
Kristy yang merasa bosan keluar berjalan-jalan di sekitaran sana, sambil merenung tentang hubungannya dengan Nicholas Harrison. walau sebenarnya dirinya sudah tertarik pada Nicholas akan tetapi di lubuk hati yang dalam merasa ada keraguan, bagi dirinya dia sebenarnya tidak memahami asli sifat pria itu.
Tidak lama kemudian sebuah mobil mewah tiba di hadapan Kristy yang sedang berjalan santai
Saat Kristy melihat ke arah mobil itu dia melihat Nicholas yang sedang menatapnya dari dalam mobil tersebut
Sesaat kemudian Nicholas keluar dari mobil dan menghampirinya
"Nicholas"Sapa Kristy yang melihat ke arah Nic
Tanpa berucap sepatah kata Nicholas langsung mencium bibir Kristy dengan memeluknya dengan erat
Ciuman tanpa berhenti di lakukan oleh Nicholas adalah sebuah ciuman rindu pada sang kekasih nya itu
Sesaat kemudian Nic melepaskan ciumannya
"Kenapa kau ada di sini?"Tanya Kristy yang masih di pelukan Nic
"Aku mencari mu"Jawab Nic dengan menyentuh wajah Kristy
"Mencari ku?"
"Kenapa sudah malam begini kau di luar?"
"Aku bosan di rumah dan belum bisa tidur makanya aku cari udara segar"Jawab Kristy
"Aku akan menemani mu jalan-jalan dan mencari udara segar"Kata Nic dengan senyum dan memegang tangan Kristy
"Iya"Jawab Kristy dengan senyum
"Nic,apa kamu masih marah?"Tanya Kristy yang sedang berjalan sambil mengandeng tangan
"Siang tadi aku masih marah, tapi aku juga rindu pada mu"Jawab Nic dengan menatap ke arah Kristy
"Maaf,aku bukan sengaja ingin merahasiakannya"Ucap Kristy
"Kristy,apa kau bisa serahkan hati mu pada ku?"Tanya Nic yang menghentikan langkahnya dan menatap Kristy
"Nic, apa diri mu yakin dengan pernikahan ini?"Tanya Kristy
"Kenapa? apa kamu tidak yakin dengan ku?"
"Aku hanya tidak ingin di suatu saat nanti kau menyesal bersama ku, sebuah pernikahan adalah selamanya, apa kau yakin ingin bersama ku selamanya?"
"Iya. aku yakin, aku hanya ingin diri mu menjadi istri ku, menemani ku selama hidup ku."Jawab Nic dengan senyum
"Kamu bisa pertimbangkan ulang,kalau ingin membatalkannya ini tidak masalah"
"Tidak. aku tidak akan melakukannya, aku serius menjalaninya"
"Tapi apa kamu tidak merasa ini terlalu cepat?"
"Kristy, apa kamu masih ragu dengan sifat ku?"
__ADS_1
"Aku tidak memahami mu, diri mu tiba-tiba muncul di depan ku dan melamar ku"
"Sebelum menikah kau bisa memahami ku dulu, ini belum terlambat"Ucap Nic dengan tatapan mesra
Kristy yang mendengar perkataan Nic tidak menjawab sepatah kata pun, hanya saja dia masih tidak yakin dengan hubungan nya bersama pria yang berkelas tinggi.
"Kristy"
"Iya"
"Apa kamu masih tidak yakin pada ku?"
"Tidak"
"Aku tahu masa lalu mu ini membuat mu trauma, tapi aku yang akan menyembuhkan mu, biarkan aku yang menjaga mu seumur hidup ku"Ucap Nic dengan memeluk erat tubuh Kristy
"Nic, ini sudah malam aku ingin pulang"
"Baiklah. aku akan menghantar mu pulang"Kata Nic yang melepaskan pelukannya
"Iya, mungkin Billy sudah pulang"Kata Kristy yang berjalan dengan bergandengan tangan
"Apa?"
"Billy adalah pacar Selina"
"Bukankah mereka sudah bertengkar? dan kenapa dia berada di rumah Selina?"
