
"Gimana San? ada kerjaan gak?" ucap Ramdan, kali ini dia duduk dipinggir kali irigasi tengah sawah sambil memperhatikan para petani menabur garam dan ada pula yang sedang membersihkan rerumputan.
"belum, kamu gimana? bakal lama nih kayaknya aku di kampung, abis lebaran ntar nyoba nyari lagi." kata Hasan
Mereka sejenak termenung dalam pikiran mereka masing-masing.
ponsel Hasan berdering.
"Hallo" ucapnya
"San.. kamu serius dikampung, trs udh gak kerja donk?" ucap wanita di ujung telpon, dia Ami, teman wanita yang masih menjadi pujaan hatinya.
"Iya, aku sekarang dikampung Mi!" ucap Hasan.
Ramdan hanya mendengarkan percakapan Hasan dengan telpon ditelinganya.
tiba-tiba tuuut tuut tuut.. "Yaah.. mati!" kata Hasan, karna ponsel nya lowbat
"Dan.. minjem hapemu!" kata Hasan
"Buat apaan?" tanya Ramdan
"Mau nelpon gebetan!" ucap Hasan sambil terkekeh
"Yo.. wong nganggur, aja neko-neko ( ya, orang nganggur jangan macam-macam)" ucap Ramdan sambil memberikan ponselnya kepada Hasan
Hasan menggunakan ponsel Ramdan untuk menghubungi Ami.
*
"Yaa, ini siapa?" kata Ami.
Ami sesekali menengok nomor baru yang tertera dilayar ponselnya.
"Hasan?" ucapnya.
Mereka berbicara panjang lebar, tanpa Ami ketahui bahwa itu bukan nomor Hasan mainkan nomor Ramdan, Ami mensave nomor tersebut dengan nama Hasan New.
Kemudian dia meletakkan kembali ponsel itu diatas meja meeting dan melanjutkan penulisan goal goal yang akan dia capai pekan ini.
Pekerjaannya sebagai marketing buku, membuat dia sama sekali tidak memikirkan laki-laki, bahkan dia bertekad untuk mengumpulkan uang hasil jualannya dan mendaftar kuliah.
"Yaa sudah siap, tinggal.action!" ucap Ami sambil menutup binder dan mengunci pulpennya didalam pencilcase miliknya .
Dia kembali mengambil ponsel dan melakukan panggilan ke beberapa customer untuk mengkonfirmasi buku pesanan yang sudah siap antar.
*
Diyan melihat Ami dari jauh, dia memanggil namun Ami tidak menoleh sama sekali, Ami terlalu fokus dengan target nya.
Ketika sampai di stasiun kereta, Ami berdiri menunggu kereta datang, tepukan Diyan dibahunya membuat gadis itu terperanjat.
"aiissh.. Ka Diyan ngagetin aja!" kata Ami
"Hehe.. kamu ngapain bengong?" kata diyan terkekeh
"aku manggilin kamu dari tadi, tapi kamu gak nengok-nengok!" ucap Diyan lagi
__ADS_1
"Masaa? aku gak denger ka Diyan manggil!" kata Ami mencoba menerewang
"Ya iyalah gak denger, orang kamu jalan fokus banget!" kata Diyan
Ami terkekeh sambil mengusap ujung jilbab dikepalanya.
Disaat kereta datang mereka siap-siap mengambil langkah untuk naik.
*
"Nih.. udah, makasih Dan!" kata Hasan setelah mengembalikan ponsel milik Ramdan.
"Nelpon siapa sih?" tanya Ramdan
"Ada deh.. ntar naksir lagi!" ucap Hasan kemudian berdiri."ku pulang dulu lah, udh sore!"
Ramdan mengiyakan sohib nya berjalan pulang, diapun membawa diri untuk pulang juga, dilihat burung-burung lawet telah mengitari sawah, langit juga sudah mulai berwarna jingga,
*
Ami dan Diyan sampai di rumahnya ketika malam, mereka mampir di warung Bubur kacang ijo madura, dan memesan dua porsi ukuran sedang.
