Gadis Incaran Pengusaha

Gadis Incaran Pengusaha
Lily di lukai oleh Nic


__ADS_3

Perusahaan Carlos


Di siang itu Carlos mendapat panggilan dari Benny yang tidak lain adalah sekretaris Nicholas dengan memintanya untuk mengantarkan file untuk kerja sama, akan tetapi pihak Harrison meminta Kristy yang mengantar sendiri file tersebut ke perusahaan Harrison


"Gawat, aku telah mengusirnya sekarang Tuan Harrison malah ingin wanita itu yang mengantar sendiri file ke tempatnya"gumam Carlos dengan khawatir


Klek


"Pa" Sapa Lily yang baru masuk ke ruang kantor Carlos


"Ada apa kau kemari?" Tanya Carlos yang sedang khawatir


"Pa, aku bosan di rumah, kenapa pa? ada masalah?"tanya Lily yang menghampiri ke meja arlos


"Pihak Harrison menghubungi ku ingin menyuruh Kristy sendiri yang mengantar file ke sana"jawab Carlos dengan menarik nafas panjang


"Apa? Nicholas? kenapa Papa tidak gembira ini kan berita baik?"tanya Lily dengan senyum


"Masalahnya Tuan Harrison ingin Kristy yang mengantar ke sana dengan tangan sendiri"


"Kenapa harus dia, aku saja yang mengantarnya"jawab Lily dengan berharap


"Jika kau yang pergi ini sama saja membuatnya murka"


"Kenapa? lagi pula aku juga bisa kerjakan, biarkan saja aku yang mengantarnya"


"Apa kau yakin? jika dia marah kita berdua akan tamat"


"Pa, aku tahu harus dengan cara apa untuk berbicara dengannya, dia tidak akan tahu jika kita mengusir anak jalanan itu"


"Maksud mu?"


"Pa, Tuan Harrison adalah tipe yang tidak suka orang membantahnya. jika saja dia mengira anak jalanan itu menolaknya dia pasti akan marahkan?


"Lalu apa yang akan kau katakan padanya?"


"Pa, aku akan membuatnya marah pada anak jalanan itu, dan membuatnya tertarik pada ku"jawab Lily dengan yakin


Lily yang sangat berharap bisa mendekati Nicholas dengan penuh keyakinan untuk mengantar file yang di inginkan oleh Nic


Perusahaan Harrison


Di saat Lily tiba di sana dia berjalan menuju ke kantor Nicholas. sebelum tiba di kantornya Lily bertemu dengan Benny yang keluar dari kantor atasannya


"Tuan, nama ku adalah Lily Fined apa bisa aku ketemu dengan Tuan Harrison?"tanya Lily yang penuh harap

__ADS_1


"Lily Fined? seharusnya Nona Kristy yang datang"jawab Benny dengan sinis


"Adik ku itu membantah untuk kemari, katanya tidak ada hubungan dengannya oleh karena itu aku sendiri yang mengantarnya"jawab Lily dengan senyumannya


"Dasar wanita tidak malu, jika ingin mengoda Bos ku katakan saja untuk apa banyak alasan, lihat saja bagaimana Bos ku yang keras itu beri pelajaran pada mu"batin Benny


Benny lalu menuju ke kantor atasannya


Klek


"Tuan, Lily Fined di luar dia mengantar file yang Tuan minta"kata Benny dengan sopan


"Kenapa dia yang datang?"tanya Nic dengan tatapan tajam


"Wanita itu mengatakan jika Nona Kristy tidak mau datang"jawab Benny


"Panggil dia masuk"perintah Nic dengan fokus ke laptopnya


"Baik Tuan"jawab Benny dengan sopan


Sesaat kemudian Lily dengan yakinnya masuk ke kantor besar dan luas milik Harrison


"Tuan Harrison, aku mengantar file sesuai permintaan mu"sapa Lily dengan sopan dan menarohkan file di meja Nicholas


"Di mana Kristy?"tanya Nic sambil fokus ke lap topnya


Nic tidak menjawab atas penjelasan Lily dengan melihat file yang di bawa oleh Lily, setelah membacanya Nic murka dan melempar file ke arah wanita itu sehingga mengena ke wajahnya


