Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Habis Kontrak


__ADS_3

Ramdan pulang ke kostan dengan perasaan kecewa, usaha nya kali ini gagal menjadikan ia pengangguran kembali, terbesit dibenaknya untuk kembali ke kampung halaman, tapi sebelum itu terjadi ia masih yakin ada kesempatan baginya untuk menjadi sukses di kota besar ini.


Ramdan kembali menyusun beberapa lembar kertas berisikan CV dan Applikasi lainnya, dia masukkan ke dalam beberapa map coklat. Ramdan Optimis jika ia akan mendapatkan pekerjaan kembali di sini.


Seminggu dua minggu dia menunggu panggilan di kamar kost, selama itu juga dia harus berhemat demi kelangsungan hidupnya.


Beberapa kali telpon dari rumah kampung dia abaikan, karna memang keterbatasan uang yang sedang dia hadapi, rasanya dia merasa lelah ketika tau, uang yang selama ini dia kirimkan kepada orangtua nya, habis sia-sia.


Beberapa hari lalu Ramdan menghubungi rumah kampung.


"Hallo Mas!" ucap lelaki disebrang sana yang merupakan Aziz, adik laki-laki Ramdan yang kini duduk di kursi SMA kelas 2, masih setahun lagi dia lulus dan bisa bekerja untuk membantu Ramdan dalam memenuhi kebutuhan kedua orangtua nya.


Permintaan orangtua yang seolah-olah tak mengerti kondisi itu kadang membuat otak Ramdan mengalami sedikit depresi.


"Hallo! " ucap Aziz kembali


Ramdan kembali dalam kesadaran dari lamunannya


"Iya hallo Ziz.. apa ibu ada?" mereka bicara dalam bahasa jawa.


"Ada mas!" Aziz memanggil ibunya


"Hallo bu?" ucap Ramdan


"Bu, maaf ya bu, Aku telpon mau ngabari, kalo aku habis kontrak, aku masih di kostan, sementara sambil menunggu panggilan kerja lagi," kata Ramdan mengawali percakapan dengan ibunya.


"Iya gapapa mas, kamu baik-baik ya disana.!" ucap ibunya.

__ADS_1


"Bu, begini, aku mau nanyain, uang yang selalu ku kirim ke ibu, apa ibu simpan sedikit? masalahnya uang pegangan ku bulan ini sudah tipis bu, masih beberapa hari lagi gajian terakhir aku turun, jd biar bisa bolak balik nyari kerja, aku pinjam dulu ya bu!"


"Duit apa mas? udh habis lah mas, ibu disini banyak pengeluaran, adik-adikmu saja masih belum bayaran untuk bulan ini, menunggu kiriman darimu! ealaah mas mas.. kamu ini gimana sih? apa selama ini kamu gak nabung sendiri mas?" ucap ibu nya,


Air mata Ramdan menangis ketika mendengar ibunya langsung menjudge seperti itu, padahal selama Ramdan bekerja, dia hanya menyisakan uang untuk bayar kost dan makan sehari-hari saja, sisa nya dia berikan kepada ibunya, tujuannya supaya kalo dia mengalami kesulitan seperti ini, dia masih memiliki tempat meminta yaitu ibunya.


Namun harapan tinggal harapan, berasa bekerja seorang diri, setelah panggilan terputus, dan membuat hati Ramdan semakin kecewa, Ramdan memutuskan agar bertahan lebih lama di kota J ini.


seketika hatinya bicara aku harus mendapatkan istri orang Kota, karna aku tidak mau lagi kembali ke kampung.


tekadnya bulat, Ramdan kembali mengambil kunci motor dan mengelilingi PT di kawasan Industri tersebut, bermodal pendidikan lulusan SMA jurusan IPS. Dia optimis akan mendapatkan pekerjaan disana.


*


Sebulan telah berlalu, panggilan dari rumah kampung masih dia abaikan, Gaji terakhir turun dia gunakan untuk biaya hidup selama disana.


Ramdan terlihat menghubungi seseorang, "Hallo San!"


"Pulang kampung Dan! mau ngapain disini nganggur, aku nunggu kerjaan lagi di rumah saja lah." Jawab Didik, dengan menggendong ransel dan mengikat sebuah kardus di belakang motor Yamaha Vixion nya, Didik sudah siap untuk pulang ke rumah orangtuanya.


"Ya sudah hati-hati Dik, salam buat ibu bapamu!" kata Ramdan


mereka bersalaman kemudian Didik melaju motornya membelah jalan pantura.


*


tiga hari kemudian ada panggilan di Cv. xyz

__ADS_1


Ramdan memenuhi panggilan tersebut dengan suka cita "Aku harus bisa bertahan dikota ini" pikirnya


Kemudian tanpa pikir panjang, Ramdan yang mengenakan kemeja lusuh berwarna abu-abu, mendatangi cv yang baru saja menelpon.


Ramdan berdiri didepan bangunan ruko 2lantai, seorang resepsionis menyambutnya.


"Pagi pak, ada yang bisa kami bantu?" ucap resepsionis itu ramah


"Saya mau bertemu dengan pak Zainal!" ucap Ramdan


"Baik tunggu sebentar!" terlihat resepsionis menekan tuts di telpon yang terhubung dengan ruangan pak Zainal.


"Sebentar lagi pak Zainal turun, silahkan bapak tunggu di kursi ya!" ucapnya lagi


Ramdan menuruti dan duduk, beberapa menit kemudian pak Zainal turun dan membawa nya ke ruangan kerja beliau yang berada dilantai 2,


"Pak Ramdan, betul?" ucap pak Zainal


"Iya pak, Begini, hari pertama pak Ramdan akan kami training, nanti akan ada trainer yang membimbing pak Ramdan ya, setelah training ini berhasil, bapak bisa bergabung dengan cv kami." ucap pak Zainal


Ramdan menuruti lagi, dia mengikuti seorang trainer membawa nya keliling kota J, ditengah matahari yang menyengat, Ramdan menelusuri kota dengan berjalan kaki bersama trainer dari Cv. xyz.


Disela waktu istirahat, Ramdan mengobrol dan berbagi cerita dengan sang trainer, merasa seperti ada yang ditutupi, Ramdan kembali terdiam mengikuti sang trainer, masuk dari satu toko ke toko lain, menjajakan barang di bawa. kali ini Ramdan sangat yakin bahwa dia akan dijadikan marketing oleh cv tersebut, usai menyelesaikan hari membantu sang trainer menjual beberapa barangnya, Ramdan kembali ke rumah kost.


Diruang berukuran 3x2 meter tersebut, Ramdan melamun memikirkan nasibnya, ia mengecek kembali uang dalam dompet, hanya tersisa beberapa lembar pecahan berwarna merah. "Ini hanya cukup sampai seminggu!" gumamnya pada diri sendiri.


Ramdan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman.

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2