
Di saat Nic dan Kristy masuk ke rumahnya dengan gandengan tangan ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka, pria yang mengamati dari jauh yang tidak lain adalah Alan yang merasa cemburu di saat melihat Kristy mesraan dengan Nicholas.
"Kristy, aku ingin sekali lagi memastikan mu apa kau sudah lupa perasaan mu pada ku" Batin Alan sambil melihat ke arah Kristy dan Nic
"Kristy, setelah menikah kamu ingin bulan madu kemana?" Tanya Nic yang sambil menyantap sarapannya
"Bulan madu?"
" Iya, aku ingin bulan madu bersama mu, katakan kamu ingin kemana?" Kata Nic dengan senyum
"Aku belum memikirkannya" Jawab Kristy dengan rasa ragu
"Baiklah, kamu masih ada waktu mempertimbangkannya, kita akan jalan selama sebulan" Jelas Nic
"Bukankah itu terlalu lama? bagaimana perusahaan jika tanpa mu di sini?"
"Tidak masalah, dia saat aku ke perancis selama setengah tahun juga baik-baik saja" Ujar Nic dengan santai
"Besok ikut aku ke toko gaun pengantin" Ajak Nic dengan tatapan mesra
"Ha? toko gaun pe-pengantin?" Tanya Kristy dengan kaget
"Iya, kenapa reaksi mu begitu begitu terkejut? ini adalah wajar karena kita akan menikah" Ucap Nicholas dengan menatap heran ke arah Kristy
"Tidak, aku hanya merasa terlalu cepat saja" Jawab Kristy sambil menyantap sarapannya
"Ada apa dengannya? apa dia masih tidak ingin menikah dengan ku?" Batin Nic yang merasa kesal
Setelah bersarapan Kristy masuk kamarnya dan duduk di kasur sambil melamun.
"Bagaimana aku mengatakan padanya? jika setelah menikah dia tahu semuanya bukankah ini sama saja aku mengkhianatinya, aku benar-benar tidak menyangka jika kejadian malam itu membuat ku gila dan trauma, dan sekarang bagaimana aku harus memberitahu Nicholas kejadian malam itu, aku benar-benar takut dia akan merendahkan ku" Gumam Kristy dengan sambil menepuk pelan kepalanya
Kristy yang tidak mengetahui jika pria di malam itu adalah Nicholas, membuatnya merasa tertekan jika suatu saat Nicholas mengetahui hal ini, akan tetapi Kristy sendiri tidak bisa mengatakannya pada Nicholas..
__ADS_1
Di sisi lain Nic sendiri merasa tidak senang jika Kristy masih ragu menikah dengannya, Nic selama ini selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk gadis incarannya itu. tentu saja Nic juga tidak bisa mengatakan jika di malam itu dia lah pria yang mengambil malam pertama Kristy karena tidak ingin gadis itu membenci dan menjauh darinya.
"Kenapa dia tidak gembira di saat aku menyebut gaun pengantin? apa dia memang tidak ingin menikah dengan ku?" Gumam Nic yang menahan emosinya yang sedang berada di kamarnya
Di siang hari itu Kristy yang keluar belanja untuk keperluan Neneknya bertemu dengan Lily.
"Ternyata anak jalanan, aku mengira aku bertemu dengan siapa" Sindir Lily yang menghadang jalan Kristy
"Ada apa dengan mu? kenapa selalu saja suka cari masalah dengan ku?" Ketus Kristy dengan kesal
"Kenapa? sudah ingin menikah dengan pria berkelas seperti Nicholas dan menjadi sombong" Kata Lily dengan gaya sombongnya
"Perusahaan ada masalah kau bukan mencari akal tapi malah di sini mencari masalah dengan ku" Balas Kristy yang ingin berjalan ke arah lain.akan tetapi di tahan oleh Lily
"Ingin pergi? sebelum aku mengatakan sesuatu jangan harap kau bisa pergi" Kata Lily dengan senyum sinis
"Apa lagi yang ingin kau katakan?"
