Gadis Incaran Pengusaha

Gadis Incaran Pengusaha
Carlos ingin bertemu dengan Kristy


__ADS_3

Keesokan harinya


Klek


"Tuan, ini laporan yang, Tuan. minta" Kata Kristy sambil menarohkan dokumen ke meja Nicholas


"Baik"jawab Nic dengan menatap senyum


"Tuan, ada yang ingin saya tanyakan?"


"Tanyalah! ada apa?"jawab Nic dengan menatap ke arah Kristy


"Mengenai biaya Nenek kenapa, tuan. membantu ku? itu biayanya sangat tinggi"


"Ini adalah niat ku untuk membantu mu" Jelas Nic dengan senyum


"Tapi Tuan, jumlahnya sangat besar, bagaimana jika, Tuan. memotong gaji ku saja untuk setiap bulan"


"Kristy, apa kau mengira aku membantu mu tanpa syarat?"ujar Nicholas dengan menatap dalam ke arah Kristy yang berdiri di hadapannya


"Tuan, katakan saja apa syaratnya?"kata Kristy dengan penasaran


"Jika aku mengatakan apa kau akan setuju?"tanya Nicholas dengan bersandar.


"Tuan, sudah membantu ku. Tuan, bisa utarakan syaratnya"


"Baiklah, jika begitu akan memberitahu mu di saat telah tiba, tapi ingat jika kau menolak syarat ku maka kau harus segera melunasi biaya tersebut" Jelas Nic dengan sengaja mengancam


"Baik Tuan, jika begitu saya keluar dulu"jawab Kristy dengan sopan dan berjalan ke arah pintu keluar


Nic melihat senyum ke arah gadis itu, karena untuk selangkah lagi dia akan mendapat kembali gadis yang di incaranya selama ini


"Kristy, karena kau sudah tahu maka aku akan mengunakan cara ini untuk mengikatmu di sisi ku"batin Nic sambil tersenyum


di sisi lain Selina merasa terkejut dengan perkataan Kristy yang mengatakan atasan mereka membantu biaya rumah sakit Nenek Kristy selama ini


"Apaaa? Tuan Harrison membantu mu melunasi biaya rumah sakit Nenek?" Tanya Selina yang di kantin bersama Kristy


"Iya, aku baru tahu semalam, dan hampir tidak percaya"jawab Kristy sambil menyantap makanannya.


"Ini benar aneh, dia bukan pria yang suka ikut campur dengan urusan orang lain"kata Selina dengan pelan


"Aku juga hampir tidak percaya saat mengetahuinya, tapi jika di saat itu Tuan Harrison tidak membantu ku mungkin aku benar-benar terpuruk, di saat itu aku keluar dari perusahaan Ayah tiri ku" Jelas Kristy


"Iya, lagi pula kau bekerja di sana sudah berapa tahun, gaji tidak pernah naik walau kau lembur setiap hari bahkan hampir tidak libur, kau yang banting tulang tapi yang menikmati adalah Lily Fined, ini sangat tidak wajar"


"Benar, setiap gajian aku hanya bisa untuk membayar biaya rumah sakit, dan tidak bisa lagi untuk kebutuhan lain"


"Kristy, apakah Tuan Harrison tertarik pada mu?"tanya Selina sambil berisik


"Tidak mungkin. jangan menebak sembarangan, dia adalah pengusaha sukses, lagi pula kita tidak tahu apa dia sudah memiliki pacar atau belum" Jawab Kristy dengan suara pelan


"Benar juga, tapi aku mendengar gosip jika dia belum punya setiap di tanya sama wartawan dia pasti akan menjawab tidak ada".


"Orang kenamaan seperti Tuan Harrison tidak mungkin akan mengatakan walau dah punya, lagi pula ini adalah pribadi nya"ujar Kristy

__ADS_1


"Iya juga. ada benar kata mu! Kristy, apa kau masih ingat dengan Billy?"


"Billy mantan mu itu kan?"


"Iya"


"Kenapa lagi dia? apa dia mencari mu?"


"Iya, dia ingin balikkan pada ku"


"Apa? setelah dia bermain dengan wanita lain dan sekarang dia mencari mu lagi?"


"Benar, dia mengatakan sangat menyesali perbuatan di masa lalunya, dan berharap aku memaafkan nya"


"Lalu apa katamu?"


