
Malam itu Ami pulang ke rumah dengan hati yang gundah, sudah 3 hari ia bertahan untuk tidak merespon apapun bentuk komunikasi yang di lakukan Ramdan,,
"Aku akan lebih baik besok, mungkin!" gumamnya.
drrrt.. drrt.. ponsel Ami kembali berdering
Ahsan Calling..
"Ngapain lagi sih bule ini?" decak Ami.
kemudian menjawab panggilan dari bule aneh yang sudah menyukai nya sejak pertama bertemu itu .
"Assalamu'alaikum honey!" ucapnya di sebrang sana
"Wa'alaikumsalam, what wrong?" kata Ami
"I miss you honey, can we meet tomorow?" kata Ahsan.
"No, I'm busy, I'm sorry!" ucap Ami tegas
"Come on baby, I Really miss you!" katanya.
"Sorry," kata Amii lagi
"Oke " Ahsan menutup panggilannya sepihak tanpa salam
Ami menatap layar ponsel yang sudah kembali seperti semula, "Bule yang aneh!" katanya lagi, kemudian kembali berjalan menuju rumahnya.
*
Dikamar,
__ADS_1
Usai bersih bersih, Ami kembali membuka buku laporan hariannya, dicatat semua pemasukan, kemudian merencanakan hal untuk besok, "Kamu bener bener yaa!" ucapnya pada diri sendiri, Ami kesal, Ramdan tidak lagi menghubunginya.
Padahal 3hari lalu, entah pesan atau panggilan masuk di ponsel Ami tanpa satupun yang Ami balas atau jawab. "Baiklah, kalo itu maumu!" decak kesalny lagi.
Ami meluruskan badan di atas ranjangnya menarik selimut kemudian memejamkan mata.
*
Ramdan sampai di kamar kost, seharian ia memecah jalan Pantura, hatinya terlalu bersemangat, ia bergegas bersih bersih, kemudian keluar lagi untuk membeli makan malam, seperti biasa ia masih berhemat, krn pengeluarannya selama 3hari di kampung sangat besar, sehingga ia harus mencukupkan sisa uangnya sampai tanggal gajian tiba.
"Mba makan!" ucapnya pada pelayan warung nasi
"Makan disini atau dibungkus mas?"kata Pelayan
"Bungkus aja!" ucapnya
"Pake apa?" mba pelayan sudah bersiap mengambil beberapa lauk di dalam etalase kaca.
"Kangkung, tempe orek, kasih kuah mba!" kata Ramdan
"12.000 mas!"
Ramdan membayar, kemudian keluar dari warung nasi menuju counter pulsa, seharian pulsa nya habis, setelah kmrn dipakai adiknya untuk hotspot pribadi.
Setelah membayar, Ramdan kembali ke kost nya, disana ternyata ada penghuni baru, dua orang perempuan sudah berumur, namun terlihat belum berkeluarga, mereka sedang mencoba kompor baru di depan teras, memang kamar kost disana hanya satu kamar, dan kamar mandi diluar, sehingga, kalo mau masak yaa diluar teras.
"Permisi mba, numpang lewat!" kata Ramdan ramah.
"Iya mas, " kata mba yang memakai tangtop warna kuning, matanya tak lepas melirik Ramdan hingga Ramdan masuk kedalam kamar.
Percakapan diantara keduanya pun terjadi.
__ADS_1
*
Ramdan menikmati makan malamnya sambil mengirimkan beberapa pesan.
Ramdan
"Maaf, seharian pulsa habis, gak bisa tlp!"
"Kamu lagi apa?"
Pesan itu dikirim ke nomor Ami, namun si pemilik nomor tidak lagi melihat ponselnya karna sudah terlelap.
Ramdan memutuskan akan memberikan kejutan besok,, "Besok shift malam, aku bisa ke tempat Ami dulu deh, ngasih kejutan!" ucapnya.
Ami merasakan rindu begitu pula dengan Ramdan, mereka baru bertemu beberapa kali, namun, hati mereka kuat, walau Ahsan sering mengganggu, Ami tidak goyah.
epilog
"Aaarrgghhh.. kenapa kau begitu sulit ditaklukan sihh sayang!!" ucap Ahsan (dalam bahasa inggris yaa, author lagi malas nulisnya) Ahsam menenggak minuman ditangannya yang bertulis "wine"
"Kenapa kau mempersulit dirimu? banyak gadis lain, bukan hanya gadis itu!" kata Mustofa
"Diia beda bro.. dia beda..." ucap Ahsan yang mulai mabuk.
"Huuft.. terserah kau Sajalah!" kata Mustofa lagi yang sudah malas membuat Ahsan berpaling
"Aku akan mengejarnya, kemanapuun!" kata Ahsan berteriak, sudah terbawa minuman yang ia tenggak.
kemudian tersungkur di atas sofa.
*
__ADS_1
Gaaaeesss... masih setia yaaa..
Terimakasih