"Mi, kamu udh tau kalo Hasan resign?" kata Diyan
"Hmm.. barusan juga orangnya telpon!" ucap Ami cuek.
"eh.. Hasan nelpon kamu!" tanya Diyan selidik
Ami hanya diam, menerima bubur yang sudah di sajikan oleh pemilik warung, menikmati burjo di waktu malam sudah menjadi kebiasaan bagi Ami dan Diyan, tak Jarang juga ia makan sebelum sampai rumah, jadi ketika dirumah mereka akan langsung tertidur.
*
Menyalimi kedua orangtua, Ami berjalan ke depan gang untuk menunggu angkot, Dibelakang nya berjalan Diyan dengan terburu- buru mengejar Ami.
"Mi . tungguin napa?".ucap Diyan
Ami nengok ke belakang." lho.. ka diyan tumben naik angkot, biasanya diantar pakle!" ucap Ami
"Pakle hari ini cuti, jd aku naik angkot.!" kata Diyan
"Alhamdulillah ada temen deh aku di angkot!" kata Ami
Angkot yang ia tunggu sudah berhenti kemudian mereka naik, diperjalanan, masuk pesan baru dari nomor Hasan.
Hasan
"Kamu kerja hari ini mi?"
Ami
"iya San, kenapa?"
Hasan
"Jalan kemana?"
Ami
__ADS_1
"Aku mau main ke depkeu bareng Ka Diyan nih!"
Hasan
"Oah ya semangat ya, salam buat ka Diyan!"
Ami
"hmmm.. ntar aku sampein salamnya "
pesan berakhir, kemudian Diyan dengan kepo merebut ponsel Ami. Ami merasa kesal dan merebutnya kembali." Apaan sih ka?" ucapnya
"Abis kamu sms ama siapa sih? serius banget!" ucap Diyan
"kepoo!" jawab ami terkekeh
Diyan. akhirnya bungkam, kemudian tak lama angkot yang mereka naikin telah sampai didepan gang Kantor Cv tempat mereka kerja.
Keduanya disambut oleh ka Wanto yang sudah siap dengan tumpukan buku, kemudian disusul ka Rangga dengan headset dikepala dia berjalan melambaikan tangan.
Waktu Brifing..
sebagai marketing, sudah menjadi sarapan brifing dipagi hari membuat mereka lebih semangat menjalani aktifitas mereka hari ini.
"Dek, tolong ambilkan qur'an kaka!" ucap Ka Rangga.
"Ini!" jawab Ami menyodorkan qur'an kecil yang dia ambil dari atas rak buku.
"Mau jalan kemana hari ini Dek?" tanya ka Rangga
"Diajak Ka Diyan ke depkeu ka!" jawab Ami
"Territory baru ya!" kata nya lagi
"hmm.." jawab Ami sambil membenahi buku-buku yang akan dibawa.
"sudah ka, aku mau sholat dhuha dulu!" ucap Ami.
"Doakan ka Rangga juga ya!" katanya dengan cengiran di wajahnya.
*
Setelah kegiatan pagi, mereka siap dengan tas ransel mereka masing-masing.
"Ka Diyan.. kok bawa dikit banget!" ucap ami
"Iya mi, aku mau ambil pesenan buku di toko Fauzan deket stasiun!" katanya
"Emang boleh, ambil buku diluar ka?" tanya Ami
"Boleh, asal gak ketahuan!" jawab Diyan sambil terkekeh
*
Mereka memasuki toko buku bertuliskan Fauzan bookstore di atas pintu masuk, ruangan sebesar 3x4 menjadi tempat favorit mahasiswa untuk mencari referensi bacaan. khususnya bacaan buku islami.
Setelah membayar buku nya Diyan kembali mengajak Ami ke stasiun dan menaiki kereta untuk sampai di Depkeu.
__ADS_1
*
bersambung