Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Biasa Saja


__ADS_3

Ami menjawab telpon dari "Budi" Palsu, Awalnya dia tidak mau menghiraukan panggilan tersebut, namun karna memang Ami bukan orang yang bisa marah lama, akhirnya dia menjawab panggilan itu.


"Hallo!" ucap Ami jutek


"Hallo Mi?,," jawab Ramdan


"Ada apa?" kata Ami masih jutek


"Jutek amat mi, aku ganggu yaa? ya udh kalo ganggu, maaf ya, aku tutup aja telponnya!" ucap Ramdan hendak mematikan ponselnya.


"Tunggu!" kata Ami


Ramdan tersenyum diujung telpon, hatinya cerah secerah sambutan gadis yang sedang berada satu panggilan dengannya


"Kenapa mi, kalo ganggu gapapa, aku tutup, nanti ku telpon lagi!" ucapnya.


"Kalo kamu tutup sekarang, nanti sampe seterusnya gak usah telpon aku!" ancam Ami


Ramdan yang mendapat ancaman malah semakin menyunggingkan senyumnya.


"Jawab jujur deh!" Nama kamu siapa?" tanya Ami


"Budi!' jawabnya


"Bohong!!"


"Kok bohong kalo bohong nanti hidung aku mancung kayak pinokio!"


"Serius??" kata Ami


"Hehe.. iya iya . maaf namaku Ramdan bukan Budi!"


"Kenapa kamu bohong?"


"Iseng aja, maaf ya!"


Ami mengeryit pasalnya Ramdan orang yang blak blakan, seperti kawan lama, mereka tak tahan untuk tidak mengobrol, akhirnya Ami mengganti nama kontak Budi menjadi Ramdan. Dan mereka terus berkomunikasi setiap hari, walau belum melihat wajah satu sama lain.


*


Ramdan masih dengan aktifitas nya, membantu bapaknya di Sawah dan sesekali membantu mencari kayu dan rumput untuk makan kambing, semua dilakukan untuk menghilangkan jenuh, karna sudah hampir 2minggu sejak ia mengirim surat lamaran, namun belum ada tanda-tanda panggilan dari perusahaan yang dia kirimkan.


Saat ini dia duduk diteras rumahnya memandang hamparan sawah yang terbentang disana. Iseng dia membuka ponselnya "Sepi"


"Lagi ngapain ya dia!" ucapnya sendiri.


"Mas.. disuruh ibu potongin kayu buat masak.!" Azis datang sambil membawa piring makannya,


"Mengganggu saja.!" ucap Ramdan


Tapi tetap melaksanakan apa yang ibunya suruh itu.


*


Ami melihat Diyan yang duduk sendiri, ada anak baru di cv nya, seorang pria keturunan Palembang, tampan.


"Ka Diyan ngeliatin siapa?" kata Ami


"Eh, itu mi, ada anak baru, ganteng banget!" kata Diyan


Ami melihat ke arah yang ditunjuk oleh Diyan, terlihat pria sekitaran usia 20thn, Tinggi, putih, mancung. seketika dia tersenyum melihat ke arah Ami dan Diyan duduk.

__ADS_1


"Oh!" ucap Ami singkat


"Kok oh si Mi?" emang kamu gak naksir apa?" tanya Diyan.


"Enggak Aahh.. aku mah gak mau punya pasangan satu tempat kerja Diyan, gak seru!" ucap Ami


Diyan tertawa mendengar penuturan Ami, "iyaa, orang kamu nungguin Hasan!"


"Enggak siih.." ucapnya..


Ami meninggalkan Diyan yang masih tergila gila memandang anak baru itu yang tenyata bernama Friema.


Ami duduk di teras kantor, membaca agenda dia hari ini, kemudian membuka ponsel nya mengetikkan sesuatu disana.


Ting.


balasan dari pesan yang dikirim pun terbaca, dan dia tersenyum.


Setelah beberapa lama, dia menyiapkan diri untuk berangkat menuju territory yang sudah dia agenda kan, kebetulan hari ini adalah hari kamis, Ami akan melakukan bazaar terbuka di gedung Bimantara.


Berjalan menuju stasiun kereta dengan banyak desakan dimana-mana, kali ini Ami naik kereta bareng dengan senior nya Ka Yuli, Ka Yuli satu angkatan denga Ka Diyan.