"Kau menyukainya selama ini kan? tapi dia menolak mu, bukankah kau sangat kasihan" Ketus Kristy dengan emosi
"Apa? kau mengejek ku? setidaknya aku tidak membohonginya"
"Apa maksud mu?"
"Kristy, kau tahu jika dia adalah pria sempurna, jika saja dia tahu tubuh mu ini sudah pernah di nikmati orang selama semalaman apakah dia masih mau menyentuh mu? bisa saja di malam pernikahan mu dia langsung menceraikan mu, bukankah itu sama saja menikah sehari menjadi janda selamanya" Kata Lily yang berisik di telinga Kristy
Plak..
Tamparan dari Kristy yang mengena wajah Lily.
"Kau berani memukul ku?" Bentak Lily yang kesal
"Apa kau sudah puas menghancurkan ku? kau sering sekali mengungkitnya dan dengan sengaja ingin membuat luka ku tambah dalam, apa kau senang? Lily Fined kau seperti manusia yang tidak berpendidikan" Ketus Kristy yang matanya memerah
__ADS_1
Mendengar perkataan Lily, Kristy lagi-lagi merasa hancur di hatinya, hinaan yang dia dapat dari keluarga Fined membuatnya sakit tidak terhingga, demi keluarga itu dan Neneknya Kristy rela berkorban akan tetapi yang dia dapatkan adalah hinaan bukanlah terima kasih dari keluarga tersebut
"Lily Fined, jaga mulut mu dengan baik, jika kau sanggup maka selamatkan saja perusahaan Ayah mu itu, jangan suka mengonggong di tengah jalan"
"Kristy, kau marah pada ku tidak ada gunanya, ini kenyataan jika kau ingin menikah dengannya kau harus tahu jika kau sudah ternoda, apa kau kira kau masih layak bersama pria sempurna seperti Nicholas? ingat kau bukan wanita suci lagi kau sudah kotor" Ketus Lily yang dengan ngejek dan berjalan ke arah lain meninggalkan Kristy sendirian di sana
Mendengar perkataan Lily lagi-lagi membuat Kristy diam tidak bersuara hanya air mata yang keluar dari matanya tanpa berhenti. rasa sakit tidak terbayangkan di rasakan olehnya. di siang itu Kristy berdiri di pusat perbelanjaan sana selama setengah jam sambil menangis tanpa berhenti.
"Apa aku harus menikah? apa yang harus ku lakukan? aku juga merasa kotor. kenapa harus aku yang mengalaminya? sedangkan Lily Fined masih hidup tanpa beban walau perusahaan keluarganya ada masalah dia tidak perlu berkorban sama sekali, sedangkan aku di korbankan dan hancur selamanya, bahkan mencintai seorang pria saja aku jadi takut" Batin Kristy
Setelah setengah jam kemudian Kristy ke rumah sakit melihat Neneknya.
Dengan tegar dan pura-pura tidak terjadi apa-apa walau rasa sakit di hatinya Kristy berusaha untuk tersenyum di saat bertemu dengan Neneknya
Klek
"Nenek" sapa Kristy yang pura-pura senyum
"Kristy, sudah datang" Balas sapaan Neneknya
"Iya, aku membeli bubur untuk Nenek dan keperluan lainnya" Jawab Kristy yang meletakan belanjaannya di atas meja
"Jangan sibuk mengurus keperluan Nenek, diri mu juga harus bekerja, Selina tadi ada datang melihat Nenek dia di temani oleh Benny" Ujar Nenek dengan senyum
"Iya. Nek, Nic menyuruh Benny untuk menjaganya" Jawab Kristy yang memberikan makanan ke Neneknya
"Selina adalah anak yang baik, dia telah menceritakan semuanya kejadian malam itu, untung saja ada Nicholas"
"Benar, yang baik pasti dapat balasan baik, dan yang jahat pasti dapat balasan jahat" Ucap Kristy yang duduk di tepi ranjang Neneknya
Bab selanjutnya
Kristy menghilang, Nicholas murka
__ADS_1