
Tiga bulan setelahnya, biasanya Ramdan akan muncul dirumah Ami demi menemani ngobrol atau sekedar berjalan di mall, tapi tidak saat ini, Ramdan harus menyisihkan waktu menjenguk orangtuanya di kampung halaman.
Ramdan mengendarai motor kesayangan membelah jalan pantura menuju rumah masa kecil.
Hati nya sebenarnya berat untuk meninggalkan Ibukota, karna Ramdan sama sekali belum bertemu dengan Ami, dia pun hanya mengirim pesan singkat lewat ponsel tadi malam, dan bahkan belum dibalas oleh si pemilik mata bulat itu.
sekitar subuh Ramdan sampai di depan rumah, disambut oleh kokok ayam jantan, dia merebahkan diri di depan teras, karna lelah dia sudah tak sanggup menanti dibukanya pintu.
"Mas, kok tidur disini?" kata Azis yang saat itu membuka pintu
Ramdan hanya mengerjap, kemudian bangun "Sudah pada bangun zis?"
"Sudah mas, mas masuk aja dulu, nanti aku bilang ibu, kalo mas datang!" kata Azis
"Iya.." jawab Ramdan singkat
Ibu yang mengetahui Ramdan telah sampai dan kini berada dikamar untuk istirahat, langsung menyerbu nya
"Dan, kamu pulang bawa apa?" kata ibu
Ramdan hanya malas mendengar ocehan ibu nya itu, karna dia sangat lelah.
"Dan, kamu denger ibu gak sih?"
"hmm.. iyaa. aku gak bawa apa2 bu, yang penting aku sampai dengan selamat!" kata Ramdan lagi
"Ahh.. kamu kebiasaan, kalo pulang gak pernah bawa apa-apa, ntar kalo azis sudah kerja, ibu suruh dia selalu bawain ibu sesuatu kalo pulang!" kata ibu sambil melengos keluar kamar
"Huuuft" Ramdan menghela nafas berat.
"Sudah pulang dengan selamat aja syukur bu, mau minta dibawain sesuatu.. " gumam Ramdan merasakan lelah dan kecewa. bahkan saat Ramdan sampai, tak ada segelas minum pun yang bisa dia minum untuk menghilangkan hausnya.
"Bu, gak ada air ya!" tanya Ramdan kepada ibunya, ibunya terlihat sedang membuat api di kayu bakar.
__ADS_1
"Belum masak air, ada air kolam!" jawab ibu ketus.
"Ya Allah bu.. bu.. anaknya pulang kok kayak begitu,?" kata Ramdan
"Ya pulang juga begitu aja, ngapain ibu harus senang!" kata Ibu masih ketus
"Emang ibu mau apa? hayolah, aku mandi dulu, ntar kita kepasar, belanja keperluan ibu!" kata Ramdan sambil mengambil handuk.
"Naahh.. gitu donk, punya anak laki, udh disekolahin, sekarang kerja masa gak ngasih apa-apa sama ibunya!" gumam ibu Ramdan.
*
Dipasar.
"Ibu mau beli apa? beli aja, ntar aku yang bayar!" kata Ramdan
Tanpa ba bi bu, ibu Ramdan mengambil barang yang dia inginnkan, troly yang tadinya kosong kini sudah mulai penuh bahkan ditambah keranjang yang di pegang ibu. Ramdan hanya menggelengkan kepala.
"Ibu mau belanja untuk satu tahun ya?" tanya Ramdan sambil mendorong troly yang sudah terasa berat.
"Oia.. ibu juga minta buat spp adikmu!" kata ibu lgi.
Ramdan hanya mengangguk.
kemudian berjalan menuju kasir.
"Totalnya 1juta dua ratus tiga puluh ribu lima ratus mas!" kata mba kasir.
Ramdan mengeluarkan kartu Debit, kemudian kasir memproses transaksinya. setelah selesai ibu tak langsung pulang, dia mampir lagi ke toko plastik mencari sesuatu,
"Besok lagi bu, bawa nya susah!" kata Ramdan.
"Gampang ntar ibu naik Grabcar aja!" jawab ibu
__ADS_1
Ramdan mengelus dada melihat kelakuan ibu kandungnya, dia merasa miris, dia hidup berhemat hanya untuk memenuhi hasrat belanja ibunya tersebut.
*
Dirumah.
"Waahh.. ibu belanja banyak banget?"kata Azis.
"panggil adik-adikmu zis, biar mereka simpan ini, ibu udh capek, sambil masuk membawa bungkusan berisi bakso favorit.
Ramdan terlihat sudah memasuki pekarangan rumah, "mas baru sampai?" kata Azis
"Iyaa.. tadi ke bengkel dulu besok biar enak dibawa balik ke Ibu kota!" kata Ramdan
"Ganti aja mas motornya!" kata azis
"Ntar lah, masih bisa dipake!" kata Ramdan.
Ramdan masuk ke rumah melihat ibu dan adiknya selesai menikmati bakso
"Enak Dan baksonya, besok ibu beliin lagi ya?"
kata Ibu
"Iya!" jawab Ramdan singkat, bahkan sebiji pun tak tersisa untuknya
"emang mas Ramdan besok pulang ke ibukota jam berapa mas!" tanya adik bungsunya
"Subuh!" jawab Ramdan
"lahh terus beli baksonya kapan!" kata Adiknya lagi
Ramdan hanya meloyor kekamar, menyiapkan apa yang mau di bawa kembali ke dalam ranselnya.
__ADS_1
Pikirannya sudah ke kota D saja, memikirkan gadis yang sampai sekarang belum membalas pesannya.
to be continue....