"Ka Yuli mau kemana?" tanya Ami yang memang kurang dekat dengannya


"hmm.. ooh iyaa, ka yuli mau ke kalibata sayang, mau ke kantor pajak." jawabnya dengan intonasi mirip dengan artis syahrini (bisa dibayangin lah yaaa)


"Ami mau kemana?" tanya ka Yuli balik


"Gondangdia ka, gedung bimantara!" jawab Ami singkat


"Oh, berarti Ka Yuli turun duluan yaa!"


"iyaa.."


*


Ami


"lagi ngapain?"


"Aku lagi dikereta menuju kota J!"


"Telpon donk"


Walau belum ada hubungan diantara keduanya, bahkan melihat wajahnya saja Ami belum pernah, tapi entah kenapa Ami merasa Ramdan pria yang tepat.


Sampai Ami turun kereta, pesan itu tidak terbalas. sedikit kecewa, namun karna sedang posisi bekerja, membuat Ami tidak menghiraukannya.


Ami berjalan menuju lantai basement, disana terdapat Aula besar dan telah tersedia meja-meja yang disusun oleh tim penyelenggara, Ami menyusun beberapa buku dan. katalog. kemudian ikut masuk ke dalam mengikuti kajian, perjalanan hari kamis itu memang paling santai, karna hanya dengan duduk manis, seusai acara, pasti ada customer yang minta dikunjungi.


Kali ini Ami naik lift menuju lantai 9, dia hendak menemui bu Sofi, ketika di basement bu sofi sendiri meminta dia melakukan penjelasan tentang produk yang dibawa, sekalian melakukan pembayaran disana. Ami tersenyum, melihat fakta bukan hanya bu sofi bahkan temannya yang lain juga ikut membeli buku yang dia bawa.


"Alhamdulillah.." ucap Ami kemudian turun dan keluar dari gedung, buku yang dibawa sudah habis terjual, sisa uang dalam dompetnya saja.


*


Kembali Ramdan mengecek ponsel, setelah selesai membantu sang bapak, Ramdan bersih - bersih, dan merebahkan diri di kamarnya. kipas angin menyala, memberikan kesejukan tersendiri.


Ponselnya diaktifkan


ting

__ADS_1


ting


ting


Ada 3 pesan yang masuk ketika ponsel itu menyala.


Ramdan menyunggingkan senyumnya, kemudian memencet tombol phone.


beberapa nada sambung mulai terdengar,


"Hallo!" suara Gadis disebrang membuat hati Ramdan seketika menghangat


"Hallo,.. maaf ya, baru buka hape!" kata Ramdan


"Iyaa gapapa, lagi apa?" tanya Ami


"Aku baru pulang dari sawah, abis bantu bapak!"


"Oh.. pasti capek ya, ya udh istirahat dulu aja!"


"Gapapa kok, kamu lagi dimana? ramai sekali?" ucap Ramdan karna memang suara Ami terdengar bising diujung telpon


"Aku masih distasiun, baru nyampe mau jalan menuju kantor." ucapnya


"ohh.. " jawab Ramdan singkat


"Nanti lanjut ya, aku ke kantor dulu.! "


"oke hati-hati!" ucap Ramdan


Kemudian memutus panggilannya.


*


Ami kembali berjalan menuju kantor, sesampainya disana, dia melihat Friema yang sedang mengambil air minum, dari raut wajah yang terlihat, dia sangat letih sekali,


"Capek ya friem?" ucap bu Emi yang saat itu sedang mencatat hasil penjualan hari ini.


"lumayan!" ucap friema sambil tertawa garing.


"Ntar juga terbiasa!" kata Bu Emi lagi.


"Iyaa.." jawab friema


kemudian Ami masuk, kedua orang itu menatapnya.


"Lhoo.. Ami cepet banget pulangnya?" tanya Bu emi


"Iya bu, alhamdulillah!" jawab Ami sambil melirik ke arah jam di meja yang menunjukkan pukul 3sore.


Memang biasanya Anak-anak marketing di cv itu akan pulang lewat maghrib, namun akan sangat luar biasa ketika mereka sampai dikantor sebelum ashar.


Ami berpamit menuju ruang meeting dan menyelonjorkan kaki lelahnya. kemudian mengambil ponsel dan melakukan panggilan telpon kembali.


*


bersambung


Jangan lupa titip Like dan komen ya gaes..


beri sedikit support nyaa yaa.. supaya aku semangat nihh..

__ADS_1


😁😁😁😁😁


Happy reading...


__ADS_2