Gadis Hijab Biru

Gadis Hijab Biru
Usaha Ahsan


__ADS_3

Pagi ini Ami kembali ke rutinitas, setelah berjam jam melakukan panggilan telpon dengan Ramdan yang kini sah menjadi calon imamnya setelah pertemuan dengan bapak kemarin.


"Mi.. kalo kamu serius, kamu harus bisa jaga diri, kita belum tau dia orangnya bagaimana, apalagi kamu baru kenal, lebih baik kenal dia dulu, baru memutuskan mau seperti apa!" begitu wejangan Bapak setelah Ramdan pulang tadi malam. Ami hanya mengangguk dan mencoba mengerti kekhawatiran sang bapak, tidak mau membuat nya khawatir, maka Ami dan Ramdan membuat batasan dalam pertemuan mereka, mereka akan bertemu setiap 3bulan sekali, selebihnya mereka akan melakukan komunikasi via telpon.


*


Stasiun kota D,


Ami berdiri seperti biasa di peron menunggu kereta yang akan mengantarnya ke Ibukota, Ami harus segera mengirimkan pesanan buku customer, yang sebelumnya telah dikonfirmasi.


Terlihat dua lelaki keturunan India dan Pakistan, berdiri sejajar di belakang Ami, Ami tidak menyadari bahwa kedua lelaki itu kini menghimpitnya, hingga kereta api datang, mereka masuk, di dalam kereta Ami bertemu dengan Yuli,


"Hai ka Yuli, darimana?" tanya Ami


"Eehh . Ami ini aku dari rumah temen, nginep disana," kata Yuli


Yuli memperhatikan dua lelaki dibelakang Ami yang seolah mendengarkan percakapan mereka.


"Mi?" panggil Yuli


"Iya ka!" jawab Ami


"Kamu bawa bodyguard ya?" tanya Yuli


"Maksudnya?" Ami tidak paham pembicaraan Yuli, sampai dia menoleh kebelakang, seorang lelaki tersenyum kepadanya.


"Assalamu'alaikum?" kata Ahsan memulai percakapan.


Ami yang bingung menengok ke kanan dan kiri hanya ada dia seorang yang berdiri dihadapan dua lelaki itu, Mustofa kini ikut memperhatikan Yuli, sesekali ia tersenyum kepada Yuli, dan Yuli membalasnya. Ami masih bingung kemudian menjawab salamnya


"wa... wa'alaikumsalam warahmatullah!" jawab Ami


"Can you speak english?" tanya Ahsan


"I can just a little!" jawab Ami


"Oohh.. good baby, I'm very pleasure!" kata Ahsan


Dahi Ami berkerut. nih bule maksudnya apa sih? batin Ami


"Whats your name?" tanya Ahsan saat ini dia sudah berdiri disamping Ami dan Mustofa menempatkan diri sejajar disamping Yuli.


Ami menoleh ke arah Yuli, yang kini asik mengobrol dengan bahasa inggris yang pas pasan itu. 😁


"Hellooo.." Ahsan mengibaskan tangannya di wajah Ami, dan Ami tersadar.


"Eehh.. yaa. what happend?" tanya Ami


"I want to know, whats your name?" tanya Ahsan lagi

__ADS_1


"oh.. I'm Ami.. " jawab Ami singkat


"I'm Ahsan.. glad to see you!"


"Hmm.. yaa.. I'm too!" Ami hanya bisa nyengir


Sepanjang jalan, Ahsan menatap lembut Ami tanpa berkedip, membuat Ami menjadi risih sendiri, tiba-tiba ponsel Ami berdering.


Ramdan Calling..


"Yaa.. Hallo!" kata Ami


"Dimana?" Ramdan diujung telpon


"Dikereta, nanti ku telpon lagi ya!"


"oke"


panggilan terputus. Ahsan kembali bicara


"Can I have your phone number?" katanya


"Hmm.. ya?" jawab Ami.