"Aku akui jika aku masih memiliki perasaan pada nya, aku mengatakan pada nya jika aku akan beri kesempatan sekali lagi pada nya"


"Kau masih ingin bersamanya walau kau sudah melihatnya bermain dengan wanita lain? apa kau masih waras? Selina, kau bukan wanita lemah kenapa harus menerima rayuannya lagi setelah dia menyakiti mu di bar kemarin?"


"Karena perasaan ku padanya masih terpendam, aku ingin buang jauh-jauh tapi tetap tidak bisa"


"Aku benar-benar tidak tahu ingin mengatakan apa lagi pada mu"


"Kristy, dukung aku untuk bersatu denganya"kata selina dengan memegang tangan Kristy


"Iya, aku akan mendukung mu dengan siapa pun pilihan mu, walau aku tidak suka dengan Billy tapi karena diri mu begitu menyukainya maka aku hanya bisa mendukung mu"Jawab Kristy yang menghela nafas


"Terima kasih"Ucap Selina dengan senyum


"Iya. aku akan ingat kata mu" Jawab Selina dengan senyum


Nada panggilan masuk ke handphone milik Krisy


.


"Hallo"jawab Kristy yang menerima panggilan itu


"Kristy"sapa pria yang di seberang sana


"Tuan fined, ada apa?"tanya Kristy dengan cuek


"Bisa kita bertemu sebentar?"tanya Carlos yang di seberang sana


"Tidak ada yang harus di katakan lagi, aku sedang bekerja"jawab Kristy dengan dingin


"Kristy, jika kau tidak datang maka aku akan mencari mu di rumah sakit" Kata Carlos dengan sengaja


"Jangan mengunakan Nenek ku mengancam ku" Bentak Kristy dengan kesal


"Aku bukan mengancam, aku hanya ingin bertemu dengan mu saja"ujar Carlos


"Baiklah, di mana?"


"Aku menunggu mu di rumah?"

__ADS_1


"Aku akan pergi ke sana sekarang"jawab Kristy yang kemudian menutup panggilannya


"Ada apa lagi si tua itu ingin bertemu dengan mu?"


"Aku tidak tahu"


"Apa kau yakin ingin pergi?"


"Jika aku tidak ke sana maka dia akan ke rumah sakit, aku tidak mau mereka buat keributan di rumah sakit"


"Lalu apa kau akan pergi sendirian?"


"Iya, ini masih jam makan siang. jadi aku pergi sekarang"jawab Kristy yang bangkit dari tempat duduknya


"Eh..apa perlu aku menemani mu?"tanya Selina yang bangkit dari kursinya


"Tidak perlu, aku pergi dulu ya"


"Hati-hati"ucap Selina dengan khawatir


"Ada apa lagi si tua itu sering saja mencari masalah dengan Kristy" batin Selina dengan cemas


"Apa yang harus ku lakukan ya? apa aku harus beritahu Tuan Harrison? aku akan mencobanya mana tahu kalau dia mahu membantu" Gumam Selina yang segera meninggalkan kantin


Tok tok tok


"Masuk "sahut Nicholas dari dalam kantornya


Klek


"Tuan"sapa Selina dengan sopan yang masih berdiri di pintu


"Ada apa? masuklah"jawab Nicholas sambil fokus ke laptopnya


"Tuan, apa bisa saya meminta tolong pada, Tuan?"tanya Selina dengan hati-hati


"Nama mu, Selina, temannya Kristy?"tanya Nic yang menatap ke arah selina


"Iya"jawab Selina dengan cemas.


"Tuan, Kristy mendapat panggilan dari Ayah tirinya dan Kristy sudah pergi bertemu dengan ayahnya itu"


Prak...


Hentakan meja yang di lakukan oleh Nicholas.


"Apa? Carlos Fined masih menganggunya?"kata Nicholas dengan kesal


"Iya"jawab Selina dengan cemas


"Kurang ajar"ketus Nic yang segera meninggalkan kantornya tanpa basa-basi


"Mengagetkan sekali, seperti mau menelan orang saja" Batin Selina dengan menarik nafas panjang


Nicholas yang kesal mengendarai mobilnya sendiri menuju ke rumah Carlos Fined.

__ADS_1


__ADS_2