
Prak..
Hentakan meja yang di lakukan oleh Nic yang marah besar setelah melihat rekaman kejadian Kristy yang di bawa pergi, dengan sambil menyapu habis semua barang di mejanya itu sehingga berserak di lantai
"Cari mereka sampai dapat, sebelum mendapatkan mereka maka kalian jangan muncul di hadapan ku" Bentak Nicholas dengan kesal
"Siap Tuan" Jawab serentak Anggotanya
"Alan, kau cari mati, ingin membawanya pergi dari ku? selagi aku masih hidup siapa pun tidak akan bisa merebutnya dari ku" Batin Nic dengan kesal
Melihat Nic yang sedang marah besar membuat Benny dan anggota lainnya beserta pelayan rumah ketakutan dan gemetaran, karena mereka belum pernah melihat Nicholas emosi sehingga menghancurkan barang seisi ruang bacanya itu.
Benny bersama Anggota lainnya pergi mencari keberadaan Kristy. demi mencari Kristy, Nicholas menawarkan bayaran yang cukup tinggi bagi yang bisa mendapatkan sang kekasihnya itu.
"Kristy, aku berharap kau tidak mengkhianati ku, jika tidak maka aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan pada mu, aku akan menghancur pria itu. ingin merebut barang milik ku lihat saja bagaimana aku beri pelajaran pada mu"Batin Nicholas
Di sisi lain Kristy yang belum sadarkan diri di bawa Alan ke tempat yang jauh dan tinggal di rumah kecil yang dekat pantai.
"Kristy, maaf. jika aku melakukannya, aku tidak berniat menyakiti mu, aku hanya ingin memastikan saja apa perasaan mu pada ku masih ada seperti dulu?" Kata Alan yang menyentuh wajah Kristy yang masih belum sadar
Sesaat kemudian Kristy membuka matanya karena merasakan sentuhan di wajahnya.
"Alan?" Ucap Kristy yang heran dan bangun dari tidurnya
"Kepala ku pusing" Keluhan Kristy yang memegang kepalanya
"Maaf, Kristy, aku melakukan ini pada mu" Ucap Alan dengan rasa bersalah
"Kenapa kau melakukannya pada ku? aku menghilang begitu saja Nicholas akan khawatir pada ku" Tanya Kristy dengan kesal
"Kristy, apa kau yakin kau mencintainya?" Tanya Alan dengan penasaran
"Iya, aku mencintainya?"
"Walau di masa depan dia akan berpaling ke wanita lain?"
"Apa maksud mu mengatakan seperti itu?"
"Aku hanya tidak ingin kau terluka, tinggal lah di sini untuk beberapa hari dan tenangkan pikiran mu, aku berharap kau bisa menentukan pilihan mu" Ujar Alan yang meninggalkan kamar itu
"Alan membawa ku kemana? aku tidak mengenal tempat ini" Gumam Kristy yang turun dari kasurnya dan berjalan mendekati jendela
"Nic, maaf. aku bukan sengaja mau pergi tapi aku di buat tidak sadarkan diri. jika kita bertemu lagi aku akan memberitahu mu semua kejadian yang menimpa diri ku di malam itu, jika kau tidak bisa menerima ku lagi juga tidak apa-apa, aku akan segera pergi dari hidup mu. aku tidak bisa pulang aku tidak mengenal jalan sini" Batin Kristy
2 hari kemudian
__ADS_1
Prang...
Lemparan cangkir yang di lakukan oleh Nicholas yang berada di ruang tamunya ke lantai sehingga hancur berkeping-keping.
"Tidak berguna, sudah berapa anggota yang di utuskan tapi masih saja belum mendapat jejaknya" Bentak Nic dengan kesal
"Tuan, mereka mencari selama 24 jam tanpa berhenti, dan kami mendapati jika Nona Kristy masih berada di dalam kota" Lapor Benny
"Aku tidak peduli dia di mana, aku mau melihatnya di depan mata ku dalam 12 jam ke depan" Ketus Nic dengan emosi
"Siap Tuan" Jawab Benny dengan sopan
"Dua hari kau bersama mantan mu? apakah ini yang kau inginkan, Kristy? kau bisa pulang jika kau mau tapi kau tidak melakukannya, jika kau pulang maka aku masih terima, tapi jika aku mendapati kau berani mengkhianati ku maka jangan salah kan ku" Batin Nicholas dengan menahan emosi
Sesaat kemudian nada panggilan masuk ke handphone milik Benny
"Hallo" Sahut Benny yang menjawab panggilan tersebut
Setelah mendengar kabar dari orang yang di seberang sana Benny memutuskan panggilannya..
