
"Selina, kenapa kau tiba-tiba saja marah? apa aku ada melakukan kesalahan?" Tanya Billy yang pura-pura tidak berdosa
"Tanyakan saja diri mu, aku hanya gadis kampung jadi untuk apa kau harus berpura-pura di depan ku" Ketus Selina sambil berjalan membuka kunci pintunya
"Selina, ayolah. jika ada apa-apa katakan saja, kita jangan berdebat" Bujuk Billy dengan alasan
"Aku tidak ingin lagi melihat mu, dan tolong pergi jauh dari ku" Kata Selina yang membuka pintu dan masuk ke dalam rumah
Di saat Selina ingin menutup pintu,pintunya di tahan oleh Billy yang berdiri di luar.
"Lepaskan tangan mu" Bentak Selina dengan kesal
"Selina, bukankah kau sangat mencintai ku? kenapa kau harus marah pada ku?
"Kenapa? kau masih bertanya kenapa aku marah pada mu? kau bermain dengan wanita lain sampai ke hotel, apa menurut mu kau tidak salah?"
"Selina, ini tidak benar." Jelas Billy dengan menyangkal
"Sudah, aku tidak mau peduli dengan urusan mu, awas tangan mu" Bentak Selina yang ingin menutup pintu akan tetapi di dorong kuat oleh Billy.
"Hei...apa yang kau inginkan?" Teriak Selina
Klek
"Apa yang ku inginkan? aku belum menikmati mu maka kau tidak bisa lepas dari ku" Kata Billy yang sambil menutup pintu dan menghampiri Selina
"Jangan kemari, keluaaar" Bentak Selina sambil mundur langkahnya
"Walau aku tidak menyukai mu tapi wajah mu cukup cantik, layani aku setelah itu aku tidak akan mencari mu lagi" Kata Billy dengan senyum sinis
"Keluaaarr"
"Aku menginginkan tubuh mu malam ini juga" Kata Billy yang mendekati Selina
Selina yang ketakutan ingin berlari ke arah pintu akan tetapi langkahnya di hentikan langsung oleh Billy yang berniat jahat padanya
"Ingin keluar? jangan berharap, kau harus melayani ku sampai ku puas" Bentak Billy yang menarik rambut Selina
"Arrgghhtt... lepaskan" Teriak Selina yang rambutnya di tarik oleh Billy hingga ke kamar
"Cepat lepaskan" Teriak Selina
Billy menghempaskan Selina ke kasur dengan kasar dan mulai menc*um leher sambil menarik baju Selina
"Jangan, cepat melepaskan" Teriak Selina yang meronta-ronta
Srekk..srekk..
"Billy, dasar baji*gan" Teriak Selina dengan histeris karena bajunya di koyak oleh Billy
Billy mengabaikan tangisan Selina dengan sambil melepaskan bajunya sendiri dan merobek pakaian Selina
"Tidaakkkk.."Teriak Selina dengan nada tinggi
__ADS_1
Di saat Billy menci*um leher, Selina lalu mengigit pundak Billy hingga berdarah.
"Arrgghhttt" gerangan Billy yang merasa sakit di pundaknya
"Berani sekali kau mengigit ku" Bentak Billy dengan emosi
Plak...plak..
Dua tamparan di lakukan oleh Billy ke wajah Selina
"Aarrtgghh " Jeritan Selina yang di tampar oleh Billy
Kristy yang baru tiba di depan rumah Selina, di saat dia ingin mengetuk pintu dia mendapati pintu rumah tidak di tutup rapat.
"Kenapa tidak tutup pintunya?" Gumam Kristy yang melangkah masuk ke rumah itu
"Lepaskan akuuu" Teriakan Selina di dengar oleh Kristy yang baru masuk ke ruang tamu.dan langsung berlari ke kamar Selina
Tak...tak..tak..
Bruk..
