
Tiga preman yang di bawa pergi oleh tiga utusan itu mendapatkan siksaan yang menyakitkan
Krek...krek...krek..
Bunyi tulang tangan yang patah dari tiga preman itu
"Aargghhttt.." Teriakan serentak tiga preman itu
Tiga preman itu di pukul sehingga babak belur dan kemudian kedua tangan mereka di patahkan oleh tiga utusan Nicholas
"Ke-kenapa kau menyiksa kami?" Tanya salah satu preman itu yang tergeletak di lantai tidak berdaya
"Karena kalian telah menganggu calon istri bos kami" Jawab salah satu utusan itu
"Si-siapa?" Tanya preman lainnya yang sama menderita luka di sekujur tubuh dan tangan
"Nona tadi itu tidak seharusnya kalian menganggunya, dia adalah calon istri Bos kami" Jawab salah satu utusan itu dan kemudian pergi meninggalkan tiga preman yang luka parah
Tiga utusan ini adalah khusus untuk melindungi Kristy secara diam-diam
"Paman, apa di sini sering ada preman ada yang datang menganggu?" Tanya Kristy yang masih duduk di warung itu
"Iya Nona, preman tadi itu sering ke sini. suka menganggu pengunjung yang datang ke sini. ini sangat meresahkan" jawab Paman itu dengan mengeluh
"Jadi kenapa, Paman. tidak melapor ke pihak berwajib?"
"Tidak berani, jika Paman melakukannya Paman takut warung Paman ini di hancurkan nya" Jawab Paman itu dengan mengeleng kepalanya
"Lalu bagaimana jika begini terus?bukankah ini sangat sulit untuk berjualan" Ujar Kristy .
"Setiap hari sini sangat sepi pengunjung karena ada mereka, jika ingin pindah tempat lain maka harus butuh banyak biaya" Jelas Paman dengan raut wajah sedih
"Paman, jangan sedih. bagaimana jika aku memanggil teman ku untuk makan bersama di sini? jika mereka sudah tahu maka lain kali mereka pasti akan datang lagi" Kata Kristy dengan senyum
"Nona, anda baik sekali ingin membantu ku, terima kasih banyak" Ucap Paman dengan gembira
"Sama-sama, Paman" Balas ucapan Kristy dengan senyum
Perancis
Seorang pria tampan dan berpenampilan dewasa yang sedang duduk di ruang tamu kediaman mewahnya sambil menonton sebuah rekaman di handphonenya sambil tersenyum di raut wajah yang tampan itu
Rekaman yang di lihatnya adalah kiriman oleh utusannya itu yang di kota itali
Pria ini yang tidak lain adalah Nicholas Harrison yang selalu memantau gerak-gerak gadis incarannya itu, apa pun yang di lakukan gadis itu atau kemana pun dia pergi Nicholas bisa mengetahui semuanya
Bukan hanya foto akan tetapi Nicholas juga perintahkan utusannya untuk merekam video mengenai gadis itu di setiap saat
__ADS_1
Nada panggilan masuk di handphone miliknya
"Hm" Jawab Nic dengan cuek sambil menonton rekaman tersebut
"Tuan, pria yang bertemu dengan Nona Kristy kemarin adalah mantan pacarnya bernama Alan, mereka sudah putus selama tiga tahun, pria itu sudah menikah. sebelumnya mereka pacaran selama dua tahun" Kata utusannya yang di seberang sana
Mendengar laporan dari utusannya raut wajah Nicholas berubah menjadi tidak senang
"Apa mereka sering bertemu?"tanya Nic dengan wajah yang menakutkan
"Tidak Tuan, kemarin hanya kebetulan saja" Jawab utusan yang di seberang sana
"Lalu bagaimana dengan pria yang ku suruh kau selidiki?"
"Tuan, mereka bukan siapa-siapa, hanya menyapa di jalan saja mereka tidak saling kenal sama sekali"
"Bagus" Jawab Nic dengan cuek dan matikan panggilan tersebut
"Kristy, aku akan menemui mu beberapa hari ke depan sebagai calon suami mu, aku sudah tidak sabar untuk memeluk mu" Gumam Nic dengan senyum sambil menonton rekaman tersebut
"Aku masih ingat dengan jelas semua kejadian malam itu, aroma mu masih melekat di hidung ku, Kristy kau adalah incaran ku untuk selamanya kau tidak bisa kabur dari ku."Batin Nic
Keesokan harinya
Dalam perjalanan
"Sudah Tuan, mereka sudah datang" Jawab Benny yang sedang menyetir mobil
"Aku sudah lama di sini beberapa hari lagi kita akan kembali ke itali" Kata Nic dengan sambil menatap handphonenya
"Baik Tuan, sekarang kondisi perusahaan sudah stabil, di saat itu jika bukan karena ulah salah satu pemegang saham maka Tuan tidak akan terburu-buru ke perancis sehingga menetap selama enam bulan,"
"Selama enam bulan banyak hal yang ingin ku lakukan jadi tertunda semuanya " Jawab Nicholas dengan kecewa
"Iya Tuan, apakah Tuan masih rindu pada Nona itu?"
