Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Hai calon Imam


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, lusa adalah hari dimana Ramdan membawa orangtua dan keluarga yang akan membawa mereka ke hubungan yang lebih serius, dalam hal ini Ramdan akan melamar Ami, dengan modal sepasang cincin dan uang tunai sebesar 200rb, Ramdan datang bersama keluarga besar ke rumah Ami, dengan jamuan yang sederhana, Ami berusaha melayani tamu nya yang tak lain calon mertua.


"Selamat ya nduk, semoga lancar sampai hari pernikahan!" ucap Nenek dari Ramdan sebelum pulang lagi ke penginapan, dan akan pulang ke rumah Jawa lusa nya.


"Iya nek, nenek sehat sehat yaa, sampai ketemu lagi tahun depan!" ucap Ami.


Tadi ketika pertemuan dua keluarga .


"Maksud kami sekeluarga datang, hendak meminang atau mengkhitbah putri dari bapak dan Ibu, kira nya, adapun bawaan yang kami bawa bisa diterima!" ucap si juru bicara keluarga Ramdan yang bertitel ustad itu.


"Baik, terimakasih atas kedatangannya, adapun jawaban dari permintaan keluarga besar Ramdan kami serahkan kepada putri kami secara langsung!" ucap dari kakek Ami selaku juru bicara keluarga.


"Gimana Ami, mau tidak menerima Ramdan, untuk menjadi calon imam?" kata Ustad


"InsyaAllah saya terima pak ustad!" jawab Ami sambil menundukkan kepala nya.


"Alhamdulillaaah.." ucap para tamu dan tuan rumah yang hadir disana.


Ibu Ramdan menyerahkan cincin, dan memasangkan ke jari manis Ami, Ami menyalami tangan Ibu Ramdan dengan lembut.


"Adapun acara akad nikah, insyaAllah akan dilaksakan pada tahun depan, satu tahun dari sekarang, dan untuk tanggal nya bisa Ami dan Ramdan diskusikan ya!" kata Pak ustad.

__ADS_1


Acara berakhir dengan makan bersama, jamuan yang di sediakan Ami cukup banyak, bahkan teman Ami yang datang pun turut bahagia.


*


Usai selesai Acara paginya Ami kembali melakukan aktifitas, kali ini Ami berusaha lebih santai, bahkan jika dipikirannya sedang pusing sekalipun ia berusaha tetap tenang, sejak kemarin, Ami mulai mempersiapkan pernak pernik pernikahannya dengan Ramdan.


Mulai dari mencari beberapa WO yang akan mengkoordinir acara, Ami ditemani oleh dua sahabatnya kini berada di butik untuk memesan beberapa kebaya.


"Kamu yakin mi, mau kebaya ini? ini murah lho?" kata Sari


"Bukan perihal murah atau mahal sari, pakaian itu harus nyaman aku pakainya." ucap Ami


"Ya udh sana pilih buat kalian juga ya!" kata Ami sambil membuka buka lembaran pakaian kebaya yang tergantung di sana.


*


Dikamar


Drrrt... drrrtt... ponsel Ami berdering.


Ahsan calling...

__ADS_1


Ami melihat layar ponselnya, "Ngapain lagi sih ni bule?" gumamnya. kemudian menjawab dengan malas


"Hallo?"


"Girl? I miss you!" ucap Ahsan


"Maaf, untuk hari ini dan selamanya, tolong jangan hubungi saya lagi!" kata Ami tegas.


"Why girl?"


"Saya akan menikah" ucap Ami


tuuut tuuut tuuut... panggilan terputus, dan tentu diputus sepihak oleh Ahsan.


"Aku yakin, dia tidak akan menghubungiku lagi!" kata Ami sambil menatap ponselnya.


triiiing..


pesan masuk


"Girl.. aku akan memperjuangkanmu, sebelum janur kuning melengkung!" tulis Ahsan dalam pesan tersebut.

__ADS_1


"Aaahhh.. bule gilaaa!" ucap Ami setelah membaca pesan Ahsan


__ADS_2