Hantaman kayu bisbol mengena kepala Billy hingga membuatnya jatuh ke lantai
"Aargghttt "Teriakan Billy yang sedang kesakitan
"Selina" Panggil Kristy yang cemas dan mendekati Selina yang sedang trauma
"Kristy" Tangisan Selina sambil memeluk Kristy yang berdiri di samping kasur
"Kau adalah Bin*tang, perbuatan mu sangat keji" Bentak Kristy
"Kau sangat berani, bagaimana kalau malam ini kau juga melayani ku, aku yakin aku pasti puas dengan mu, jika tidak mana mungkin pria sekelas Nicholas bisa bersama mu, aku juga penasaran" Kata Billy dengan senyum sinis dan berjalan menghampiri Kristy
"Jangan mendekat" Bentak Kristy
"Ayolah. Kristy, kita akan bermain sampai pagi, aku penasaran dengan wanita Nicholas Harrison." Ujar Billy yang menghampiri Kristy dengan memerhatikan tubuh Kristy
Di saat Billy ingin menyentuhnya tiba-tiba saja ada yang menahan pundaknya dengan erat
"Aargghhtt..sakit" Teriak Billy yang pundaknya di genggam kuat oleh seseorang dari belakangnya
Lalu orang itu membalikkan Billy dan berhadapan dengannya, tanpa menunggu lama pria itu pun langsung menghajar Billy tanpa berhenti.
Bruk...bruk...bruk..
Pukulan dan tendangan mengena ke wajah dan tubuh Billy sehingga membuatnya jatuh tersungkur..
"Tu-tuan Nicholas?" Sebut Billy yang ketakutan
"Ingin menyentuh wanita ku? sama saja kau ingin mati, tadi kau mengunakan tangan kanan ingin menyentuhnya?"
"Tu-tuan, ti-tidak."
__ADS_1
krekk..
"Aaarttggghh" Teriakan Billy yang kesakitan karena pergelangan tangan kanannya di patahkan oleh Nicholas
"Tuan" Panggil Benny yang masuk ke kamar itu
"Ikat dia, aku belum puas menghajarnya" Perintah Nicholas dengan tatapan aura membunuh
"Baik Tuan" Jawab Benny yang menghampiri Billy
"Sakiit" Teriak Billy yang sedang kesakitan
"Kristy, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Nic yang menghampiri Kristy
"Aku tidak apa-apa. Nic, kita bawa Selina ke rumah sakit dulu, dia butuh obat penenang" Kata Kristy sambil memeluk Selina
"Baiklah" Jawab Nic
Rumah sakit
Selina yang trauma telah di beri obat penenang oleh dokter yang merawatnya
"Dokter, apa teman saya baik-baik saja?" Tanya Kristy dengan khawatir
"Pasien tidak apa-apa, telah di beri obat penenang, dia hanya trauma dan besok akan baik-baik saja" Jelas Dokter dengan sopan
"Terima kasih Dokter" Ucap Kristy
"Nic, malam ini aku ingin menemaninya di sini" Pinta Kristy yang menatap ke arah Nicholas
"Baiklah, aku akan menyuruh mereka menyediakan ranjang untuk mu" Jawab Nic dengan menyentuh wajah Kristy
"Terima kasih" Ucap Kristy
Sesaat kemudian Nic keluar dari kamar itu dan menyuruh pihak rumah sakit mengatur ranjang untuk Kristy.
"Selina, maaf. aku hampir terlambat" Ucap Kristy yang duduk di tepi ranjang
Setelah Nic meninggalkan rumah sakit dia mengutuskan beberapa bawahannya untuk berjaga di luar kamar Selina, dengan niat untuk melindungi Kristy.
Nicholas sendiri pergi ke tempat yang di mana Billy berada.
Di saat itu Billy di ikat tangan dan kakinya, pergelangan tangan yang patah membuatnya kesakitan yang sangat luar biasa. Benny dengan sengaja mengikat bagian tangannya yang patah dengan erat. sehingga membuat Billy mengerang kesakitan sepanjang malam.
"Tolong lepaskan aku" Pinta Billy yang mulai lemah karena sakit yang di rasakan
"Bukannya tadi tangan mu masih gatal? kenapa sekarang kau malah menjadi lemah? kau memang pria rendahan" Bentak Benny dengan kesal
"Tapi aku tidak menyentuhnya sama sekali" Jelas Billy yang matanya mengeluarkan air mata
"Tapi niat mu sudah ketahuan, jika tadi Tuan kami tidak kesana, maka kau akan melakukannya bukan? kau bukan manusia, wanita Tuan Harisson kau berani menyentuhnya" Bentak Benny
"Apa yang kau inginkan? agar bisa lepaskan aku?"
__ADS_1
"Seharusnya kau tahu sifat Tuan Harrison, dia sangat mencintai Nona Kristy tapi kau malah ingin menyentuhnya. seharusnya kau tahu balasannya apa" Jelas Benny