
Malam itu Ramdan sudah bersiap, dengan mengenakan seragam kerja dan memakai tas slempang, dia mengunci pintu kamar kost..
"Shift malam Dan?" tanya Didik
"Iyaa!" jawab Ramdan singkat
Ramdan kembali menstater motor bututnya menuju ke Pabrik dimana dia menghabiskan masa Muda nya demi menghidupi kedua orangtua dan adiknya itu.
Shift malam itu mulai pada pukul 21.00, sebel masuk ke area Line dimana dia bekerja, Ramdan memilih merebahkan diri di ruang loker.
"Aahh.. lumayan." ucapnya sendiri sambil melihat waktu pada layar ponsel nya.
Ramdan memejamkan mata, baru dia terpejam, tiba-tiba muncul wanita disana, menggerayangi tubuh kekarnya., dia merasa kesulitan bergerak, dan suara yang ingin keluar pun terasa tercekat di kerongkongannya.
"Mas.. ! ucap wanita itu seraya meraba merayap tangannya kesana kemari, menyentuh bagian sensitif nya.
Ramdan memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang, dilihatnya lagi, kini wanita itu sedang berusaha membuka resleting celananya, ketika berhasil dan wanita itu mulai membuka mulutnya.
Alarm pada ponselnya berbunyi dan membuyarkan semua. " astagaa .. ternyata mimpi!" ucapnya
Dia menatap sekeliling.. "Sepi"
Ramdan kembali merapikan seragamnya dan mencuci muka nya di keran yang ada di toilet ruang loker.
Dia keluar dan berjalan kaki menuju Line kerjanya.
Suara deru mesin yang berasa dari dalam ruangan sudah terdengar bising, sesekali dia menegur beberapa kenalan. melambaikan tangan dan menunjukkan gigi putihnya.
__ADS_1
Pukkk . . bahunya ditepuk oleh Marno.
"Baru datang Dan?"
"Enggak dari tadi, cuma tidur dulu di loker!"
Mereka berjalan beriringan menunggu waktu mesim mulai bekerja.
bel tanda masuk dan mesin mulai beroperasi otomatis, kedua tangan Ramdan seolah sudah terbiasa mengayun kesana kemari mengitu irama gerak mesin dihadapannya begitu sampai pagi menjelang.
*
Azan subuh berkumandang, karyawan muslim menuju musholla untuk sholat berjamaah dan ada juga yang ke kantin untuk makan cemilan yang disediakan pihak pabrik.
Ramdan berada di musholla bersama Marno, dia menunaikan sholat subuhnya kemudian bergegas ke kantin mengambil jatah cemilan malamna yaitu susu kemasan 250ml dan sebungkus roti isi cokelat.
"Dan, mudik gak tahun ini?"
"Gak tau No.. aku abis kontrak 6bulan lagi!"
"Oo iya lah terus abis ini kamu gimana?"
"Palingan aku pulang bentar, sambil nunggu panggilan, aku juga udh ngirim ke beberapa PT sih."
"Ya sudah semoga cepat dapat pekerjaan lagi!"
"Iya No.. aamiin.. aku butuh kerjaan No, mae pae melas, kasian kalo aku gak kerja, adik-adikku masih sekolah" Ramdan bercerita ada sedikit rasa pilu
__ADS_1
"Sabar Dan, Allah siapkan rejeki terbaik pokoknya buat kamu!"
"Iya"
Sambil menghabiskan waktu istirahat, mereka mengobrol ngalor ngidul, kemudian berjalan kembali menuju Line kerja mereka.
Marno yang bekerja sebagai Maintenance, sedikit berlega hati, pasalnya baru dua bulan lalu dia diangkat menjadi karyawan tetap di PT tersebut.
Ramdan menarikan jemarinya kembali di hadapan mesin yang berderu tersebut hingga waktu pulang.
*
Kembali ke kost, dia bertemu dengan Didik yang berbeda shift dengannya, Didik yang terlihat mengeluarkan motor Yamaha Vixion melihat kedatangan Ramdan,
"Berangkat Dik?" tanya Ramdan
"Iyaa, kesiangan aku Dan!" katanya
Ramdan hanya nyengir saja mendengar ocehan Didik tanpa mau menanyakan sebabnya dia telat bangun.
"Ayo Dan,!" kata Didik
"Yo Dik.." jawab Ramdan.
Dengan menenteng plastik hitam berisi bungkusan nasi Ramdan masuk ke kamar kost, dan membersihkan diri.
*
__ADS_1
bersambung