"Mereka pacaran jadi wajar jika dia mendatangi ke rumah Selina"Jawab Kristy
"Di saat Billy bermain wanita di club bukankah di saat itu Selina datang bertengkar dengannya? dan tidak lama kemudian kau datang menyusul Selina"
"Apa? di saat itu kamu ada di sana?"
"Iya,aku melihat mu menuangkan bir ke salah satu pria dia sana, saat itu aku sedang mengamati mu, dan aku merasa tingkah mu sangat bagus"Jelas Nic dengan senyum
"Jangan mentertawakan ku"
"Aku serius. bukan bercanda aku suka balasan mu untuk pria itu"Jawab Nic dengan menatap mesra
"Iya sudah. lagi pula Billy sudah mengakui kesalahannya, Selina juga masih mencintainya, oleh karena itu mereka bersatu kembali"
"Apa pria itu sering ke rumah?"Tanya Nic yang menghentikan langkahnya
"Iya, setiap malam"
"Setiap malam?"Tanya Nic dengan raut wajah tidak senang
"Benar, kenapa kau sepertinya tidak suka padanya? bukankah kalian saling kenal?"
"Iya, tapi aku tidak bekerja sama dengannya"
"Apa kamu tidak cocok dengannya?"
__ADS_1
"Kami beda jalan, aku tidak suka bekerjasama dengannya"
"Sejujurnya aku juga tidak begitu suka melihatnya bersama Selina, tapi Selina sangat suka padanya"
"Setiap malam dia ke rumah Selina, kenapa kau tidak pernah memberitahu ku?"
"Beritahu mu? ini hanya urusan mereka. aku rasa tidak pantas aku bicara banyak tentang Selina"
"Aku tidak peduli dengan masalahnya"
"Lalu kenapa kau seperti sedang marah?"
"Karena aku tidak suka jika dia setiap malam di sana, karena kau tinggal di sana"
"Aku rasa tidak masalah sama sekali"
"Tidak bisa. kau harus keluar dari sana"
"Apa? keluar dari sana? kenapa?"
"Karena aku tidak suka ada pria lain di rumah itu selagi kau ada di sana"
"Tapi dia kan pacarnya Selina"
"Aku tahu, aku ingin kau pindah keluar"
"Tidak mungkin, aku segan pada Selina"Jawab Kristy yang sambil berjalan
"Tapi aku adalah tunangan mu, aku ingin kau segera pindah dari sana"Tegas Nic
"Nicholas ini bukankah agak berlebihan?"Tanya Kristy yang menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Nic
"Apa kamu tahu Billy bukan pria yang baik, aku tidak peduli dengan Selina, oleh karena itu apa pun alasannya kau harus segera pergi dari rumah itu"
"Tapi ini bukannya sangat mendadak?"
"Kau akan tinggal di rumah ku"
"Apaa?"
"Iya, kita akan menikah tidak lama lagi, aku tidak ingin kau tinggal di rumah yang sering di datangi pria asing"
"Tapi dia tidak berbuat apa pun pada ku"
"Aku tahu, jika dia berani maka itu sama saja dia cari mati"
"Begini saja. beri aku waktu untuk mencari rumah, ini terlalu mendadak"
"Tinggal di rumah ku saja!"Tegas Nic
"Tapi ini tidak baik"Bantah Kristy
"Apanya yang tidak baik? apa baik jika kau tinggal di sana dan sering di datangi Billy?"Ujar Nic
__ADS_1
"Selina adalah pacarnya itu wajar, tapi kau bukan, aku tidak suka jika ada pria asing muncul di tempat tinggal mu, dan aku adalah calon suami mu, maka aku yang akan menjaga mu dan melindungi mu, oleh karena itu kau harus segara pindah"Jelas Nic dengan tegas
"Bagaimana aku menjelaskan pada Selina? di saat aku keluar dari rumah ayah tiri ku dia menyambut ku di rumahnya, dan sekarang aku harus keluar hanya karena Billy bukankah ini sangat menyinggungnya?"