
Setelah beberapa jam kemudian Arnold menghentikan aksinya, sementara Lily mengeluarkan air mata tanpa berhenti dengan rasa sakit yang di alaminya, Lily yang di kenal sebagai wanita yang suka menyombongkan diri tentu tidak bisa menerima kejadian yang menimpa dirinya.
Anggota Benny menarik Arnold yang sudah kelelahan keluar dari gudang itu
"Lily, anak ku sadarlah" teriak Carlos yang histeris
"Carlos, ingat ini adalah karma, kau mengorbankan anak gadis orang lain dan hari ini anak mu itu yang harus menerima dari segala perbuatan mu, dan ingat satu hal, anak tiri mu itu karena sikapnya yang baik dia telah mendapat cinta dari atasan ku, atasan ku sangat memanjakannya, dan anak mu ini sudah hancur bahkan dia sudah ternoda" kata Benny dengan sengaja membuat Carlos semakin terluka
"Papa, aku tidak mau hidup lagi, ini kotor sangat kotor" teriak Lily yang tanpa balutan apa pun di tubuhnya, karena trauma Lily pun ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menghantuk kepalanya ke dinding.
"Lily, apa yang kau lakukan?" teriak Carlos yang melihat anaknya berlari ke arah dinding itu
"Aarggtthhh" pekikan Lily yang di dorong kuat oleh anggota Benny sehingga membuatnya terjatuh ke lantai
"Kenapa kau menghalangi ku?"tanya Lily dengan histeris
"Kau ingin mati?" tanya Benny dengan senyum
"Apa lagi yang kau inginkan?" bentak Lily dengan histeris
"Apa perasaan mu hancur? karena tubuh mu itu sudah kotor?" tanya Benny dengan sengaja
"Benny, sudah cukup" bentak Carlos yang berusaha ingin melepaskan diri dari kursi itu
"Kenapa? di saat kalian melukai perasaan orang lain apa kalian ada memikirkan balasan yang kalian dapat di kemudian hari?" tanya Benny dengan senyum
"Lily Fined, selama ini kami tahu kau adalah wanita sombong yang selalu saja menganggap diri mu sebagai nona besar dan selalu merasa jika diri mu itu bersih, dan paling kotor adalah mulut mu yang suka menghina orang, kau selalu saja menggunakan mulut itu menghina nona Kristy, tapi sekarang kau lah yang kotor, dan adik mu itu adalah gadis kesayangan Tuan Harrison selama ini" kata Benny dengan sengaja
"Lihatlah dirimu seperti apa sekarang" lanjut Benny
"Diam! kenapa kau begitu kejam?" bentak Lily yang menangis dengan terisak
__ADS_1
"Karena mulut mu dan sikap mu sangat menyebalkan, dan kau harus tahu ini semua terjadi karena balasan untuk kalian, demi uang kalian menjualkan Nona Kristy dan sekarang kau kena balasannya" jawab Benny dengan senyum
"Bawa obat kemari" Perintah Benny
"Baik" jawab anggotanya
" Benny, apalagi yang kau lakukan?" tanya Carlos yang khawatir
"Carlos, kau di kenal sangat memanjakan anak, oleh karena itu di saat mulut anak mu ini suka menghina kau bukan saja tidak memarahinya tapi kau malah membelanya, jadi hari ini aku hanya ingin memberi pelajaran padanya" ujar Benny yang membuka penutup botol yang berisi cairan tersebut
"Tahan dia" perintah Benny pada anggotanya
"Ka-kalian ingin lakukan apa?" teriak Lily yang ketakutan
"Benny jangan lagi menyakitinya" teriak Carlos yang ketakutan melihat mereka berniat jahat pada anaknya itu
"Jangan mendekat" teriak Lily yang ketakutan dan tangannya di tahan oleh 2 anggota Benny
" Hentikaannn, apa yang kau berikan padanya?" teriakan Carlos yang meronta-ronta sehingga terbanting ke lantai dengan kondisi tubuh terikat di kursi