"This.. you can save your phone number at here!" perintah Ahsan memberikan ponselnya agar Ami menyimpan nomor telpon nya disitu .


Ami hanya menuruti saja, kemudian Ahsan terlihat tersenyum.


"Ooh.. ya.. bye!" kata Ami


Ahsan turun, namun sebelum turun dia meletakkan telapak tangan diatas kepala Ami sambil tersenyum. Ami mengerutkan dahi bingung. ngapa lagi nih bule!


Ami dan Yuli turun di stasiun berikutnya, saat menuruni tangga stasiun menuju pintu keluar, Yuli melayangkan tanya kepada Ami.


"Mi, yang tadi siapa? emangnya kamu kenal?" tanya Yuli


"hmm.. " Ami mengangkat bahu nya.


"Aku aja baru ketemu hari ini," kata Ami


"Tapi kayaknya dia udh ngeliatin kamu terus deh mi, orang tadi aja ngeliatin kamu gak ngedip!" kata Yuli


"Aah.. gk tau deh Ka.. " jawab Ami cuek, tanpa mau memikirkan lebih lanjut.


*


Disimpang jalan.


"Ka, aku duluan ya, udh ditunggu customer!" kata Ami melambaikan tangan ke Yuli

__ADS_1


"oke!" kata Yuli


Mereka berjalan ke arah masing-masing, Ami memasuki kawasan perkantoran, menukar Ktp dengan ID Tamu, kemudian melangkah ke lift menuju lantai 7 tempat dimana customernya berada, Sesampainya di lantai 7, Ami mencari toilet untuk merapikan penampilannya, didalam toilet ponsel Ami berdering,


"Siapa ya?" ucap ya pada diri sendiri melihat nomor baru yang tertera pada layar ponsel.


Ami mengabaikan telpon tersebut, kemudian melanjutkan menggunakan bros nya yang sempat tertunda.


Ponselnya berdering kembali, dengan nomor yang sama yang terlihat di atas layar.


"Hallo?" kata Ami, pada akhirnya menjawab panggilan tersebut khawatir penting,


"Hallo girl?" ucap seseorang yang asing menurut Ami.


"Its me.. Ahsan..! " ucapnya lagi


oohh.. Astaga ternyata bule aneh ini beneran menelponku, batin Ami


" girl?" katanya lagi


"yaa . . what happend?" kata Ami


"Do you have anytime to spare time with me!" katanya


"i don't know, I'm busy now!" kata Ami


"Oke, no problemo girl, see you!" katanya langsung memutus panggilan telponnya.


Ami menatap layar ponsel yang sudah kembali ke layar menu, aneehh.. gumam Ami


*


Ami kembali menuju ruangan customernya, kali ini tujuannya hanya mengantar pesanan buku saja, setelah itu ia langsung meninggalkan bangunan lantai 10 tersebut.


"Permisi!" ucap Ami setelah mengetuk pintu ruangan, terlihat seorang perempuan berkacamata yang sedang fokus dengan pekerjaannya,


"Eh iya mba Ami, silahkan masuk!" ucapnya ramah,


Ami masuk kemudian menyelesaikan pekerjaan, kemudian keluar lagi setelah beberapa menit, bahkan terjadi transaksi ganda saat didalam ruangan, sang customer bukan hanya membayar buku pesanannya, dia juga membeli beberapa buku yang dibawa Ami, agenda Ami berubah, setelah ini, ia akan kembali ke kantor, karna buku yang ia bawa sudah. habis diborong.


Kembali ia berjalan di lorong peron menunggu kereta api, dilihat jam menunjukkan pukul 02.45 siang, saat hendak memeriksa ponsel,ternyata ada 2 pesan masuk, seketika senyumnya mengembang,


Ramdan


"Nanti malam aku kerumah!"


"Dandan yang cantik ya!"


Senyumnya kembali mengembang, dia jadi tak sabar ingin segera sampai dirumah.

__ADS_1


*


to be continue


__ADS_2