Gadis Incaran Pengusaha

Gadis Incaran Pengusaha
Rencana kristy pada Benny dan Selina


__ADS_3

"Selina, selamat pagi" Ucap Kristy yang duduk di tepi ranjang


"Selamat pagi. Kristy, Ucap Selina yang baru bangun dan duduk bersandar di ranjang itu


"Apa kamu lapar? aku sudah membeli bubur untuk mu" Tanya Kristy dengan senyum dan bangkit dari tempat duduknya


"Terima kasih. Kristy, apa yang terjadi semalam?"


"Dia telah di masukkan ke penjara oleh Nicholas" Jelas Kristy sambil mengambil makanan di kemasannya


"Itu balasan yang seharusnya, aku memang bodoh karena percaya padanya" Kata Selina dengan merasa kecewa


"Selina, sudahlah ini sudah berlalu, dia sudah di penjara dan tidak bisa menganggu mu lagi" Bujuk Kristy yang simpati pada Selina


"Kristy, jika semalam bukan karena mu dan Tuan Harrison aku tidak berani bayangkan apa yang akan terjadi"


"Semua sudah berlalu, besok akan lebih baik semuanya, dia berniat jahat pada mu, dan dia juga sudah kena balasannya. Selina, jangan bersedih lagi lupakan masa lalu" dan duduk di samping ranjang


"Iya, aku akan mulai hidup baru" Jawab Selina dengan senyum


"Habiskan dulu buburnya selagi masih hangat" Ujar Kristy dengan ingin menyuapin Selina


"Aku bisa makan sendiri" Sebut Selina dengan ketawa


"Tidak apa-apa, kamu adalah pasien hari ini maka biarkan aku menyuapin mu" Canda Kristy


"Jangan" Jawah Selina dengan senyum


Klek


"Kristy" Panggil Nic dan Benny yang masuk ke kamar itu


"Nic" Sapa Kristy yang bangkit dari tempat duduknya


"Tuan Harrison" Sapa Selina dengan sopan


"Tuan, maaf atas kejadian semalam, dan terima kasih banyak" Ucap Selina dengan menunduk


"Sama-sama, jaga diri mu baik-baik, untuk ke depannya bukalah mata mu untuk mengenal pria, jika dirimu sudah tahu dia main wanita jangan beri kesempatan lagi padanya" Kata Nicholas yang berdiri di hadapan Selina


"Iya, ini kelalaian ku karena masih memilih percaya padanya. sekali lagi terima kasih" Ucap Selina dengan sopan


"Sudahlah, tidak apa- apa. istirahatlah" Jawab Nicholas


"Kristy, mari kita pulang dulu. Benny akan menemani Selina di sini" Ajak Nicholas dengan memegang tangan Kristy


"Ah...Kristy, maaf karena aku kau malah tidur di sini" Ucap Selina dengan segan dan mengambil mangkok bubur dari tangan Kristy

__ADS_1


"Jangan minta maaf, kita adalah sahabat" Kata Kristy dengan mencubit wajah Selina


"Dan Benny masih ada kerja, jadi aku sendirian di sini sudah bisa"Lanjut Selina yang melihat ke arah Benny


"Benny akan menemani mu di sini, dan menjaga mu, karena aku takut jika kau akan kabur dari rumah sakit" Kata Kristy dengan bercanda


"Tenang saja, aku tidak akan kabur. tapi benny masih ada kerja lain tidak perlu menemani ku di sini" Ujar Selina


Kristy beri kode pada Nic dengan mengenggam kuat tangan Nic


"Benny, kau jaga Selina di sini dan jika kalian tidak mendengar perintah ku maka aku akan memotong gaji kalian" Kata Nic dengan sengaja mengancam


"Iya Tuan" Jawab Benny dengan menurut


"Benny, kalau begitu aku menyerahkan teman ku ini pada mu, jaga dia dengan baik, jika dia tidak mendengar maka kau bisa memarahi nya" Ucap Kristy yang punya niat tertentu


"Kristy, apa yang kamu katakan?" Tanya Selina yang penasaran


"Tidak ada. aku hanya ingin Benny mengawasi mu saja" Jelas Kristy dengan senyum


"Habiskan bubur mu itu, dan istirahatlah" Lanjut Kristy


"Iya, aku akan menghabiskannya" Jawab Selina rasa senang hati


Sesaat kemudian Nicholas dan Kristy keluar dari kamar itu dan meninggalkan Selina dan Benny berdua


"Aku juga tidak mengerti, hanya Tuan yang tahu maksudnya" Jawab Benny dengan duduk di kursi


"Benny, apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Mengenai Billy?"


