
Pagi-pagi sekali Ramdan sudah mandi dan rapi, dia hendak pergi ke balai kerja di desa sebelah, dulu waktu dia baru lulus sekolahpun dia kesana demi mencari info lowongan kerja, Ramdan tak patah arang,, tekadnya bulat, ia ingin segera pergi dari desa nya, kampung halamannya, walau dia sangat mencintai tempat kelahirannya itu, namun tak sejengkalpun ia bercita-cita menghabiskan waktu masa tua disana. Dia ingin membuktikan pada semua, bahwa dia bisa sukses di ibukota.
Ramdan menaiki motor bututnya, melewati Adiknya Aziz yang sedang bersiap ke sekolah dengan motor baru pemberian ibunya, memang sejak kecil perlakuan antara Ramdan dan Azis itu berbeda, Ramdan terkesan robot yang harus selalu menghasilkan uang untuk ibunya, padahal dia sendiri bercita-cita melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Namun.. cita-cita hanya sekedar mimpi, pada akhirnya dia hanya bisa menjadi kuli dan menjdi robot penghasil uang untuk keluarga nya.
Ramdan sampai di depan Balai Kerja milik Daerah tersebut, dia menatap papan pengumuman disana, senyum nya sedikit terbit melihat lowongan di ibukota yang lumayan banyak, berasal dari perusahaan - perusahaan ternama.
Ramdan dengan telaten mencatat semua alamat, kemudian membawa map cokelat tersebut ke kantor pos, untuk dikirim kealamat tertera di halaman depannya.
"Pak, ini sampai tanggal berapa lowongannya?" tanya Ramdan kepada petugas sekuriti disana.
"Sampe iklan nya dicopot mas, selama masih terpasang, berarti masih dibuka!" penjelasan sekuriti.
"Terimakasih pak!" ucap Ramdan
"Iya mas, semoga berhasil!" kata Sekuriti
Ramdan kembali kearah parkiran motor, semangat baru kini timbul pada dirinya lagi, apalagi karma ada seseorang yang ingin dia temui jika berhasil mendapat kerja disana.
"Aku pasti bisa, aku akan menemui mu Ami!" ucapnya pada diri sendiri.
*
Hasan terlihat duduk ditemani adik perempuan Ramdan yang baru saja pulang sekolah, "Mas mu belum pulang dek?"
"Belum mas, paling sebentar lagi, kata ibu,.mas Ramdan sudah berangkat dari pagi-pagi sekali." kata Adek Ramdan yang bernama Nita yang kini duduk di SD kelas 6.
Hasan senantiasa menunggu, kemudian dia mengotak atik ponsel nya, diketik nama Ami kemudian mengirim pesan.
Hasan
"Hai Ami.. apa kabar?"
Pesan masih belum terbalas, kemudian Hasan mengirimkan lagi.
Hasan
"gak kangen sama aku, aku aja kangen!"
Hasan kembali mengantongi ponselnya. Dilihatnya Ramdan sudah memasuki pekarangan rumah ibunya itu.
"Woy, ngapain san?"
"Main lah, masa mandi!" jawab Hasan terkekeh
Ramdan berjalan menuju Hasan yang duduk santai
"Darimana?" tanya Hasan
"Balai kerja, aku mau kerja lagi lah!" jawab Ramdan
"Ada kerjaan?"
"Banyak, semoga rejeki!"
Mereka berbincang ngalor ngidul, sedangkan Azis terlihat masuk pekarangan dengan motor baru berwarna merah ngejreng .
"Wwiiihh . motor baru nih!" ucap Hasan
__ADS_1
Azis yang cuek pun tak menanggapi.
"Siapa yang beliin? kamu Dan?" kata Hasan
"Siapa lagi kalo bukan ibu, anak kesayangan ibu kan dia!" ucap Ramdan agak kesal mengingat perdebatan sengit dengan ibunya perihal pembelian motor baru untuk Azis.
"Kamu gimana sih Dan? Bukannya nyari kerja malah tidur-tiduran aja!" kata Ibunya memcak mencak
"Belum ada panggilan bu, jd aku masih bisa santai, istirahat sebentar, abis bantuin bapak ngambil kayu!" kata Ramdan
"Itu kerjaan dibelakang masih banyak,!" ucap ibunya kelewatan
Ramdan selalu bersabar atas perlakuan ibunya. dia tetap menghargai ibunya.
