna pembicaraan Ami, merasa tertantang. " gak masalah, dengan wajah tampan ini, aku bisa menaklukan bapakmu, jangankan bapakmu, pakde mu, bude mu, pakle mu tetanggamu semua."ucap Ramdan dengan kekehan.


"Hmmm . ya sudah, abis ini kita kerumah ku!" ucap Ami.


Mereka berdiri hendak keluar dari tempat makan menuju kota D rumah Ami, ketika akan menuruni tangga, Ramdan terlihat ragu, Ami menoleh dan bertanya " Ada apa?"


"Hehe.. hari ini kan aku ulangtahun!" katanya polos

__ADS_1


"Ck.. udh tau!" jawab Ami ringan tanpa menoleh lagi kebelakang. Namun terlihat mengembangkan senyumnya.


Ramdan memperhatikan punggung Ami yang berjalan didepannya, merasa malu karna sudah jujur tentang hari ulang tahunnya, Usia 19 tahun, Ramdan bertemu Ami.


*


Disepanjang jalan Ami selalu memberrikan intimidasi mengenai bapaknya, dan itu berhasil membuat Ramdan takut, dengan memutar jalan, Ami membuat perjalanan mereka terasa lebih lama.


"Kita lewat sini aja!" kata Ami sambil menunjuk ke jalan lurus pinggir kali dibawah jembatan layang.


"Iyaa abis ini luruuuuus aja trs nyampe!"


Ramdan yang baru pertama berkunjung ke kota D, merasa khawatir akan tersesat.


"Kamu gak bercanda kan Mi? aku anak kampung lho, ntar kalo aku nyasar gimana?" ucap Ramdan yang sudah merasa dirinya sedang di kerjai oleh Ami.


Ami terkekeh, "iyaa iyaa. enggak kok beneran ini jalannya!" ucapnya


"cuma agak memutar saja" batin Ami.


*


epilog.


"Tuh kan.. kamu ngerjai aku ya!" ucap Ramdan .. kini mereka berada di depan gapura welcome kota D, Ami yang memang sengaja melakukan itu, hanya terkekeh dan merasa puas.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun, kado ini gak akan bisa kamu lupa!" ucap Ami sambil sesekali menyunggingkan senyum manisnya.


😁


__ADS_2