
Sesampainya Ramdan dan Ami di kota D, disambut dengan hujan lebat, pakaian mereka basah, saat ini mereka berhenti meneduh di dalam warung bakso.
"Yaahh... senang banget nih kayaknya aku datang ke kota D langsung disambut hujan!" ucap Ramdan terkekeh, mereka sedang menunggu pesanan bakso mereka datang.
"Yeaaay . pede banget!" ucap Ami.
"Nanti kamu pulangnya gimana? baju kamu basah gitu!" tanya Ami lagi memperhatikan pakaian yang dikenakan Ramdan,
Ramdan melihat ke arah pakaiannya kemudian mengibas-kibaskan kaos yang dipakai, "sebentar lagi juga kering!" ucapnya
"Ceh.. gimana ceritanya!" kata Ami
Setelah beberapa menit, bakso yang dipesanpun datang, mereka menikmati tanpa banyak suara, Ami yang sedari tadi sudah resah akan reaksi sang bapak pun jd merasakan bakso yang hambar tanpa rasa, tapi tetap ia habiskan. 😁
"Gimana persiapannya buat ketemu bapak?" ucap Ami tiba-tiba
"Persiapan apa? emangnya bapakmu segalak apa sih?" Ramdan menimpali
"Hmm.. gimana yaa, ceritain nya, pokoknya bapak tuh galak aja." kata Ami
"Kamu tenang aja,. aku bisa ngadepin nya kok!" kata Ramdan tenang
"Emang mau ngomong apa sih?" kata Ami
"Adaaa dehh!" jawab Ramdan
"Huuu ." Ami cemberut tak mendapatkan jawaban yang pasti dari Ramdan,,
*
Sampai dirumah.
Ami masuk disusul Ramdan, Ami menuju kamar ibu dan bapaknya memberitahu perihal kedatangan Ramdan, ibu dan bapak yang tdinya sedang menonton televisi pun akhirnya keluar kamar dan menemui Ramdan.
"Siapa nih?" tanya Bapak
"Saya Ramdan pak!" jawab Ramdan sambil menyalimi tangan bapak dan ibu.
"Siapanya Ami?" tanya ibu
"Calon pacar bu, bolehkan!" jawab Ramdan terkekeh.
Bapak menyuruh Ramdan duduk, sedangkan Ami sedari tadi sudah menghilang entah kemana, dan keluar keluar membawa 4 cangkir teh hangat.
__ADS_1
"Diminum dulu mas!" kata Ami
Ramdan melirik, mendapat panggilan mas dari Ami, membuat hatinya menghangat. tatapannya menjadi lembut. Ami menunduk, kembali ke dapur dengan perasaan yang bercampur aduk.
"Ehkemm.. kenal Ami dimana?" tanya Bapak
"kenal dari temen pak, Ami temennya temen saya.!" jawab Ramdan
"Emang kamu kerja dimana?" tanya ibu
"Dikota J bu, di pabrik!" jawab Ramdan
"Oohh.." ibu hanya ber oh saja.
Ibu berdiri kemudian berjalan kedapur meninggalkan Ramdan dan Bapak yang masih mengobrol.
*
"Mi.. kamu kenal dimana?" tanya ibu ke Ami
"Kenal lewat telpon bu, orang Jawa." jawab Ami
"Kamu serius sama dia?" tanya ibu
"itu dia ngobrol serius banget sama bapak, emang kamu serius sama dia?"
"Gak tau deh, org ketemu aja baru hari ini!"
"Ooh.. kerja dimana?" tanya ibu lagi
"Katanya sih dipabrik!" jawab Ami sambil menuang saos martabak telor favorit ibunya.
"nih bu, tadi dibeliin mas Ramdan!" kata Ami sambil menyodorkan martabak telor
"Tau aja kesukaan ibu" jawab ibu sambil mengambil potongan martabak itu, "sisain bapak mi!" katanya lagi.
"iyaa udah. ini buat ibu!" lanjut Ami
"Ya udh sini, " kata ibu membawa sepiring porsi martabak telor dan dimakan sendiri.
Ami hanya menggeleng-gelengkan kepala.
*
__ADS_1
.Sedangkan diruang tamu
"Emang asli orang mana?" tanya Bapak
"Jawa pak, ibu bapak disana, saya disini kos di kota J deket pabrik!" jawab Ramdan
"Serius ama Ami??"
"InsyaAllah pak, kalo bapak sama ibu izinkan, saya mau kenalan dulu sama Ami, sambil nabung pak,!" jawab Ramdan
"Hmm.. bapak sama ibu mah terserah Ami aja, kalo emang kamu sama Ami cocok dan jodoh, ya udh. yang penting bisa jaga diri."
"ii iyaa.. pak!" kata Ramdan
"diminum deh, bapak kedalam dulu." bapak berdiri kemudian masuk kedalam meninggalkan Ramdan, Ami datang duduk disofa lain, "Gimana??" tanya Ami
"Gimana apanya?" kata Ramdan.
"Tadi ngomong apa?" Ami kepo
"Mau tau aja!" Ramdan terkekeh.
"Katanya bapak kamu galak?" tanya Ramdan lagi.
"Hehehe...!" Ami terkekeh, "iya, biasanya begitu, mungkin karna kamu bawa martabak kali, jadi gak galak!" jawab Ami.
Setelah beberapa lama berbincang ngalor ngidul tidak jelas, Ramdan berpamitan, "masih inget gak jalannya?" tanya Ami
"Kalo gak inget, nanti telpon kamu!"
blussshhh.. Ami merona
"Ya sudah hati - hati yaa!" kata Ami
"hmmm.. jangan dikangenin ya!" ucap Ramdan
"Ceh, masih aja, percaya diri sekali Anda!!" kata Ami bercanda
"hehehe ..?!" Ramdan terkekeh kemudian salam dan menarik gas motornya.
Ami menatap kepergian Ramdan, hingga tak terlihat lagi,, kemudian dia melangkah masuk ke dalam rumah.
*
__ADS_1
to be continue