"Tuan, anggota kita sudah mendapat kabar posisi Nona dan Alan" Kata Benny
"Langsung ke sana" Ujar Nic yang langsung bergegas keluar dari rumahnya
Kristy berdiri di pantai sambil melihat lautan dengan tiupan angin yang kencang. berdiri sambil melamun dan merindukan pria yang dia cintai selama ini dengan tangannya sambil memegang kalung lamaran pemberian dari Nicholas
"Kristy" Sapa Alan yang menghampiri Kristy
"Alan, apa bisa kau melepaskan ku?" Tanya Kristy yang menoleh ke belakang dan berhadapan dengan Alan
"Kau sangat ingin kembali ke sana?"
"Iya"
"Apa kau tahu jika pulang bisa saja dia tidak akan melepaskan mu?"
"Aku tahu" Jawab Kristy sambil memegang kalung tersebut yang gantung di lehernya
"Kalung ini sangat indah" Kata Alan sambil melihat ke arah kalung tersebut
"Ini pemberiannya"
Alan mendekati dan menyentuh kalung itu tersebut dan kemudian menarik kalung itu tersebut sehingga tanggal dari leher Kristy
"Hei...kembalikan pada ku, apa yang kau lakukan?" Teriak Kristy yang ingin merebut kembali kalung tersebut
__ADS_1
Alan memegang erat kalung itu dan mendekati air sambil melemparkan kalung itu ke laut.
"Tidaaakkkk, kenapa kau membuangnya " Teriak Kristy yang histeris dan berlari ke arah laut untuk mengambil kalung tersebut
Akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Alan dengan cara memeluknya dari belakang
"Lepaskan aku" Bentak Kristy dengan kesal
"Kristy, tenanglah, biarkan kalung itu pergi, ikutlah bersama ku" Kata Alan sambil memeluk Kristy dari belakang
Kristy yang kesal melepaskan tangan Alan dari pinggangnya dan berbalik berhadapan dengan Alan.
Plak....
Tamparan yang di lakukan oleh Kristy ke wajah Alan
"Kau kira kau layak membuang kalung itu? memangnya kau siapa? kenapa mau ikut campur urusan pribadi ku?" Bentak Kristy dengan kesal
"Kau mencintainya? itu hanya kalung bukan apa-apa"
"Itu kalung lamarannya untuk ku, kenapa kau masih tidak ingin melepaskan ku dan menyulitkan aku" Bentak Kristy dengan kesal sambil memukul tubuh Alan dengan ke dua tangannya
"Apa kau sudah melupakan ku? dan kita tidak ada harapan lagi?"
"Harapan? kau melukai ku dan sekarang kau ingin memisahkan aku dengannya, kenapa kau begitu egois?" Ketus Kristy dengan terisak
"Aku mencintai mu, Kristy, ini sudah dua hari kau menghilang jika dia ingin mencari mu pasti dapat,tapi kenapa dia tidak muncul?"
"Kau membawa ku ke tempat yang jauh, karena kau takut dia tahu kan?"
"Kristy, apa kau yakin dia akan mencintai mu selamanya? dia adalah pria yang menakutkan dia bisa saja menyakiti mu suatu hari nanti"
"Ini bukan urusan mu" Jawab Kristy dengan menangis
"Maaf, Kristy, aku salah aku akan membawa mu kembali ke sisinya" Bujuk Alan yang memeluk Kristy yang sedang menangis
"Cepat lepaskan aku dan biar kan aku pulang" Ketus Kristy yang ingin melepaskan pelukan dari Alan
"Jangan menangis aku akan menghantar mu kembali ke sisi nya" Bujuk Alan dengan memeluk erat Kristy
Prok....prok...prok .
Tepukan tangan Nicholas yang datang bersama Benny dengan anggota lainnya
Mendengar bunyi tepukan tangan Alan dan Kristy langsung menoleh ke arah Nicholas yang sedang menatap tajam ke arah mereka
__ADS_1
Bab selanjutnya..
Kristy mengetahui siapa pria yang bersamanya di malam itu..