"Aargghhtt "teriakan Lily yang wajah tergores akibat terkena ujung file yang di lemparkan oleh nic


"Sampah. kau membawa sampah ke hadapan ku, kalian sangat berani melakukannya" bentak Nicholas dengan tatapan tajam


"Tuan ini.!"jawab Lily yang menahan sakit di wajahnya


"Bawa sampahnya pergi, jangan muncul di hadapan ku"bentak Nic dengan kesal


"Lily Fined, apa kau sudah dengar? Tuan ingin kau bawa pulang sampah mu ini"ujar Benny yang kesal


"Tuan, maaf" ucap Lily yang wajahnya berdarah akibat goresan file itu dan meninggalkan kantor Nicholas


Lily merasa ketakutan saat di bentak oleh Nicholas, sementara Nicholas merasa hampa karena dia ingin melihat gadis incarannya akan tetapi keinginannya tidak tercapai


"Tuan"sapa Benny


"Selidiki di mana dia. aku tidak percaya dengan kata wanita gila itu"perintah Nic dengan tegas

__ADS_1


"Baik Tuan"jawab Benny dengan nurut


"Tidak menyangka Tuan sangat serius dengan gadis itu, tidak terbayangkan jika saja dia tidak bisa mendapatkan gadis itu apa Tuan akan meratakan kota ini"batin Benny


Di sisi lain Kristy sedang berbelanja dengan Selina di tempat pusat perbelanjaan


"Kristy, buah ini sangat manis bagaimana jika kita beli untuk Nenek?"tanya Selina yang sedang memilih buah


"Boleh juga, Nenek sangat menyukai buah-buahan"jawab Kristy dengan ketawa


"Kalau begitu kita pilih yang manis"ujar Selina sambil melihat ke arah buah-buahan yang di depannya


Setelah mereka siap belanja maka mereka pun dengan santai nya berjalan sambil bercanda, tanpa mereka sadari utusan Nic sedang mengikuti mereka dari jauh


Tidak lama kemudian utusan itu menghubungi atasannya


"Tuan, Nona bersama temannya belanja dan sekarang mereka sedang berjalan sambil bercanda"lapor utusannya kepada Nic yang di seberang sana


"Teman? siapa temannya? pria atau wanita?"tanya Nic yang di seberang sana


"Wanita bernama Selina"jawab utusannya


"Jaga Kristy dengan baik"perintah Nic


"Tuan, ada lagi. Nona sepertinya tinggal di rumah temannya itu, kayaknya dia sudah keluar dari rumah Carlos Fined"lanjut utusan nya


"Keluar? baiklah aku tahu"jawab Nic yang di seberang sana


Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilannya


Perusahaan Harrison


"Kenapa dia bisa keluar dari rumah mereka? apa mereka menyakitinya lagi" Gumam Nic yang berjalan ke arah jendela kantornya itu


"Carlos Fined kelihatannya kalian tidak memandang ku ,aku sudah memberi peringatan pada mu, akan tetapi kau malah mengabaikan setiap perkataan ku" batin Nic


Di rumah sakit


"Selina, terima kasih banyak karena sudah membeli begitu banyak buah" ucap Nenek yang sedang bersandar di kasur


"Sama-sama. Nek, kita sudah seperti keluarga jadi jangan segan sama ku"balas Selina dengan sopan


"Suatu keberuntungan Kristy memiliki teman baik seperti mu"kata Neneknya dengan senyum


"Nenek, keberuntungan ku juga karena memiliki teman seperti Kristy"jawab Selina dangan senyum

__ADS_1


"Yang jelas aku beruntung karena memiliki Nenek yang baik dan teman yang cantik "lanjut Kristy dengan ketawa


Mereka bercanda ria di kamar itu,Nenek Kristy sama sekali tidak mengetahui jika Kristy sudah tidak tinggal di kediaman Carlos, karena Kristy memang sengaja untuk menutupi agar Neneknya tidak khawatir pada dirinya.


__ADS_2