"Iya"


"Dia di siksa habis-habisan oleh Tuan, karena dia berniat ingin menyentuh Nona Kristy" Jelas Benny dengan cepat


"Siksaan apa yang dia dapat?"Tanya Selina dengan penasaran


"Pergelangan di patahkan dan kemudian 10 tulang jari tangannya juga di patahkan dan kemudian di masukkan ke penjara yang banyak tahanannya" Jelas Benny dengan panjang lebar


"Wah...lalu bagaimana nasibnya ya di dalam sana?"


"Dia akan di hajar setiap hari oleh tahanan dalam selama seumur hidupnya" Jawab Benny


"Menakjubkan" Ucap Selina dengan gembira


"Menakjubkan?"

__ADS_1


"Iya, cara penyiksaan yang dia dapat, sayang sekali aku tidak bisa melihat sendiri, ini tontonan yang luar biasa"


"Itu siksaan yang sangat mengerikan, apa kau tidak takut?"


" Dia adalah pria brengs*k, itu sudah seharusnya, dia mengunakan 10 jarinya menyentuh banyak wanita lainya. dan sekarang apa dia masih bisa melakukannya" Ujar Selina dengan senang hati sambil menyantap buburnya


"Sifat wanita memang tidak bisa di tebak, semalam dia ketakutan dan hari ni malah begitu girang.Batin Benny yang fokus tatapannya ke arah Selina


"Kristy, sepertinya kau harus menjelaskan sesuatu pada ku" Kata Nic yang sedang menyetir mobilnya


"Aku ingin Benny bersama dengan Selina" Jelas Kristy dengan senyum


"Benny? apa mungkin?"


" Kenapa? apa Benny sudah memiliki seorang kekasih?"


"Tidak, hanya saja dia sangat pendiam, apa mungkin dia akan mengejar Selina?"


"Jika dia tidak bisa kita bantu saja dia" Ujar Kristy yang duduk di samping Nicholas


"Sepertinya kau sudah merencanakan dari awal?"


"Iya, hanya saja di saat itu Selina masih bersama Billy, maka aku tidak bisa mengatakannya, dan aku yakin Benny adalah pria baik" Ujar Kristy


"lalu apa rencana mu untuk mereka bisa bersama?"


"Sering saja biar mereka bersama, seperti bekerja sama dan makan bersama"


"Apa kau yakin? Kalau kerja sama dengan rekan wanita itu sudah biasa bagi Benny akan tetapi dia tidak memiliki perasaan apa pun pada rekan wanita itu" Jelas Nicholas sambil fokus menyetir


"Kita bisa coba, biarlah mereka sering bersama. Nic, kau adalah bosnya dan hanya diri mu yang bisa melakukannya" Kata Kristy dengan senyum


"Aku? apa yang harus ku lakukan?"


"Atur saja pekerjaan mereka agar selalu bersama, dan setiap pulang kerja biarlah Benny yang menghantarnya, dan ini hanya kamu sebagai atasan yang bisa perintah ke mereka" jelas Kristy dengan berharap


"Rencana yang bagus" Ucap Nic yang menghentikan mobilnya yang telah tiba di depan kediamannya


"Benar kah? apa kau akan membantu?"


"Ini adalah permintaan mu, apa bisa aku menolak?"Jawab Nic dengan senyum


"Terima kasih" Ucap Kristy


"Jika ingin berterima kasih bukan dengan sebutan" Ujar Nic yang jarak dekat dengan Kristy


"Lalu apa yang kamu inginkan?"

__ADS_1


"Berikan bibir mu ini pada ku"Jawab Nic dengan mesra dan mencium bibir kristy dengan dalam


__ADS_2