"Uhukkk..uhuk..uhuk..,apa yang kau berikan pada ku" tanya Lily dengan mencoba untuk memuntahkan cairan yang dia telan tadi
"Tidak ada apa-apa, ini hanya cairan untuk membuat mu bisu selamanya" jawab Benny dengan melempar botol yang sudah kosong itu tersebut
"Apa kau?" ucap Lily yang mencoba untuk memuntahkan lagi cairan itu
"Benny, hukum saja aku jangan menyiksanya, ini semua salah ku karena egois, jadi hukum aku sesuka mu" teriak Carlos yang telah pasrah
"Carlos, menghukum anak mu sama saja seperti telah menghukum dirimu juga, anak mu mendapat pelajaran dan hati mu merasakan sakit, ini adalah balasan yang harus kalian terima" ujar Benny
"Mari kita tinggalkan mereka" ajak Benny yang berjalan ke arah pintu dan ikuti oleh anggotanya
__ADS_1
"Lily, bicaralah dengan ku" teriak Carlos yang berusaha ingin berdiri tapi tidak berdaya
Lily yang telah tertelan cairan itu hanya bisa menangis tanpa bisa berteriak dan merasa tertekan. sakit yang di rasakan olehnya membuatnya semakian putus asa.
Sementara Carlos yang terikat berusaha ingin melepaskan diri untuk menghampiri anaknya itu akan tetapi dia tidak berdaya, tangannya di ikat kuat di kursi tersebut.
"Lily, mari sini lepaskan ikatan Papa, kita segera ke rumah sakit, sekarang sudah canggih kau pasti bisa berbicara lagi" bujuk Carlos yang mengeluarkan air matanya
Lily tidak mendengar perkataan Carlos sama sekali kondisi traumanya membuatnya mengeluarkan air mata tanpa berhenti. dan hanya bisa menangis tersungkur di lantai yang dingin itu tanpa balutan apa pun di tubuhnya.
"Lily, pandang papa mu di sini, papa akan menyembuhkan mu, setelah kau sembuh kita akan keluar negeri mulakan hidup baru" bujuk Carlos yang merasa sedih
"Lily, buka ikatan ini kita ke rumah sakit, kita bisa mulai dari awal lagi, papa masih punya tabungan kau bisa beli apa pun yang kau mau saat kita di luar negeri"ujar Carlos yang berusaha untuk membujuk anaknya itu
Lily hanya menangis dengan melihat ke arah ayahnya itu, dengan berusaha ingin mengeluarkan suaranya akan tetapi usahanya hanyalah sia-sia. Lily mencoba mengerakkan bibirnya tetapi tidak bisa lagi berbicara sepatah kata pun.
Di saat percobaannya gagal Lily lagi-lagi menangis tanpa berhenti. Carlos yang melihat kondisi anaknya itu membuat perasaannya sakit dan hancur karena hanya bisa pasrah melihat dengan mata sendiri anaknya mendapatkan penghinaan dan siksaan yang menjadi trauma untuk seumur hidupnya.
"Tuan, sesuai permintaan mereka sudah mendapat balasannya" Lapor Benny yang baru kembali ke kediaman Nicholas
"Ini lah yang ku inginkan" jawab Nic dengan merasa puas
"Aku ingin membawa Kristy keluar negeri jalan-jalan di sana, akan tetapi Aku masih khawatir sama nenek" ujar Nicholas yang sedang duduk bersandar di sofa
"Tuan, jangan khawatir, aku akan sering melihat nenek di rumah sakit, dan aku akan pesan pihak rumah sakit menjaganya dengan hati-hati" jawab Benny
"Aku akan rundingkan dengan Kristy, jika dia mau maka kami akan pergi, tapi jika dia tetap khawatir juga maka terpaksa di tunda"
"Tuan, bisa membujuk nona untuk pergi, dan urusan nenek tidak perlu di khawatirkan"
"Aku tidak ingin dia pergi dengan ada beban pikiran, maka aku ingin bertanya pendapatnya dulu"
__ADS_1