"Ibu mau beliin motor Azis, kamu ada uang gak?" kurang 2juta lagi!" kata ibu
"Ada , tapi kan buat nyari kerja bu, kan uang yang di ibu udh habis!" kata Ramdan memelas
"Ah kamu, sini ibu pake dulu, ntar juga kalo dapat kerja keganti." ucap ibu
"Azis gak usah dibeliin motor bu, ntar mainnya jauh-jauh, ngeri anak sekarang bu!" ucap Ramdan mencoba menasehati ibunya
Padahal dalam hati, kalo uangnya dikasih ke ibu, gimana aku nyari kerja,
"Azis udh ngambek berkali kali gak mau sekolah, minta motor Dan.. masa kamu tega sama adik kamu!" ucap ibu
Ramdan sudah tak bisa berkata, akhirnya dia hanya bisa berbagi, "ini bu, cuma ada 1juta, cari motor second aja bu!"
"motor second,? tambah ngambek ntar si Azis ." ucap ibu sambil mengambil uang yang di beri Ramdan kemudian berlalu dari kamar Ramdan.
*
Ami menatap ponsel, ada 2 pesan sms dari nomor HASAN ,
Ami mengeryit " kemarin nomor ini kan gak aktif!" kupikir udh ganti nomor nih orang!"
Ami melakukan panggilan telpon
"Hallo.."
"Mi.. ?"
"Hasan?"
"Iya mi, kamu apa kabar?"
"alhamdulillah baik, kemana aja? kemarin nomornya bukannya udh gak aktif y?"
"Masih mi, cuma gak punya pulsa!" jawab hasan terkekeh dari ujung tlp.
"ealaahh.. terus nomor yang satu itu nomor temen kamu beneran?" tanya Ami
"Nomor yang mana mu?"
"yang belakangnya 8115?"
"Ooh iyaa itu nomor temen aku!" jawab Hasan
__ADS_1
"Iya, kemarin malam dia telpon, Budi kan namanya?" tanya Ami lagi
"Budi?" Budi siapa?" jawabnya
Ami mengeryit, karna merasa dibohongi.
"Berarti kamu kena dikerjai mi!" ucap Hasan
Ami hanya diam saja, sampai percakapan mereka berakhir, hanya Hasan yang berbicara panjang lebar.
Setelah panggilannya terputus, Ami kembali mengerjakan apa yang mau dia kerjakan tadi sebelum Hasan menelpon.
*
Ami berjalan menelusuri kota J , kali ini dia melakukan street istilah dalam bahasa marketing itu artinya menyusuri jalan yang dilewati, menawari setiap ada orang yang ditemui., Ami melakukan street berdua dengan Ka Rangga, di Cv tempat ia bekerja, Ka Rangga lah yang selalu melakukan metode ini.
"Tau gak Mi, kenapa ka Rangga suka street?"
Ami menggeleng
"Karna ka Rangga bisa cuci mata sekalian!" katanya sambil terkekeh
"Cuci mata pake air kali ka.. bukan pake keringet!" ucap Ami meledek.
Ami kembali berjalan terpisah dan janjian ketemu lagi di perempatan tempat ia dan Ka Rangga mulai melakukan penawaran.
*
Sore nya Ami dan Ka Rangga sudah sampai di kantor, Ami mengambil air minum, melakukan metode Street membuat dia lebih boros minum, kalo main di kantoran dia bisa meminta air isi ulang yang ada di pantry.
Sesaat setelah dia minum, ponselnya kembali berdering,
Hasan New caliing...
"Ngapain nih tukang bohong masih berani telpon rupanya!" umpat Ami kesal
*
Bersambung
😁
Jangan lupa untuk like dan komen ya gaes..
Boleh juga kalo dikasih Vote mah, author gak nolak lhooo...
Tetep Jaga kesehatan, Semoga pandemik ini cepat berlalu, dan kita bisa menyambut Bulan Ramadhan dengan suka cita yaa gaess. .
Stay at Home
Selalu cuci tangan
Makan bergizi dan sehat
Minum vitamin dan istirahat yang cukup yaa..
HAPPY READING.. 😘
__ADS_1