"Aku ingin menikahinya" Jawab Nic dengan singkat
"Menikah? Tuan ingin menikah apa aku salah dengar, aku kira di malam itu Tuan hanya ingin mencari kesenangan karena Tuan belum pernah melakukannya dengan wanita lain maka Tuan ingin mencobanya ternyata Tuan ingin menikahinya" Batin Benny dengan penasaran
"Tuan, Nona Candy dia sering ingin bertemu dengan anda"
"Abaikan saja, aku tidak peduli"jawab nic dengan cuek
"Baik Tuan"jawab Benny dengan nurut
"Aku penasaran gadis yang bernama Kristy itu, dengan cara apa dia membuat Tuan ingin menikahinya. selama ini tuan hanya fokus melihat komputer dan dokumen tidak pernah fokus melihat wanita tapi gadis itu malah membuat Tuan tergila-gila " Batin Benny
__ADS_1
Nada panggilan masuk ke handphone milik Nicholas
"Hm" jawab Nic dengan cuek
di saat mendengar kabar dari utusannya yang di itali raut wajah Nicholas yang tadinya datar berubah menjadi menakutkan.sesaat kemudian dia mematikan panggilannya
Benny yang melihat reaksi atasannya lewat cermin mobil membuatnya tidak berani bersuara sepatah kata pun
"Besok kita kembali ke itali" Kata Nic dengan dingin
"Ha? be-besok?"
"Lakukan"bentak Nic dengan kesal
"I-iya akan ku kemas semua barang kita"jawab Benny dengan terbata
"Apa yang terjadi sehingga Tuan berubah menjadi emosi, di itali selain Nona itu tidak ada hal lain lagi kecuali perusahaannya" Batin Benny yang lagi-lagi di buat binggung oleh atasannya
Di siang itu Carlos membawa Kristy bertemu dengan Arnold bertemu di sebuah restoran
"Cantik! Cantik! aku sangat suka, aku tidak menyangka jika anak mu ini lebih cantik dari anak sulung mu, aku sangat suka tipe yang ini" Puji Arnold yang menatap Kristy tanpa beralih
Sementara Kristy merasa jengkel dengan sifat pria itu yang matanya melihat ke arahnya tanpa beralih.
"Baguslah jika menyukai anak ku ini, Kristy masih muda jika ada salah aku berharap jangan menyalahkannya" Kata Carlos dengan senyum tawanya
"Tidak masalah, aku suka yang muda,ini sangat memuaskan ku! Kristy sayang, apa kamu lapar kamu ingin makan apa?" Tanya Arnold yang menyentuh tangan Kristy
"Terserah" Jawab Kristy dengan cuek dan mengelak dari sentuhannya
"Jika begitu maka kita pesan makanan yang paling enak" Jawab Arnold dengan senyum di wajahnya
"Kita sudah satu keluarga jadi jangan segan-segan" Sambung Carlos yang ingin mengambil hati Arnold
"Aku permisi dulu mau ke kamar kecil" Pamit Kristy yang keluar dari ruang itu
"Tuan Carlos aku ingin malam ini Kristy menemani ku" Kata Arnold yang dengan niat jahat
"Ha ? Tuan, tapi kalian belum menikah?" Tanya Carlos dengan heran
"Aku sangat menyukainya, sehingga aku tidak bisa menunggu lagi, malam ini aku ingin segera melakukannya, kau tahu kan jika aku sudah lama menduda jadi di saat melihatnya aku tidak sabar, aku akan memberi mu cek sejumlah 1 miliyar untuk malam ini, setelah menikah aku akan memberi sisanya sesuai janji kita" kata arnold yang mengeluarkan cek
"Tuan Arnold. baiklah, aku sudah terima cek mu ini, maka aku akan mengantarnya ke depan pintu hotel mu, lakukan sesuka mu" Jawab Carlos yang menerima cek dari Arnold
"Aku ingin melakukannya sampai pagi" Jawab Arnold dengan ketawa senang
"Dasar pria aneh, matanya hampir keluar benar-benar membuat ku geli, lebih baik aku mati saja dari pada menikah dengan nya, tapi bagaimana dengan Nenek" Gumam Kristy yang berada di kamar kecil yang sedang mencuci tangannya
__ADS_1