Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Berkenalan


__ADS_3

Malam itu Ami telah menyelesaikan laporan dan hendak pulang, tetiba Diyan mengajak nya mampir di pakde baso seperti janji nya siang tadi, Ami hanya mengiyakan ajakan Diyan, karna sebenarnya dia juga lapar..


"Ayo mi.. kita mampir pakde baso dulu!" ajak Diyan


"Ihh.. Diyan kok yang diajak Ami doank sih?" kata Ka Rangga


"Yee.. Ka Rangga kalo mau beli sendiri lah!" ucap Diyan


Ami dan Diyan berjalan keluar kantor menuju pakde baso memesan dua porsi baso ,


Sambil menunggu, Ami mengecek ponselnya, terdapat 2pesan masuk disana, setelah dibuka ternyata dari customer yang menanyakan pesanan buku nya.


"Mi, kabar Hasan gimana?" tanya Diyan


"Yaa gak gimana-gimana ka!" tadi siang dia sms aku!" kata Ami


"perasaan Hasan kok sms nya ke kamu aja sih mi! aku jadi curiga!" ucap Diyan sambil mengerlingkan matanya.


"Apaan sih ka Diyan, orang kita gak ada apa-apa kok!" ucap ami


"Belum kali mi!" kekeh Diyan


"Terserah Ka Diyan aja deh!" ucap Ami sambil menerima baso yang mengguggah selera itu, dimasukkan nya beberapa sendok sambal dan beberapa tetes cuka serta kecap, dirasa pas mereka mulai memakan, Diyan meraih kerupuk ditoples yang berada di pojok tempat mereka duduk sekarang, memberi kepada Ami satu dan satu nya lagi untuk dia sendiri.


*


Diperjalanan pulang Ami dan Diyan tidak banyak bicara, mereka sibuk dengan ponsel mereka masing-masing, Ami merekap pesanan buku dalam buku note sedangkan Diyan terlihat membuka medsos nya.


Angkot yang mereka tumpangi telah sampai di depan gang, mereka jalan beriringan, diselingi obrolan ringan yang gak berfaedah mereka akhirnya sampai dirumah mereka masing-masing.


Ami menyelonjorkan kaki dan melepas hijabnya, tasnya dibiarkan berada dipangkuan,


"Mi.. bersih-bersih dulu sana!" kata ibu Ami


"kamu udh makan?" tanya nya lagi.


Ami yang sibuk dengan ponsel hanya berdheem.."hmmm.."


kemudian bangkit dari posisi duduknya menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


tas sudah dia gantung, dengan memakai piyama tipis tanpa lengan, dia merebahkan tubuhnya, sesekali dia menyalakan ponselnya.


"Kemana tuh orang?" batinnya.


Sampai setelah beberapa lama, dia merasa mengantuk, ponsel ditangan terlepas, dan saat itu ponselnya berdering.


Ami tertidur


*


Dilain tempat, Ramdan berusaha menghubungi nomor Ami, nomor yang tidak dia kenal, dia pikir orang iseng, tapi kenapa setiap sms dibalas. bahkan nomor itu mengirim pesan padanya terlebih dahulu.


Tanpa merasa bosan, didalam kamar nya Ramdan terus mencoba menghubungi nomor itu, namun tak kunjung dijawab.


"apa dia sudah tidur ya?" ucapnya menatap ponsel yang masih belum terhubung.


Hingga waktu tengah malam, akhirnya, Ramdan memutuskan untuk mengakhiri panggilanya yang tidak dijawab itu, kemudian menulis beberapa pesan.


Ramdan


"Hai, sudah tidur ya, maaf ya kalo aku ganggu!"


Ramdan


"Tapi, apa boleh aku nanya, kamu itu kenal ya sama aku?"


Ramdan


"Soalnya beberapa kali nomor kamu menghubungi bahkan mengirim sms ke nomor ku!"


Ramdan


"Kalo memang kenal, sebenarnya kamu siapa?"


Pesan panjang yang dikirim Ramdan, namun tidak terbalas.


Akhirnya Ramdan pun memejamkan matanya, dia pun tertidur.


*

__ADS_1


Ting


ting


ting


ting


suara sms masuk di ponsel Ami berturut- turut. Sejenak Ami terbangun, dan mencoba meraih ponselnya untuk melihat pesan dari siapa!


"Hasan New?"


Ami membaca deretan pesan itu, dia merasa aneh, pasalnya yang dia tau nomor itu yang terakhir kali Hasan pakai untuk menghubungi dia.


