Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Nice To Meet You


__ADS_3

Ramdan sudah rapi, hari ini ia berencana mengunjungi rumah Ami, dia pun membawa oleh-oleh yang dibeli sepulang dari kampung halaman.


tok


tok


tok


suara pintu diketok,


Ami bergegas membuka nya, begitu terkejut ia saat melihat seseorang yang sangat ia kenal berdiri di depan pintu yang ia buka.


"Ahsan?" ucapnya, tanpa mengedip karna merasa tak percaya kalau bule aneh itu akan datang.


"Hai girl.. I'm coming!" katanya menampilkan senyum khas


"Ayo masuk!" jawab Ami. saat ini ia sangat malas berbicara dalam bahasa inggris, jadi Ami akan berbahasa keseharian, dan ternyata Ahsan mengerti sedikit sedikit.


"Mau minum apa?" tanya Ami


"I Like Coffee" jawabnya tak lepas dari senyum di bibirnya.


Ami kembali melangkah ke dapur, didapur ibu Ami merasa kepo akan bule yang datang kerumahnya.


"Itu siapa mi?" kata ibu


"Teman bu," jawab Ami singkat. melanjutkan membuat kopi dan membawa beberapa camilan ke ruang tamu.


"Silahkan diminum!" kata Ami.


"Thank you!" Ahsan menyeruput kopi dalam cangkir.


"Ini sangat enak!" ucap Ahsan terbata karna lidahnya belum terbiasa mengucap bahasa Indonesia.


"Yaa.. Terimakasih atas pujiannya!" kata Ami


"Ada apa kamu kesini?" tanya Ami


"hmmm.. Aku hanya ingin memastikannya lagi!" jawab Ahsan


"Memastikan apa?" tanya Ami yang pura pura tidak mengerti


"About your heart!" kata Ahsan


"Hmm.. saya tidak punya alasan lain untuk menerima kamu, I have a boyfriend, bahkan akan menjadi calon suami!" jawab Ami panjang lebar

__ADS_1


"Really?" tanya Ahsan tidak percaya


"Yaa.. suatu hari akan saya perkenalkan." kata Ami


tiiin.. suara klakson motor berhenti didepan rumah Ami.


"Aahh.. kenapa kebetulan sekali!" gumam Ami melongok siapa yang datang.


"Tunggu, saya akan kembali!" ucap Ami melenggang keluar melihat Ramdan yang baru saja turun dari motor membawa kardus yang berisikan buah nanas madu.


"Hallo cantik, ini bawa masuk, maaf yaa aku baru datang!" ucap Ramdan ketika melihat Ami keluar menghampirinya.


"Hmm.. ku kira kau sudah lupa denganku!" Ami merajuk.


"Tambah cantik deh.. kalo ngambek!!" kata Ramdan menggoda.


"Oia, ibu mana?" tanya Ramdan yang berjalan berdampingan masuk kedalam rumah, dan belum menyadari ada lelaki bule yang kini sedang duduk manis di kursi ruang tamu rumah Ami.


"Ibu didapur, aku simpan ini dulu, kamu duduk sebentar ya, mau di bikinin apa?" tanya Ami, senyum manis mengembang sempurna di garis bibirnya, berbeda saat Ahsan datang tadi.


"Apa saja, minuman buatan kamu pasti aku suka!" kata Ramdan kembali menggoda.


Pandangannya lantas terarah pada lelaki bule yang kini tengah memperhatikan dia dan Ami sejak dari teras sana.


"Mi.. ini siapa?" tanya Ramdan saat melihat Ahsan.


"Hallo.. I'm Ami's Friend.. nice to meet you!" kata Ahsan


Ramdan membalas uluran tangannya " Ramdan" jawabnya


"Duduk dulu ya, aku buatin minum!" kata Ami setelah melihat dua lelaki tamu nya berkenalan.


Tatapan sengit tak terhindarkan saat Ahsan beradu pandang dengan Ramdan, tangannya mengepal, Ahsan merasa tak terima jika hanya karna pria jawa didepannya Ami menolak dia.


"Dari Negara mana?" tanya Ramdan


Ahsan hanya melirik sekilas, kemudian meneguk kembali kopinya sampai habis. Tidak menjawab.


Ramdan yang tidak di anggap pertanyaannya pun langsung sekejap diam.


"Sorry, saya memiliki pekerjaan, saya duluan pulang!" ucap Ahsan, dia memilih untuk pergi, daripada melihat Ami berbincang akrab yang membuat dia semakin panas.


"Oke" kata Ramdan tersenyum jantan.


Ami keluar dari dapur, seketika pandangannya melihat sekeliling ruang tamu mencari seseorang. Ramdan yang menyadari itu tak sungkan meledeknya

__ADS_1


"Pacar nya udh pulang neng!" kata Ramdan terkekeh


"Iisshhh... " jawab Ami jutek


"Ngapain coba larak lirik gak jelas?" kata Ramdan


"Beneran bule itu udh pulang?" kata Ami


"Iya udah," kata Ramdan


"kok gak bilang-bilang sih!" Ami kesal


"Jadiii.. mau di pamitin niih? ya udh aku pulang aja aah, daripada jadi obat nyamuk!" kata Ramdan berdiri hendak keluar.


"Ehh.. mau kemana? tanya Ami


"Pulang, kan kamu mau ngejar bule itu kan?" kata Ramdan dengan wajah datar.


"Iisshh.. siapa yang mau ngejar dia." Ami memasang wajah cemberutnya.


Ramdan yang gemas melihat hal itu, ia pun tak tahan mencubit hidung mungil kekasih dan calon istrinya itu.


"Aakhhhh.. sakiiit!" suara Ami terdengar sangat manja.


"Ayo . . kita keluar, aku akan memberimu kejutan!" kata Ramdan mengajak Ami keluar dan sebelum mereka pergi, mereka tetap berpamitan.


*


Dimotor


Ami dengan hijab favorit berwarna biru, tak sabar akan kejutan yang akan diberikan oleh Ramdan, sepanjang jalan ia hanya tersenyum.


"Pasar?" gumamnya


Ramdan yang mengerti perubahan raut wajah Ami, menatap hangat wajah sendu itu dengan senyum merekah.


"Ayo!" kata Ramdan


Sesampainya disalah satu toko, Ramdan mengambil kursi, dan mempersilahkan permaisuri hati nya untuk duduk.


"Kamu boleh pilih 2 cincin sayang!" ucapnya lagi.


"Buat apa?" tanya Ami bingung


"Buat acara lamaran bulan depan!" ucap Ramdan mantap, dan itu membuat wajah Ami semakin merona.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2