Ami terlihat mengetik sesuatu.


Ami


"Maaf bukan ini nomornya Hasan ya?"


Ami


"Kalo memang bukan yaa maaf, soalnya terakhir Hasan nelpon aku pakai nomor ini!"


Ami


"Maaf mengganggu sebelumnya!"


Ami meletakkan kembali ponselnya. dia melihat ke arah jam dinding, "sudah jam 3 ternyata"


Ami bangun, kemudian dia menyiapkan bindernya menulis apa saja kegiatannya besok.


Saat sedang menyusun agenda, Ponselnya berdering, dia segera menjawab.


"Ya hallo..!" ucap Ami


"Hallo.. maaf dengan siapa saya bicara ya?" ucap seorang pria diujung telpon


Ami mengermyit, dia menatap nama dilayar ponsel Hasan New??


"Hasan ya?" ucap Ami


"Bukan!" jawabnya


"Lah ini siapa?" ucap pria disana


"Ih jangan rese deh, siapa sih? Ini hasan kan?" ucap Ami, kali ini dia telah menutup Bindernya pindah ke atas kasur empuknya.


"Bukan, aku bukan hasan?"


"Terus siapa?"


"Aku Budi!"


"Budi?"


"iyaa"


"kamu temannya hasan?"


"Iyaa! kamu siapa? pacarnya hasan ya?"


" bukan!"


"terus kok kenal hasan?"


"Ooh iyaa, hasan temen kantor di kota D!"


"ooh gitu.. namanya siapa?"


"Aku Ami."


"Salam kenal ya!"


"iyaa!"


"oiaa kok gak tidur?" ucap Ramdan


"enggak budi, aku baru aja bangun, sengaja mau bikin agenda buat besok!" ucap Ami

__ADS_1


"Ooh aku ganggu ya mi!" ucap Ramdan


"Enggak ganggu kok, kamu sendiri kenapa gak tidur?" tanya Ami


"Aku nungguin kamu!" jawabnya sambil terkekeh.


"Iissh.. kurang kerjaan!" kata Ami


"Iya nih aku emang belum dapat kerjaan!" jawabnya


"kok bisa?"


"Baru habis kontrak!" jawab Ramdan


Pembicaraan mereka berlanjut dan mereka cepat akrab, sampai terdengar Azan subuh, mereka memutuskan untuk menutup panggilan telponnya.


*


Ami bersiap-siap untuk berangkat kerja, disamper lagi sama Diyan.


"Mi, barengan ya?" kata diyan


"Ayo, " jawab Ami


Seperti biasa mereka menaiki angkot menuju kantor, melakukan meeting pagi dengan team mereka masing-masing.


Ami berjalan ke arah halte, kali ini dia akan mengantarkan pesanan buku ke kawasan kota J bagian barat. jadi dia tidak naik kereta melainkan nain bus patas.


Ami duduk dihalte, tetiba Ka Rangga duduk disampingnya, "Tumben Ami gak bareng Diyan?" ucapnya


"Enggak ka, aku mau ke kota J bagian Barat, Ka Diyan hari ini ke Kota Hujan!" jawab Ami


"Bareng ka Rangga donk, kaka mau ke sana juga!" ucap ka Rangga


"Ya udh alhamdulillah ada temen aku!" jawabku sambil terkekeh.


*


Diperjalanan menuju kota J bagian Barat, macet ketika mamasuki kawasan patung yang selalu menunjuk itu.


Ami mengeluarkan ponselnya, terlihat beberapa pesan


Ramdan


"Pagi mi!!"


Ami


"Pagi Budi!"


Ramdan terkekeh saat namanya dipanggil Budi, pasalnya dia hanya iseng, saja namun Ami malah mempercayai nya.


Ami


"Aku dijalan, nanti aja ya dilanjut sms nya!"


Ramdan


"ok"


Ka Rangga melihat ke arah Ami, "Kenapa mi, senyum-senyum?"


"ka Rangga kepo!" jawab Ami


Kemudian ka Rangha hanya diam dan tidak melanjutkan pertanyaannya sampai bus mereka sampai di depan gedung berlantai 20 di kawasan kota J bagian Barat.


"Mi, pisah disini ya!" ucap Ka Rangga


"iya ka.." ucap ami


"semangat!" katanya lagi


Mereka berjalan masing-masing dengan tujuan masing-masing pula.


*


bersambung


Terimakasih atas Like dan Komen nya

__ADS_1


Jangan lupa Vote juga yaa .


Happy reading😘


__ADS_2